Tag Archives: islam

Sejak jaman Nabi Adam sampe Nabi Muhammad | yang ditegakkan adalah Tauhid | karena itu pondasi | bila kuat dan benar | insyaAllah tak tergelincir.

_1000bulan

Advertisements

Kumpulan Kultwit SHOLAT ust. @syarifbaraja

tumblr_mtjc7kN9621r6muq8o1_500

Sholat adalah hal yang dihisab pertama kali. Berikut adalah Kumpulan kultwit (semacam kultum via twitter) tentang sholat dari akun twitter ust. Syarif Baraja. Selamat menikmati dan mengamalkan pemirsah 🙂 Semoga bermanfaat!

Bagaimana Shalat kita..? [22 Sep]

1. Sudahkah shalat membuat kita bahagia? Atau jiwa kita masih resah setelah selesai shalat?
2. Sudahkah hati kita merasa gembira ketika membaca Al Qur’an dalam shalat, atau membaca dzikir2 shalat?
3. Sudahkah jiwa kita terasa adem setelah kita shalat? Atau tetap gundah dan gelisah?
4. Atau jiwa kita masih lapar setelah shalat, dan mendambakan makanan jiwa lainnya?
5. Ada sebuah hadits yang perlu kita renungkan, barangkali di situlah masalah kita dalam shalat selama ini.
6. Nabi -alaihisshalatu wassalam- melewati seorang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.
7. Lalu bersabda: jika orang ini mati, maka dia akan mati di luar ajaran Muhammad –alaihisshalatu wassalam-
8. Sempurnakan ruku’ dan sujud, permisalan orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya…
9. Adalah seperti orang lapar, yang hanya makan satu atau dua biji kurma, tidak membuatnya kenyang.
10. Hadits ini riwayat Abu Ya’la Al Mushili, dalam kitab musnad Abu Ya’la.
11. Bagaimana dengan ruku’ dan sujud kita? Bagaimana dengan kondisi shalat kita?
12. Jiwa kita kelaparan karena kita tidak menyempurnakan shalat. Kita seperti orang kelaparan yang makan sedikit.
13. Kita bersikap pelit pada jiwa kita sendiri, enggan memberi makan bagi jiwa kita sendiri.
14. Kita mencari makanan terbaik bagi fisik kita. Kita rela keluar uang tak sedikit untuk kuliner.
15. Kita makan dengan penuh selera sampai kenyang, dan pada akhirnya kita sakit karena terlalu banyak makan.
16. Sempurnakan ruku’ dan sujud kita dalam shalat. Sempurnakan seluruh gerakan shalat.
17. Ikutkan hati kita di dalam shalat, jangan hanya badan kita saja yang shalat, tapi hati kita lalai.
18. Hati pun ikut memahami dan meresapi bacaan shalat. Ingat, bacaan shalat bukan sembarang bacaan.
19. Kita menganggap sepele bacaan shalat karena kita tidak tahu maknanya, dan sering kita ulangi setiap hari.
20. Seolah-olah mulut kita otomatis mengucapkan bacaan-bacaan itu, kering tanpa makna.
21. Nabi mengibaratkan ruku’ yang tak sempurna sebagai makan yang sedikit. Jiwa masih kelaparan.
22. Memanjangkan ruku’ dan sujud, ibarat memberi makanan bagi jiwa hingga kenyang, dan tak lagi lapar.
23. Bacaan ruku’ dan sujud ibarat makanan bagi jiwa, menyuburkan iman pada Allah dalam jiwa kita.
24. Mari panjangkan ruku’ dan sujud, sambil merenungi isi bacaan. Hanya sekedar ruku’ panjang akan sia-sia.
25. Pahami makna bacaan shalat, lalu shalat dengan meresapi dan merenungi makna bacaan.
26. Nikmati iman yang merasuk dalam dada saat meresapi dan merenungi makna bacaan shalat.
27. Jangan malas untuk mulai menghafal makna bacaan shalat, jangan malas untuk kepentingan diri kita sendiri.
28. Mari kita paksa diri kita untuk mulai shalat yang mengenyangkan jiwa kita, membuat Allah makin cinta.
29. Mari kita paksa jiwa kita untuk menuju kebaikan, menuju shalat yang indah, yang membuat Allah ridho
30. Semakin indah shalat kita, Allah akan makin cinta, Allah akan makin meridhoi.
31. Ketika Allah cinta dan meridhoi kita, maka Allah akan selalu bersama kita, membimbing kita menuju sukses.
32. Jika Allah yang membimbing, siapa yang bisa menyesatkan kita? Siapa yang bisa membuat kita gagal?

