Tag Archives: hikmah

Semangat dari Nenek berkerudung kuning kunyit

menjelang istirahat siang mari dengar cerita pagiku hari ini, hhee..

Di stasiun Depok Baru, seperti biasa saya menunggu kereta jurusan Tanah Abang di peron. Datanglah seorang nenek tua (umur 80 th) duduk disamping saya, beliau bertanya “kereta yang ke tanah abang belum lewat ya dek?”, “belum nek”. Nenek ini membawa dua tas jinjing dan satu kantong kresek berisi kerupuk.

“Nenek mau kemana?”, lanjut saya. “Mau ke kali deres, nanti transit di Duri” balasnya. “Mau pulang apa ingin main nek?”, “mau pulang, abis dari rumah anak di Depok”. Kok anaknya atau cucunya ga nganterin aja yah nenek ini pulang ke rumahnya? sudah tua malah dibiarkan pulang sendiri jauh pula, batinku.

“Nanti ada nek yang ke tanah abang jam 7:16, yang 6:57 tadi sudah lewat, nanti bareng saya aja, saya juga searah”, “ooh iya..”. Di sebelah kiri nenek itu ada juga mba-mba lebih tua sedikit dariku usianya ikut menyimak percakapan kami. Ketika kereta tiba, sudah ku duga pasti penuh, dan akhirnya saya, nenek, dan mba kerudung ungu itu tidak jadi naik, kami berpikir untuk naik kereta selanjutnya 7:29. Pagi tadi semua keberangkatan terlambat, dan kamipun duduk kembali.

Tibalah kereta yang kami tunggu, walau penuh, sepertinya memungkinkan kami untuk naik. Tanpa ada koordinasi kami langsung membagi tugas agar nenek dapat masuk kereta tersebut, karena kereta yang selanjutnya ada jam 09:00, mba kerudung ungu mencari jalan terlebih dulu untuk menyarikan bangku untuk nenek (tidak ada yang kosong pastinya, tetapi pasti ada yang mau mengalah untuk memberikan tempat duduknya untuk nenek-nenek setua itu), dan saya membawa tas jinjing nenek. Alhamdulillah dapat juga akhirnya. Nenek itu sempat berkata padaku, “yaah, adek berdiri”, “gpp nek, udah biasa “.

Di dalam kereta saya lupa sudah sampai stasiun mana, saya dapat duduk disamping nenek, saya pangku tas jinjing beliau, kami pun ngobrol lagi, kini samping kanannya ada ibu-ibu yang ingin pergi ke tanah abang bersama teman-temannya. Pertanyaan mau kemana terulang lagi dan jawabannyapun sama.
“Dari Duri nanti nyambung lagi yang ke Tangerang, turun di Kalideres, dari Kalideres nyambung satu kali angkot lagi”, kata nenek.
“Ooh, emang anaknya kemana nek?”, tanya ibu disamping kanan nenek. “Anak, mantu, cucu pada kerja semua”,
“nah, ga sekalian aja berangkat kerja bareng nek?”,
“dari muda udah biasa sendiri ko”,
“kalo ketempat anak sebulan apa seminggu nginep nek?”,
“dua malem aja, kemarin abis dari pengajian di at-thahiriyah, skalian mampir ke depok”,
“oo, orang jaman dulu kuat-kuat ya nek, coba tanya sama mba yang disamping, anak-anak jaman sekarang apa-apa udah ngeluh capek, sakit”,
*aku ikut tersenyum aja, okelah gpp, maklum ibu-ibu, bukan tempatnya untuk membela diri, ga semuanya begitu kok nek, batinku.
“Dido’ain sehat terus yaa nek”, timpalku.
“Aamiin..”, kata nenek.
“Adek kerja apa kuliah? turun dimana nanti?”, tanya nenek.
“Aku kerja nek, nanti turun di Karet”.
“Umur berapa sekarang?”
“23 nek”, sambil nyengir polos.
“Cucu nenek umur 21 udah punya anak satu”.
“Allah belum kasih jodohnya nek, do’ain aja, hhe”.
Dan Keretapun tiba di stasiun Karet, aku beranjak bangun dan menaruh tas jinjing nenek disampingnya, nenek itu memberikan tangannya dan mengucapkan terimakasih padaku. Ku sambut tangan itu, ku cium dengan santun. “Hati-hati ya nek”, pamitku. “Iya, selamat bekerja ya dek”, sambarnya. Ku tatap wajah nenek itu tersenyum, adem, hangat, seperti seorang ibu yang melepas anaknya berangkat kerja dan memberikan semangat, ku balas senyumannya yang tulus itu, “Siap nek “.
Pagi ini, aku mendapatkan semangat dan senyuman khas dari seorang nenek berkerudung kuning kunyit  .

Yaa Allah, jadikanlah akhir hayatnya bahagia disisi-Mu, karuniakanlah kesehatan dan keimanan untuk terus mensyukuri setiap bait kehidupannya, jadikanlah kerukunan antar anak-cucunya ketika sepeninggalnya.

Yaa Allah, beri aku daya untuk dapat berbakti kepada orang tuaku hingga akhir usia, semoga aku bukan termasuk anak yang menyia-nyiakan orang tuanya dipenghujung usianya Yaa Rabb..

#Cerita #Pagi — at Kereta Commuter Line Bogor Jakarta.

Jakarta, 25 September 2013

Karet Tengsin