Bantu aku

Bantu aku

Hati..
Begitu banyak noda yang ku torehkan padamu
Begitu banyak tinta yang ku tumpahkan
Begitu banyak bekas goresan parang yang ku tinggalkan
Namun,
Kau hanya diam membisu 1000 bahasa
Kau tak peduli akan dirimu
Yang penuh dengan noda, tinta dan goresan
Kau tak memerhatikan dirimu
Yang kusam, bahkan nyaris tak terlihat lagi
Kemana cahaya yang selalu menyertaimu?
Kemana celah yang telah kau bangun selama ini?
Kemana sepercik api yang selalu menggelorakan jiwa dan dirimu?
Kemana???
Sungguh, kau tak dapat merubah kondisimu
Kau tak dapat benahi dirimu dengan diam,,diam dan diam!!!
Sadarlah akan kondisimu yang buruk rupa
Bangunlah kembali dirimu yang rapuh, nyaris tak dapat bangkit
Benahi dirimu, tak dapat ku sendiri memperbaikinya
Bantu aku….
Bantu aku membersihkan noda itu
Bantu aku menghapus tinta itu
Bantu aku mengobati luka itu…
Bantu aku mengambil cahayaku kembali
Bantu aku membuka celah sempit itu
Bantu aku mengobarkan api dalam jiwa dan diri…
Sungguh, ku yakin akan pertolangan Rabb ku
Semua yang terjadi padamu, kesalahan yang sungguh dapat diperbaiki
Dapat di benahi…
Jangan kau buatku larut akan dosa – dosa dan penyesalanku
Biarkan ku bangkit dengan apa yang ku punya
Aku hanya butuh kau membantuku membangkitkan energi yang selama ini kau pendam, bahkan kau tenggelamkan….
Bantu aku untuk memunculkannya di permukaan dirimu
Agar aku dapat benahi dirimu….
Dan kau kembali mendapatkan,
Cahaya mu
Celah mu
Dan kobaran api mu
Hingga kau bersih, fitrah seperti sedia kala….
Dan ku mulai dengan lembaran yang baru

 

 

Ahad, 23 des ‘07
Feby’s room

Advertisements

Batasan Wudhu

asalammualaikum wr.wb…ustad saya mau tanya seragam kerja saya lengan panjang tapi kalau wudhu saya tidak bisa membasuh tangan saya sampai ke sikut..gmn pak ustad apakah syah bila kita berwudhu tidak sampai siku tangan dan untuk menanggalkan bajupun kami tidak mungkin…atas jawabannya kami ucapkan trimakasih…wasalamualaikum wr.wb .

 

Assalamu alaikum wr.wb.

Wudhu adalah syarat sahnya sholat, wudhu merupakan perintah wajib ketika akan menunaikan sholat. Ketika wudhu tidak sempurna maka akan mengakibatkan sholatnya tidak sah dan tertolak oleh Alloh swt, sebagaimana sebuah riwayat menceritakan seorang sahabat yang diperintahkan Rosul mengulang sholat yang dia telah lakukan sebanyak 3x hanya karena kecerobohan meninggalkan satu bagian di bawah matakaki yang menjadi bagian yang wajub di basuh. Hanya saja kita perlu memahami bagian anggota tubuh manakah yang menjadi rukun (tidak boleh dikurangi apalagi ditinggalkan). Dalam Qs 5 : 6, Alloh swt mengajarkan kepada kita beberapa hal :

1. Awal ayat ini menggunakan kata “hai orang beriman”. Berarti ayat ini di khususkan hanya untuk mereka yang beriman dan biasanya ada sebuah komitmen yg harus di taati oleh orang beriman tersebut sebagai konsekwensi jika mengaku seorang mukmin.

2. Ada 4 anggota tubuh wajib dibasuh / usap tanpa boleh dikurangi batasannya apalagi di tinggalkan, yaitu : wajah, kedua tangan sampai sikut, kepala dan kaki sampai mata kaki.

3. Batasan dan cara melaksanakannya.

A. Wajah : ( batasannya sampai anak rambut, anak daun telinga dan dagu). Ayat ini menggunakan kata Faghsilu : “basuh” bukan mengguyur, jadi dengan bantuan tangan jemari kita yg basah kita dapat meratakan air ke seluruh bagian wajah yg wajib di basuh. Waspadalah dengan kosmetik yang terbuat dari bahan anti air baik (bedak, lipstik, tabir surya, maskara) maka tidak akan sempurna wudhunya karena yang terbasuh adalah lapisan kosmetik tersebut bukan wajahnya.

B. Kedua tangan sampai sikut, batasannya jelas dari ujung jemari bukan ujung kuku (karena kulit dibawah kuku yang panjang juga harus terbasuh air wudhu) sampai sikut. Waspadalah terhadap benda yang menghalangi air wudhu seperti cincin, cat kuku atau bahan lain yang menempel di kulit maka akan mengakibatkan tidak sah wudhu dan sholatnya. Cara melakukannya dengan cukup dibasuh tanpa harus mengguyur, jadi tanpa harus di buka lengan bajunya tapi jika jemari tangan yang basah dapat meraba sampai batasan sikut sudah dianggap sah wudhunya.

C. Kulit Kepala bukan rambut, cara pelaksanaannya juga bukan di guyur tetapi wamsahuu “diusap”.

D. Kaki sampai mata kaki, waspadalah terhadap budaya ceroboh ketika membasuh kaki hanya menyiram dengan gayung atau dengan guyuran keran air tanpa dibantu jemari meratakannya.

Inilah yang menjadi batasan minimalis dalam berwudhu yang menjadi mutlak harus dilakukan dengan sempurna. Jika batasan minimalis wudhunya tidak sempurna maka sholat yang kita kerjakan walau begitu khusyu dan baik tapi tetap dianggap nol oleh Alloh swt. Jika masih ada permintaan dispensasi dalam batasan minimalis dalam anggota wudhu hanya dengan alasan darurat, tetapi darurat itu harus siap dengan jawaban yang dapt dipertanggungjawabkan setiap pelaku agar selamat ketika diminta pertanggung jawabannya kelak saat eksekusi alam akhirat dihadapan Alloh swt dan para malaikat.

Wallahu a’lam bish-shawab

Wassalamu alaikum wr.wb

Nur Hamidah, Lc, MA

sumber : http://www.syariahonline.com/v2/thaharah/2673-batasan-wudhu-bagi-.html