Siapa kita..? [24 Sep]

1. Sadarkah kita bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan, bahwa ada yang menciptakan kita?
2. Sadarkah kita bahwa kita tidak menciptakan diri kita sendiri? Yang menciptakan kita adalah Allah.
3. Kita adalah ciptaan Allah, kita diciptakan sesuai dengan kehendak Allah. Sesuai dengan maunya Allah.
4. Allah tidak menciptakan kita sia-sia, alias tanpa ada tujuannya. Allah menciptakan sesuatu dengan tujuan.
5. Sadarkah kita bahwa ada tujuan bagi hidup kita? Atau kita merasa bebas tanpa ada tujuan keberadaan kita di dunia ini?
6. Tujuan Allah mencipta kita adalah agar kita mengabdi padaNya, bukan pada selainNya.
7. Tujuan Allah mencipta kita adalah agar kita taat padaNya, melebihi taat pada siapa pun jua.
8. Tujuan Allah mencipta kita adalah agar kita tunduk dan menghinakan diri di hadapan kekuasaan dan kebesaranNya.
9. Sudahkah kita tunduk pada kekuasaanNya? Sudahkah kita tunduk pada kebesaranNya?
10. Adakah ketundukan dan kepatuhan dalam jiwa kita? Atau kita merasa tidak perlu patuh pada Allah?
11. Atau kita merasa bahwa diri kita bebas, tidak ada perintah dan tidak ada larangan? Inilah paham liberalisme.
12. Ketika kita merasa bahwa kita bebas murni, tidak ada yang berhak mengatur dan melarang, kita tercemar paham liberal.
13. Apakah ada virus liberalisme dalam jiwa kita, yang mungkin benci pada liberalisme? Mari periksa diri.
14. Jika ditanya apakah engkau sudah tunduk dan pasrah pada Allah, pasti kita menjawab ya. Dengan penuh keyakinan.
15. Tapi jawaban itu perlu bukti, bukan sekedar jawaban dari mulut kita. Pernyataan tanpa bukti adalah dusta.
16. Sudahkah kita bisa membuktikan ketundukan kita pada Allah? Apa bukti ketundukan kita pada Allah?
17. Bukti ketundukan kita pada Allah adalah mentaati perintah Allah. Taat dan tunduk. Pasrah.
18. Tapi sebelum itu, harus ada perasaan tunduk dan pasrah pada Allah dalam jiwa ini. Harus ada rasa menyerah padaNya.
19. Tanpa ada ketundukan dalam dada, tanpa ada kepasrahan pada Allah dalam jiwa, maka badan tidak akan tunduk.
20. Salah satu tanda ketundukan kita pada Allah adalah dengan melakukan shalat. Bagaimana shalat kita?
21. Shalat adalah tanda keislaman seseorang, tanda ketundukan orang pada Allah. Barometer ketundukan kita pada Allah.
22. Shalat adalah kewajiban yang melekat pada nafas manusia. Selama manusia bernafas, shalat adalah wajib.
23. Sebagaimana kita wajib tunduk pada Allah setiap saat, shalat adalah bukti dari ketundukan itu.
24. Shalat mengandung bacaan berisi mengagungkan Allah, yang memperkuat ketundukan kita, membuat kita makin tunduk.
25. Tapi banyak dari kita yang tidak paham makna bacaan shalat, akhirnya shalat tidak membuat makin tunduk pada Allah.
26. Shalat tidak membuatnya tunduk lalu taat pada Allah, karena shalatnya tidak berkualitas bagus.
27. Shalat bertentangan dengan liberalisme, karena shalat merupakan simbol ketundukan pada Allah. Simbol penghambaan.
28. Sedangkan liberalisme adalah kebebasan mutlak, tidak mau taat dan tunduk kecuali pada diri sendiri.
29. Jika orang konsekuen dengan liberalisme, maka dia tidak akan shalat, karena shalat “membatalkan” liberalismenya.
30. Ada yang shalat tapi masih liberal, berarti dia tidak menghayati dan meresapi apa yang dibacanya dalam shalat.
31. Dia masih seperti burung beo yang bisa bicara, tapi tidak paham apa yang dibicarakannya.
32. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita tunduk pada Allah dengan melaksanakan shalat?
33. Apakah kita mau tunduk pada Allah? Atau kita masih tidak ingin diatur oleh aturan Allah? Masih ingin bebas ?
34. Hayati bacaan shalat, tadabburi lafaz-lafaznya, kita semakin tunduk pada Allah. Semakin tunduk dan merunduk.
35. Sampai kapan kita shalat tanpa tahu makna bacaan? Sampai kapan? Sampai mati? Sampai kapan? Sampai kapan?
36. Mengapa kita menunda mempelajari makna bacaan shalat? Sampai kapan kita menunda? Apa yang menghalangi kita?

