Tag Archives: aku

thanks for your silent

Image

gundah gulana
merana tak tentu arah
geram membahana
ingin murka namun tak bisa
pada siapa?
aah.. sudahlah

celah itu terbuka
menggoreskan luka menganga
sesak dirasa
melahirkan air mata

heiy!
setan itu setan!
mengapa kau turuti bisikannya??
sudah bagus dia diam tak meresponnya.
dia tahu, dan dia mengingatimu, dengan caranya.. [ :’) ]

aku malu,
malu dengan Tuhanku dan diriku (dengan dia juga sih)
betapa bodohnya aku
benteng iman yang kubangun mudah sekali runtuh!
Rabbi.. ampuni Aku [ 😥 ]

***

sungguh kami belum saling kenal satu sama lain.
namun, ikatan hati yang DIA anugerahkan kepada kami,
membuat kami mudah saling mengenal tanpa kami menceritakan diri-diri kami,
dapat saling memahami tanpa saling bicara.
dapat saling mengerti tanpa kata-kata.
dia pernah berkata;
“kamu itu tau sebenernya apa yang ga aku ungkapkan”
hebat bukan? [ 😀 ]

ikatan hati yang Allah anugerahkan itu,
mungkinkah ini pertanda?
mengapa aku begitu yakin?
ketika ragu itu melanda,
ada saja,
yang DIA tunjukkan padaku,
untuk mengembalikan kembali yakinku,
kemantapan hatiku padamu.

Dan,
DIA berkata dalam fitrahku;
sabarlah.. kamu hanya perlu melalui ini semua dengan tenang dan sabar.
Ingat, AKU Mengetahui sedang kau tidak mengetahui.
AKU tahu waktu yang tepat untukmu.

maka tersungkurlah aku dalam sujudku,
lunturlah tangisku malam itu,
melawan ragu dan prasangka yang menyulut kalbu,
hingga akhirnya kulelah menangis dalam syahdu,
ku tertidur di atas sajadah lusuhku.

Rabbi.. Engkau begitu sayang padaku.
Sungguh jangan pernah KAU tinggalkanku,
Aku lemah tanpa-Mu
Aku ada dalam Genggaman-Mu
Berlaku atasku takdirku
Engkaulah satu-satunya bagiku
Maafkan aku yang telah melangkahi (mendahului takdir)-Mu
Ampuni aku yang tersesat oleh nafsu
Allahu Rabbi.. Aku mencintaimu.. { T_T }

Bila dia memang pilihan-Mu
aku yakin, Engkau akan menyiapkan jalannya,
aku hanya ingin ridho-Mu..
aku hanya ingin ridho-Mu Yaa Rabb..

28 November 2013
Jakarta

Aku Masih di Sini

Kutemukan kenangan kita,
dari sejak kau memutuskan untuk pergi tanpa kata.
Maka, masih ingatkah kau, Cinta?

Atas semua perkataan tidak menyenangkan dan menyakitkan
yang sudah kau berikan padaku,
bukankah seharusnya aku yang berlalu?
Namun aku masih di sini.
Aku toh masih setia di sini.

Atas semua luka yang kau berikan padaku,
sengaja atau tidak sengaja,
bukankah seharusnya aku yang memilih berpamitan dengan segera?
Aku, bukan kamu.
Namun aku masih di sini.
Aku tak pernah berniat pergi.

Atas semua kesalahan yang kau sebut adalah ulahku,
dan kebenaran yang kau akui adalah milikmu.
Bukankah seharusnya kau yang berdiri tegar dan tidak gentar?

Karena jika aku yang salah dan kau yang benar,
mengapa justru kau yang pergi dan menghindar?

Mungkin hidup memang bukan hanya tentang benar dan salah,
namun hidup sudah pasti tentang kejelasan atas apapun yang sudah kau putuskan.
Maka aku memutuskan untuk tetap tinggal di sini.
Barangkali saja nanti, kau akan mengerti.

Kalibata, 1 April 2013
– Tia Setiawati Priatna

sederhana saja..

793-bahagia-itu-sederhana-sesederhana-aku-dan-kamu

bertemu denganmu adalah takdir bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
bersahabat denganmu adalah hadiah istimewa bagiku

aku ingin menjadi sahabat yang sederhana buatmu
se-sederhana matahari di pagi hari yang menyinari bumi
se-sederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
se-sederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
se-sederhana hujan yang membasahi rerumputan

aku tidak ingin menjadi yang istimewa buatmu
seperti raja dengan segala dayang-dayangnya
seperti jendral dengan segala tentaranya
seperti presiden dengan segala jajarannya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita dipertemukan dengan cara-Nya
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita berpegangan tangan dan berlari untuk merasakan ke-Agungan-Nya
semudah kita saling memberikan kepercayaan dan menjaganya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita bertengkar dan merebutkan sesuatu
semudah kita menangis dan mengalah (mendahulukan sahabatnya)
semudah kita melepaskan untuk saling menguatkan
semudah kita menyembunyikan rasa sakit hati untuk kebahagiaan sahabatnya
semudah kita mendahulukan ego untuk sebuah rasa atau logika

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

seperti pertemuan kita..
seperti perpisahan kita..
seperti goresan kisah yang telah kita lalui bersama..
seperti kenangan yang tiada bosan untuk tetap tinggal..

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

seperti nasehat yang mengiringi curahan hati
seperti piutang yang menjadi sebuah “budi”
seperti teladan yang mempengaruhi perubahan diri
seperti tangisan yang menyayat hati

kita..
adalah sebuah kisah yang belum sampai pada cerita akhirnya
adalah perjalanan waktu yang dipisahkan oleh jalan kisah-Nya
adalah sebuah pulau yang siap untuk dikunjungi namun tidak dikotori
adalah sekuntum bunga yang tidak mekar merekah dengan sendiri

kamu..
adalah bagian dari proses pencarian jati diri
adalah puzzle kehidupanku, jika tanpamu maka tak akan pernah menjadi lengkap
adalah lukisan yang belum usai dengan segala warnamu diatas kanvas diri
adalah kehangatan dan kenyamanan dalam setiap pelukan lembutmu

aku..
adalah orang yang Allah kirimkan untuk bertemu dan menjalin kisah denganmu
adalah orang yang ingin mengingatimu dalam kesederhanaan
adalah orang yang peduli dan tak lepas mendo’akan kebaikan untukmu
adalah orang yang sederhana untuk menuliskan tulisan yang sederhana ini..

sahabat..
maukah kamu berbagi kasih denganku?
maukah kamu menyebut namaku dalam untaian doamu?
maukah kamu mengingatku dengan sederhana?

walau..
entah sedalam apa dan bagaimana kamu menyimpan rasa kesal dan benci padaku?
entah bagaimana kamu dapat memaafkan segala khilaf dan salahku?
entah sejauh dan sedalam apa kamu mengenalku..
entah sebesar apa pengorbanan dan rasa sayang yang telah kamu lakukan dan berikan untukku..
entah kapan, dimana, dan dengan cara apa (mungkin) kita akan dipertemukannya kembali…

Senin, 1 April 2013

Jakarta