Pagi Sepi

tak tak tak tak tak tak tak

jam berdetak tak hentinya

desir angin menyapu rindainya dedaunan

kadang lewat kicauan burung sesekali

langkah kaki dan dobrakan halus pintu menemani

dan

pikiranku pun mulai mengudara

tatapan kosong

mencoba untuk merasa

hanya sedikit

sebagian telah hilang dan mati

waktu terus bergulir

lamunan kosongpun mulai buyar

ketika telepon di atas meja berdering

eh,

hatiku mulai berdebar

ku pikir ikut mati seperti benda mati disetarku

ku angkat telepon tersebut

dan dicecar pertanyaan

orang atas katanya (tak mau menyebutkan nama)

polos saja

lalu kembali beranjak  ke depan lepi

sedih, basah mata ini..

aku prihatin dengan kondisiku sendiri

tak ada yang peduli

tak ada yang mengulurkan tangan

kamu sendiri yang harus peduli

kamu sendiri yang harus beranjak

ayo hadapi duniamu!

mau sampai kapan kamu diam dan bertahan seperti ini??!

 

1 year ago

.: api3 :.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s