13 tahun 3 bulan 25 hari ~left

entah ditahun berapa, kecelakaan itu terjadi, saat terjun payung di daerah sumatera sana, kau sakit dan dipindahkan tugas di jakarta.

ada rasa syukur, namun juga tabah.

kau tak perlu lagi pergi jauh demi melakukan tugas negara yang mengancam nyawa. kau bisa selalu berada dekat kami.

tapi, kebersamaan itupun tak berlangsung cukup lama. pengobatan dokter itu berdampak ke yang lainnya, sehingga kau sampai dirawat hampir enam bulan.

hal yang tak pernah aku lupakan, ketika aku datang menjengukmu bersama adik laki-lakiku. kau tidak ingat akan namaku, hatiku sakit, seketika aku menangis dan lari keluar. hanya nama adik saja yang kau ingat. mama menghiburku dengan kata, “semuanya kok pi, cuma ridwan aja yang diingat”.

seiring membaiknya dirimu pa, harapan itupun membangkitkan kami dari kesedihan itu. akhirnya papa pulang ke rumah.

ya benar pulang, tapi pulang tanpa nafas..
aku dan adikku sedang duduk menanti kepulanganmu, bingung kenapa semuanya pada menangis?
ketika itu aku belum paham apa artinya orang meninggal..

saat kau dibaringkan di bale depan, aku menatapmu lama sekali, berharap kau bangun dari tidurmu. tapi nihil. akhirnya aku ikut mengaji disampingmu tanpa air mata.

tiba dipenghujung kami menatapmu untuk terakhir kali. semua tangisku baru tumpah dan ingin mendekapmu erat. tapi abang dan om memegang tanganku dan mengunci aku dalam kamar. takut aku melakukan yang tidak-tidak. karena kau telah dimandikan, dikafankan, dibedaki dan diberi wewangian.

setelah kepergianmu, dua-tiga hari aku masih belum merasakan kehilanganmu pa.. mungkin karena sanak saudara masih ramai berkumpul.
dan rindu itu-pun meledak.
tak ada yang dapat aku lakukan selain mendoakanmu..
berusaha menjadi bidadari kecilmu yang baik..
berusaha menjadi anak yang shaliha, nurut sama mama..

pa..
tulisan itu mengingatkanku akan kepergianmu sudah 13 tahun 3 bulan 25 hari berlalu..
pa..
ini hanya masalah waktu..
kami akan menyusulmu pa.

kekhawatiranmu mengenai kamipun tak perlu,
karena kami punya Allah yang selalu melindungi kami.. (Insya Allah).
oia pa, aku sudah menemukan lelaki itu..
secara raga ada yang melindungiku kini..
dia sama sepertimu..
penyayang dan lembut, juga pekerja keras dan penyayang anak kecil.
dia cepat akrab dengan anak-anak kak’ia, termasuk umar 😐 .
dan sekarang kak’ia sedang menanti anak ke-4 nya lahir.
kami bahagia pa..
semoga papa di alam barzah sana juga sedang bahagia. 🙂

tulisan ini ikut meramaikan dalam #HariAyahNasional yang jatuh pada 12 november.

Salam,
Penuh Cinta Untukmu #Ayah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s