Sahabat?

dipertemukan bukan karena sebuah keinginan untuk menjalin ikatan bersamamu, bukanlah unsur kesengajaan, namun kau telah ditakdirkan untuk bertemu dan “mengisi” hidupku, kau.. perantara yang Dia kirimkan untuk aku belajar (sedikit) arti kehidupan selama bersamamu..

sahabat..?

darimu aku belajar menghargai kebaikan seseorang, namun darimu pula aku belajar bagaimana merendahkan orang lain.

darimu aku belajar indahnya arti sebuah kasih sayang, namun darimu pula aku belajar untuk menyakiti.

darimu aku belajar arti pentingnya sebuah kesetiaan, namun darimu pula aku memahami arti sebuah pengkhianatan.

darimu aku belajar bagaimana untuk mengerti dan empati, namun darimu pula aku belajar arti dari ke-egois-an diri dan antipati.

darimu aku belajar merasakan arti kehangatan dari sebuah pelukan, namun darimu pula aku belajar sesak, kasar, dan dinginnya tangan itu.

darimu aku belajar arti pentingnya sebuah perhatian, namun darimu pula aku belajar bagaimana diabaikan.

darimu aku belajar bagaimana untuk bisa peduli, namun darimu aku belajar arti dari ketidakpedulian (cuek).

darimu aku belajar arti sebuah ketulusan, namun darimu pula aku belajar arti pamrih dibalik itu semua.

darimu aku belajar untuk sebuah kemandirian, namun darimu pula aku belajar ditinggalkan tanpa pertolongan.

darimu aku belajar arti dari apa itu ketegaran, namun darimu pula aku belajar arti dari kerapuhan dan ketergantungan.

darimu aku belajar bernilainya arti dari sebuah pengorbanan, namun darimu pula aku belajar arti disia-siakan.

darimu aku belajar arti kesungguhan dalam sebuah perjuangan, namun darimu pula aku belajar arti bagaimana menghancurkannya secara instan.

darimu aku belajar untuk selalu mengalah, namun darimu pula aku belajar bagaimana cara untuk menang sendiri.

darimu aku belajar arti dari menjaga sebuah rahasia, namun darimu pula aku belajar membicarakannya pada yang lain.

darimu aku belajar betapa berharganya kesempatan yang datang itu, namun darimu pula aku belajar menutup untuk memberikan kesempatan lagi.

darimu aku belajar arti dari kebersamaan, namun darimu pula aku belajar arti dari kesendirian.

darimu aku belajar santunnya bertatakrama, namun darimu pula aku belajar kasarnya bersikap dan tuturkata.

darimu aku belajar untuk menaruh/memberi harapan, namun darimu pula aku belajar untuk selalu dikecewakan.

darimu aku belajar arti sebuah kerjasama, namun darimu pula aku belajar mengerjakan semuanya sendiri.

darimu aku belajar arti sebuah kepercayaan, namun darimu pula aku belajar merusak kepercayaan itu.

darimu aku belajar memaafkan kesalahan, namun darimu pula aku belajar bagaimana menyimpan dendam kesumat (sulitnya memaafkan).

darimu aku belajar mengingat tentang kamu dan kita, namun darimu pula aku belajar untuk menghapus kenangan (melupakan).

darimu aku belajar arti menjalin sebuah komitmen (janji), namun darimu pula aku belajar bagaimana mengingkarinya.

darimu aku belajar untuk saling menghargai, namun darimu pula aku belajar bagaimana untuk saling menguasai.

darimu aku belajar arti saling mencintai, namun darimu pula aku belajar arti saling membenci.

darimu aku belajar arti menutupi aib, namun darimu pula aku belajar membongkarnya ke publik.

darimu aku belajar untuk Percaya diri dihadapan publik, namun darimu pula aku belajar menanggung malu dihadapan publik.

darimu aku belajar untuk apa adanya kepada siapapun, namun darimu pula aku belajar mengenakan topeng kepada mereka.

darimu aku belajar arti sebuah profesionalitas dan proporsionalitas dalam mengerjakan tugas dan peran, namun darimu pula aku belajar mengerjakan semauku dan menindas yang lain.

darimu aku belajar arti dari menjaga sebuah impian, namun  darimu pula aku belajar untuk melepaskan impian-impian itu.