Pertemuan istimewa [25 Sep]

Shalat adalah nikmat besar yang diberikan Allah pada kita. Mari kita sadari. Atau kita anggap shalat sebagai beban?
Dengan shalat kita bisa berdialog langsung dengan Allah. Kita berbicara langsung dengan Allah. Pemilik alam raya.
Bukan sekedar bertemu presiden, gubernur, walikota dan bupati. Tapi berbicara langsung pada Allah.
Bertemu walikota, bupati dan presiden lebih susah daripada bertemu Raja alam raya. Lebih mudah untuk bertemu Allah.
Tapi apakah kita sadar bahwa ketika kita shalat, kita sedang berbicara pada Allah?
Atau kita merasa shalat adalah membaca bacaan yang tanpa makna, sekedar mulut yang bergerak secara otomatis?
Bertemu pejabat kadang tak mudah. Bertemu Allah lebih mudah. Tapi kita kurang semangat.
Ampuni kami ini ya Allah.
Sebelum shalat, ingatkan diri bahwa diri ini akan menghadap Allah, pemilik langit dan bumi, yang menciptakan diri ini.
Allah Maha Kuasa. Apa yang terjadi pada kita adalah terserah Allah. Dia Maha Kuasa mampu mengatur hidup kita.
Shalat adalah nikmat Allah. Dia memberi kesempatan pada kita untuk bisa berdialog denganNya. Bukankah ini nikmat?
Jika kita ingin berdialog dengan Allah, maka tak perlu membayar, pintu kesempatan telah dibuka. Gratis.
Apakah dalam hati kita tak terbetik kerinduan pada Allah? Apakah tak terbetik keinginan untuk bicara padaNya?
Atau kita sudah sibuk mengejar dunia, sementara kita enggan pada Penguasa dunia?
Apakah kita merasa menguasai dunia?
Dalam shalat kita bisa mencurahkan isi hati kita pada Allah. Mencurahkan kerinduan padaNya.
Tapi kita memilih yang lain, dan enggan pada Allah, Penguasa dunia dan akhirat.
Kita memilih yang lain.
Sungguh shalat merupakan hadiah dari Allah pada kita. Tapi kita enggan menerima hadiah itu. Kita memilih yang lain.
Apakah kita gembira mendapatkan hadiah dari manusia, tapi tak bahagia mendapatkan hadiah dari Allah?
Allah sudah terbukti memberi kebaikan bagi kita. Sudah memberi kita mata, hidung, jantung dan lambung. Manusia?
Manusia belum terbukti kebaikannya. Bisa jadi memberi kita sesuatu atas niat tertentu. Tapi Allah tidak. Allah Maha Baik.
Seluruh shalat, gerakan dan bacaannya, adalah hadiah dari Allah. Harus kita terima. Hadiah dari Allah pasti indah.
Ada bacaan Al Fatihah, yang mana Allah sendiri langsung menjawabnya. Seperti diceritakan Nabi Muhammad.
Ada ruku’, saat kita menghinakan diri, tunduk kepada Allah, saat kita mendekat padaNya dengan merendahkan diri padaNya.
Ada sujud, posisi terdekat kita dengan Allah. Saatnya untuk berdoa dan mengeluhkan segalanya padaNya.
Tak seperti pejabat yang perlu ajudan, Allah mampu mendengar semua doa yang dipanjatkan seluruh manusia.
Allah berbeda dengan pejabat dunia. Allah Maha Kuasa, sedangkan pejabat dunia tidak.
Allah mampu menjawab semua doa hambaNya. Mampu mengabulkan semua permintaan tanpa kesulitan. Tapi mengapa kita enggan?
Gunakan kesempatan bertemu Allah dengan baik. Gunakan untuk mendekat padaNya.
Atau kita tak ingin mendekat?
Ketika kita menanamkan di dada, bahwa shalat adalah perjumpaan dengan Allah, maka shalat akan terasa manis.
Atau kita sudah nyaman dengan manisnya dunia yang menipu ini, hingga tak semangat untuk merasakan manisnya shalat?
Ketika kita berdiri shalat, kita berbicara dengan Sang Pemilik segalanya. Segala yang kita inginkan adalah milikNya.
Insya Allah perbincangan kita sambung esok hari, masih banyak yang ingin kita bahas tentang shalat. Semoga Allah mudahkan.

