Burn it!

Tak perlu bersusah-susah untuk menyembunyikan diri
Tak perlu mencari-cari alasan untuk menghindarkan diri
Tak perlu kau kumpulkan gengsimu untuk menahan tidak berkomunikasi denganku
Kumpulkan saja keberanian untuk menahan malumu, menutupi wajahmu dan harga dirimu.
Alam punya hukum, yang berpihak padaku.

Aku sudah tidak ingin tahu,
Aku sudah tidak ingin mendengar,
Aku sudah tidak ingin peduli,
Aku sudah tidak ingin mengingat dan mengenang.

Walau namamu pasaran,
Ada di etalase emperan jalan,
Ada di angkutan umum,
Menjadi nama merk tukang dagangan, penginapan, tukang cukur, dan masih banyak lagi
Aku tidak peduli !
Melihatnya ataupun mendengarnya,
Membuatku tertawa ilfeel.

Aku tidak ingin mengotori hatiku,
Mataku,
Lisanku,
Hidupku,
Dengan membiarkan kamu bertengger di hati dan pikiranku
Kamu adalah..
Kertas usang yang ku biarkan terbakar
Hingga angin menyapu abumu
Dan hujan
Membersihkan jejakmu
Tak bersisa.

Kepada orang yang tak ingin ku dengar dan sebut namanya
Kepada orang yang tak ingin ku ingat segala hal tentangmu
Kepada orang yang sangat ingin aku musnahkan dari sejarah kehidupanku

Sebut saja R-F

Advertisements

6 thoughts on “Burn it!”

    1. Oh ya?
      Perlakuan terakhir kalinya itu sangat menghancurkan diriku,,.
      Dan tak ada kata maaf ataupun memperbaiki kondisi.
      Buatku mereka adalah masa lalu yang kelam. Sampai kapanpun mereka malu untuk menampakkan wajahnya.

      1. Begini kawanku,
        pertama jika ia memang manusia biasa, maka maklumilah karena memang tidak ada manusia yang luput dari kesalahan
        tak perlulah memendam luka itu
        si komentator ini memang tidak tahu jalan lengkap ceritanya
        namun,
        tidak ada satupun manusia di muka bumi yang ingin mengalami rasa dibuang/dibenci/dimusuhi/di anggap sampah,
        apalagi oleh orang yang dahulu sangat berarti buat nya
        dan terkadang ada beberapa kondisi, di mana kita salah menafsirkan
        bisa jadi mereka mungkin hanya tidak ingin membuat luka lagi
        bisa jadi mereka hanya ingin menyayangi dari balik layar saja karena itu yang terbaik
        kalaupun sekarang mereka seakan menghilang, mungkin karena mereka ada kesibukan lain
        mungkin juga karena mereka telah menemukan kebahagiaan lain sehingga menghilang adalah opsi supaya sisi lain tidak tersakiti
        intinya janganlah membuang, karena rasanya seperti sampah, dan tidak ada satupun yang ingin dianggap seperti itu
        jika tidak bisa maka do’akanlah mereka
        sumber : pengalaman pribadi 🙂

  1. terimakasih atas nasihatnya,
    saya sudah merasakan hal itu lebih dulu (diabaikan, dimusuhi, dibenci, dianggap sprt sampah),
    saya tidak habis pikir saja dengan sikap yg mereka keluarkan, padahal mereka orang terdekat dan saya sangat percaya.
    saya sudah menurunkan harga diri saya untuk memulai komunikasi dengan mereka, tetapi tetaplah begitu
    Mungkin Allah sudah tidak ingin saya berhubungan dengan mereka, dan itu mungkin yang terbaik untuk saya menurut-Nya.
    Bila mereka ingin menjaga perasaan saya/tidak menyakiti saya, seharusnya sudah sejak dulu.
    saya tekankan disini, mereka tidak ada itikad baik untuk meperbaiki hubungan yang telah hancur,
    sayang saya lebih besar dari rasa benci saya, dan saya bukan tipe pendendam, blacklist seperti mereka.
    Lihai sekali memutarbalikkan fakta, seakan saya yang salah, mereka memanfaatkan rasa bersalah saya, mengalah dan diam saya.
    saya bersyukur sangat Allah menghadirkan mereka dalam kehidupan saya, agar saya belajar, bahwa ada orang seperti mereka itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s