darimu aku belajar menjaga perasaanmu dengan kejujuran, namun darimu pula aku belajar untuk terus melukai dengan semua kebohongan dan kepura-puraanmu.

darimu aku belajar untuk mengasihi, namun darimu pula aku belajar apa itu ego diri.

darimu aku belajar arti dari kesabaran yang tiada batasnya, namun darimu pula aku belajar menuntut serba cepat.

darimu aku belajar arti sebuah penantian (menunggu), namun darimu pula aku belajar untuk meninggalkan.

darimu aku belajar untuk mendengarkan, namun darimu pula aku belajar sibuk dengan diriku sendiri (tidak fokus dan memperhatikan).

darimu aku belajar untuk terus tersenyum dan menjadi periang, namun darimu pula aku belajar eksprsi cemberut dan pemurung.

darimu aku belajar merasakan kebahagiaan, namun darimu pula aku belajar arti dari kesedihan berkepanjangan.

darimu aku belajar bagaimana tertawa lepas, namun darimu pula aku belajar bagaimana tersiksanya ketika aku depresi.

darimu aku belajar menyukai hal-hal baru dan penasaran untuk mencobanya, namun darimu pula aku belajar untuk takut memulai dan trauma.

darimu aku belajar arti keterbukaan dalam segala hal, namun darimu pula aku belajar kebisuan dan hanya airmata yang ditampakkan.

darimu aku belajar bagaimana mengungkapkan isi hati, namun darimu pula aku belajar bagaimana memendam perasaan dan apa yang ada dihati ini.

darimu aku belajar mengerti akan filosofi (latarbelakang) dirimu, namun darimu pula aku belajar tidak mau mengerti bagaimana filosofi (latarbelakang diri) mu.

darimu aku belajar menerima kamu apa adanya, namun darimu pula aku belajar menerima kamu ada apanya.

darimu aku belajar menumbuhkan kepercayaan untuk masa depanku, namun darimu pula aku belajar menjatuhkan harapan akan masa depan itu.

darimu aku belajar nikmatnya berpetualang, namun darimu pula aku belajar bagaimana dikurung tidak boleh keluar tanpa ijinmu.

darimu aku belajar berbagi, namun dari dirimu pula aku belajar untuk diri sendiri.

darimu aku belajar untuk diam dan tak banyak bicara, merasakan keindahan, kepedihan, manis-pahit, kegetiran, serunya berdiskusi, damainya rasa hati, hingga pada akhirnya aku belajar bagaimana mati rasa (tidak merasakan apapun).

kamu yang dapat menghilangkan rasa dan logika berfikirku untuk positif, yang mengajarkanku untuk berhenti dan merusak diriku sendiri, membuat aku kehabisan dan kehilangan kata untuk bicara maupun menulis.

namun darimu pula aku belajar untuk bangkit, dan menumbuhkan rasa keyakinan dalam diri dengan kekuatan Tuhanku untuk tetap melanjutkan kehidupanku yang belum sampai pada ujung waktunya dengan belajar menumbuhkan dan menguatkan rasa cinta kepada sesama dengan tulus, berharap hanya kepada Dia.

cukuplah Allah mengenalimu fi lebih dari yang lain..

aku yakin, kamu adalah perantaranya untuk aku belajar dan berproses dalam mencari arti dan nilai kehidupanku dengan orang-orang disekelilingku (termasuk kamu), dan untuk aku dapat merasakan betapa besar dan dalamnya kenikmatan itu. Ya, itu karena kamu begitu dalam menghujam luka dan duka terlalu dalam dalam diriku. Kini, aku hanya ingin membebaskan diri dan jiwaku dengan memafkanmu.

benar apa kata seorang motivator di twitternya, hanya orang-orang yang merasakan cinta kasih dan sakit hati ia dapat membuat sebuah karya yang indah, berterimakasihlah kepadanya.

selamat beristirahat para tumblr-is, semoga postingan ini bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya..

sungguh kebahagiaan hanya ada pada Pemilik Diri dan Jagat Raya ini, perbaikilah hubungan dengan Tuhanmu, dan rasakan keajaiban-keajaiban dalam hidupmu.

salam, penuh cinta selalu untukmu.

16 maret 2012

.:api3:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s