Menyerap gizi Shalat [26 Sep]

1. Ada yang menarik dari gambaran Ibnul Qayyim tentang shalat. Sungguh menarik dan penuh makna.
2. Ibnul Qayyim menggmbarkan shalat adalah seperti hujan yang turun ke bumi, membasahi tanah, menumbuhkan pepohonan.
3. Jiwa kita ibarat pohon. Jika pohon sering disiram hujan, maka pohon akan subur, dahannya akan basah.
4. Ketika dahan pohon selalu dalam kondisi segar, maka akan lentur, mudah digerakkan kesana kemari.
5. Begitu juga jiwa manusia, ketika segar dengan tauhid, mengenal Allah, dzikir, doa, maka akan segar.
6. Jiwa yang segar akan kuat menanggung beban perintah Allah, mengerjakan apa yang dicintai Allah.
7. Karena perintah Allah adalah beban yang harus ditanggung jiwa, yang harus dilaksanakan oleh manusia.
8. Ingatlah kembali bahwa tugas manusia di dunia ini adalah untuk taat pada Allah. Kita tidak diciptakan sia-sia.
9. Maka buah dari ibadah akan bermunculan, sesuai dengan kondisi dahan dari pohon itu.
10. Semakin sehat pohon, maka buahnya akan semakin bagus. Begitu juga dengan hati yang tersiram tauhid dan dzikir.
11. Semakin basah dengan siraman tauhid, dzikir, siraman cinta pada Allah, maka akan semakin subur hati ini.
12. Dari mana kita mendapatkan siraman yang menyehatkan hati, yang membuat hati segar ?
13. Siraman ini kita dapatkan dari shalat. Dalam shalat, kita memberikan siraman gizi pada jiwa kita.
14. Dari mana kita menyerap gizi bagi jiwa kita dalam shalat?
Dari mana shalat menjadi hidup?
15. Hati kita menyerap gizi dari bacaan shalat dan gerakan shalat. Ingat kembali tujuan utama shalat, yaitu dzikir.
16. Hati kita menyerap gizi dari bacaan Al Qur’an yang kita baca dalam shalat.
Itulah ruh shalat, yaitu dzikir.
17. Gizi yang akan didapat oleh hati kita dari shalat, tergantung peresapan kita terhadap bacaan shalat.
18. Ketika kita shalat dengan khusyu, kita meresapi bacaan shalat, kita fokus pada makna bacaan shalat,
19. Maka hati akan menyerap gizi dari shalat dengan sempurna. Hati kita menyerap gizi shalat dengan maksimal.
20. Tapi jika kita shalat tanpa menyerap gizi dari bacaan shalat, bukankah hati kita akan kering dan meranggas?
21. Bukankah kita ingin agar bisa menyerap gizi shalat dengan sempurna? Atau kita sekedar ingin melepas kewajiban ?
22. Maka mulai sekarang kita harus menanamkan tekad untuk mempelajari makna bacaan shalat.
23. Bertekadlah untuk bisa shalat dengan sempurna, untuk bisa menyerap gizi shalat sebanyak mungkin.
24. Ketika Allah mengetahui tekad kita, Insya Allah akan membuka jalan untuk kita. Entah dari mana.
25. Allah Maha Baik, menuntun hambaNya yang memiliki niat dan tekad menuju kebaikan.
26. Apalagi tekad untuk memperbaiki shalat, tekad kuat untuk bisa mendekat kepada Allah lebih dekat lagi.
27. Apalagi tekad untuk bisa melakukan shalat, salah satu amalan terbaik yang paling dicintai oleh Allah.
28. Apakah Allah akan menghinakan hamba yang bertekad untuk mendekat padaNya?
29. Apakah Allah mengecewakan hambaNya yang ingin memperbaiki diri, untuk meraih ridhoNya?
30. Jangan lupa untuk memanjatkan doa, agar kita bisa shalat dengan maksimal, guna meraih meraih rahmat dan ridhoNya.

