dia, hujan dan payung biru

hujan | payung biru

hujan turun lagi di langit (isi kotamu)
dia selalu membawa sekotak rindu yang sendu, namun syahdu.
aku menerawang berlari ke masa itu..
masa dimana hujan mempertemukan kita menyatu dalam payung biru

payung biru itu,
ya, payung biru itu..
apakah kamu ingat?

kita bersisian beberapa inci
menikmati derai hujan dalam satu dimensi
menanti hujan berhenti
namun aku tidak, wahai pujaan hati

aku berharap hujan ini turun lebih lama
agar aku dapat menikmati kebersamaan kita
aku ingin membuat waktu ini lebih bermakna

wahai pujaan hati,
mungkin ini waktu yang kurang tepat untuk ungkapkan isi hati
namun, ego diri tak mampu membendung semua sendiri
aku ingin utarakan apa yang selama ini terjadi

wahai pujaan hati,
aku ingin akhiri ini semua dengan janji
janji yang bagi seorang lelaki
adalah sebuah harga diri
tak akan aku ingkari
sebelum semua terjadi

wahai pujaan hati,
aku ingin diantara kita nanti
sebuah akad terjadi
aku ingin menyatukannya dengan ikatan penuh ridho Illahi

wahai pujaan hati,
aku tak meminta hatimu untuk mencintai
aku hanya meminta kamu bilang dengan wali (mu)
bahwa aku akan datang dengan keberanian diri
mau-kah kau wahai pujaan hati,
membuka jalan itu untuk diri ini..?

*tulisan ini request-an Yuda Hikaru

Selasa, 3 Desember 2013
2:19 PM
Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s