Bulan (ku)

bulan itu tak seindah seperti yang dipandang,
lihatlah lebih dekat,
banyak benturan yang telah ia dapatkan dari sang meteor, komet, atau benda angkasa lainnya,
bahkan ia tak dapat melindungi dirinya sekalipun,

bulanpun tak selamanya purnama,
kadang ia sabit, kadang ia hanya terlihat sebagian, bahkan kadang tak menampakkan dirinya.
bukan karena ia tak ingin menemani malam,
tapi karena ada awan gelap yang menutupinya,
dan terkadang..
ia tidak mendapatkan cahaya untuk memantulkannya dari sang matahari.

manusia hanya bisa kecewa,
manusia juga bisa marah atau sedih,
ketika bulan malam itu tak hadir menemaninya..

harusnya manusia itu dapat berpikir,
karena dia diberi akal dan bulan tidak..
hanya saja manusia itu sering kali mengutuk keadaan.

bulan..
ia akan tetap sendiri melewati setiap malamnya,
walau ada banyak ribuan bintang yang menemani,
tapi tak semua bintang dapat mengerti..

bagaimana bila meteor itu menabraknya hingga meninggalkan lubang, kawah,
itu yang membuat bulan lebih tegar dan menyembunyikan rintihannya..
ia hanya berusaha untuk memancarkan sinarnya untuk para manusia yang merindukannya,
skalipun tak sedikit pula manusia yang mengabaikannya..

bintang,
mereka sangat banyak dan bertebaran di semesta raya..
dan mereka hanya berbicara kepada sesamanya.
bagaimana ia bisa mengerti sang bulan?

13 Februari 2012

.:api3:.

Advertisements

2 thoughts on “Bulan (ku)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s