Batasan Wudhu

asalammualaikum wr.wb…ustad saya mau tanya seragam kerja saya lengan panjang tapi kalau wudhu saya tidak bisa membasuh tangan saya sampai ke sikut..gmn pak ustad apakah syah bila kita berwudhu tidak sampai siku tangan dan untuk menanggalkan bajupun kami tidak mungkin…atas jawabannya kami ucapkan trimakasih…wasalamualaikum wr.wb .

 

Assalamu alaikum wr.wb.

Wudhu adalah syarat sahnya sholat, wudhu merupakan perintah wajib ketika akan menunaikan sholat. Ketika wudhu tidak sempurna maka akan mengakibatkan sholatnya tidak sah dan tertolak oleh Alloh swt, sebagaimana sebuah riwayat menceritakan seorang sahabat yang diperintahkan Rosul mengulang sholat yang dia telah lakukan sebanyak 3x hanya karena kecerobohan meninggalkan satu bagian di bawah matakaki yang menjadi bagian yang wajub di basuh. Hanya saja kita perlu memahami bagian anggota tubuh manakah yang menjadi rukun (tidak boleh dikurangi apalagi ditinggalkan). Dalam Qs 5 : 6, Alloh swt mengajarkan kepada kita beberapa hal :

1. Awal ayat ini menggunakan kata “hai orang beriman”. Berarti ayat ini di khususkan hanya untuk mereka yang beriman dan biasanya ada sebuah komitmen yg harus di taati oleh orang beriman tersebut sebagai konsekwensi jika mengaku seorang mukmin.

2. Ada 4 anggota tubuh wajib dibasuh / usap tanpa boleh dikurangi batasannya apalagi di tinggalkan, yaitu : wajah, kedua tangan sampai sikut, kepala dan kaki sampai mata kaki.

3. Batasan dan cara melaksanakannya.

A. Wajah : ( batasannya sampai anak rambut, anak daun telinga dan dagu). Ayat ini menggunakan kata Faghsilu : “basuh” bukan mengguyur, jadi dengan bantuan tangan jemari kita yg basah kita dapat meratakan air ke seluruh bagian wajah yg wajib di basuh. Waspadalah dengan kosmetik yang terbuat dari bahan anti air baik (bedak, lipstik, tabir surya, maskara) maka tidak akan sempurna wudhunya karena yang terbasuh adalah lapisan kosmetik tersebut bukan wajahnya.

B. Kedua tangan sampai sikut, batasannya jelas dari ujung jemari bukan ujung kuku (karena kulit dibawah kuku yang panjang juga harus terbasuh air wudhu) sampai sikut. Waspadalah terhadap benda yang menghalangi air wudhu seperti cincin, cat kuku atau bahan lain yang menempel di kulit maka akan mengakibatkan tidak sah wudhu dan sholatnya. Cara melakukannya dengan cukup dibasuh tanpa harus mengguyur, jadi tanpa harus di buka lengan bajunya tapi jika jemari tangan yang basah dapat meraba sampai batasan sikut sudah dianggap sah wudhunya.

C. Kulit Kepala bukan rambut, cara pelaksanaannya juga bukan di guyur tetapi wamsahuu “diusap”.

D. Kaki sampai mata kaki, waspadalah terhadap budaya ceroboh ketika membasuh kaki hanya menyiram dengan gayung atau dengan guyuran keran air tanpa dibantu jemari meratakannya.

Inilah yang menjadi batasan minimalis dalam berwudhu yang menjadi mutlak harus dilakukan dengan sempurna. Jika batasan minimalis wudhunya tidak sempurna maka sholat yang kita kerjakan walau begitu khusyu dan baik tapi tetap dianggap nol oleh Alloh swt. Jika masih ada permintaan dispensasi dalam batasan minimalis dalam anggota wudhu hanya dengan alasan darurat, tetapi darurat itu harus siap dengan jawaban yang dapt dipertanggungjawabkan setiap pelaku agar selamat ketika diminta pertanggung jawabannya kelak saat eksekusi alam akhirat dihadapan Alloh swt dan para malaikat.

Wallahu a’lam bish-shawab

Wassalamu alaikum wr.wb

Nur Hamidah, Lc, MA

sumber : http://www.syariahonline.com/v2/thaharah/2673-batasan-wudhu-bagi-.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s