Hidangan istimewa [27 Sep]

1. Shalat adalah hidangan dari Allah, bagaikan hidangan dari Allah, hidangan dengan berbagai makanan.
2. Allah memanggil kita untuk menikmati hidangan itu 5 kali sehari. Hidangan untuk hati kita.
3. Bagaimana sikap kita pada hidangan Allah? Apakah kita menyambut hidangan Allah dengan gembira?
4. Shalat bagaikan hujan yang menyegarkan hati, bagai makanan bergizi yang menghidupkan jiwa ini.
5. Makanan dan gizi hati lebih penting daripada makanan dan gizi jiwa. Jauh lebih penting. Lapar jiwa lebih berbahaya.
6. Jika hati tidak mendapatkan gizi dan asupan yang cukup, maka bagaikan tanah yang tak terkena hujan.
7. Hati bagai pohon yang kering dahannya. Jika dahan kering, maka akan mudah patah. Hanya bisa untuk kayu bakar.
8. Rahmat Allah akan turun pada kita, sesuai dengan kadar dzikir dan shalat kita. Bagaimana dzikir kita saat ini?
9. Semakin bagus shalat kita, semakin bagus dzikir kita, maka rahmat Allah akan semakin banyak turun.
10. Ketika kita lalai dari shalat, maka hati ini akan kering kerontang. Makin bahaya jika hujan lama tak turun.
11. Maka tanah bisa mati, dan tidak bisa ditumbuhi pepohonan lagi. Begitu juga hati yang lama tak tersentuh gizi.
12. Hati akan mati, naudzubillah, dan pohon iman tidak bisa tumbuh lagi di hati, karena sudah terlalu lama mati.
13. Seperti pohon yang kering, karena lama tidak mendapatkan asupan air, tukang kebun akan memotong dan membakarnya.
14. Begitu juga hati kita nantinya, ketika kering dari hidayah, kita akan dibakar nanti di neraka. Naudzubillah.
15. Bukankah cita tertinggi kita adalah terhindar dari neraka, dan tinggal di dalam sorga?
16. Atau puncak cita-cita kita tak lebih dari dunia yang fana, dunia yang menipu kita?
17. Keringnya hati dari hidayah adalah lalainya kita dari dzikir pada Allah. Shalat berisi rangkaian dzikir.
18. Ingat, kita berbicara keringnya hati, bukan keringnya lisan. Bisa jadi lisan berucap dzikir, tapi hati lalai.
19. Bisa jadi lisan basah oleh dzikir, tapi hati kering. Begitu juga shalat, lisan membaca, tapi hati entah kemana.
20. Bagaimana dengan kita? Sudahkah Al Qur’an dan dzikir membasahi hati kita? Atau hanya lisan yang basah?
21. Dzikir yang dibaca dalam shalat, sudah semestinya menyuburkan tauhid dan iman dalam hati kita.
22. Karena keringnya hati adalah ketika hati kering dari tauhid, kering dari iman pada Allah. Kering dari hidayah.
23. Shalat membuat hati basah oleh iman dan tauhid, yang diserap melalui bacaan dzikir yang ada dalam shalat.
24. Iman dan tauhid itulah yang akan memperkuat jiwa kita, bagai makanan menguatkan badan kita.
25. Ketika jiwa mendapat asupan gizi, maka menjadi kuat dalam mengemban tugas ilahi yang jadi kewajiban kita..
26. Jiwa yang kuat adalah dari meresapi dan merenungi makna bacaan yang kita baca dalam shalat.
27. Ketika jiwa kita kuat, maka kita akan mampu melaksanakan tugas-tugas ilahi, melaksanakan perintahNya.
28. Ketika kita melaksanakan perintah Allah, mengabdi pada Allah dengan sebenarnya, maka iman dan takwa meningkat.
29. Ketika jiwa telah kuat oleh iman dan takwa, maka pertolongan Allah pun akan menaungi kita.
30. Segala urusan kita, di dunia dan akherat, akan mudah oleh pertolongan Allah. Bukankah ini yang kita inginkan?
31. Ingat, segalanya adalah milik Allah. Jika Allah menolong kita, tidak ada yang bisa menghalangi sukses kita.
32. Bukankah kita ingin menggapai kekuatan jiwa, kita ingin menjadi powerful dalam hidup ini?
33. Allah telah menunjukkan jalannya, apakah kita ingin menempuhnya? Atau kita ingin mencari dari jalan lain?
34. Kita mencari kekuatan jiwa dari jalan lain, kita tinggalkan jalan dari Allah yang Maha Kuasa, Maha Tahu.

Shalat dan rezeki [28 Sep]

1. Adakah hubungan antara shalat dan rejeki? Ini pertanyaan yang sangat menarik. Mari kita bahas bersama malam ini.
2. Ada sebuah ayat Al Qur’an yang menjelaskan hubungan ini dengan begitu jelas dan gamblang.
3. Firman Allah dalam surat Toha ayat 132: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat
4. dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rejeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rejeki kepadamu.
5. Dan akibat [yang baik] itu adalah bagi orang yang bertakwa. [QS. Thaha: 132]
6. Ayat ini seolah berpesan pada kita untuk tidak memfokuskan pada rejeki, pesan bahwa rejeki bukan fokus utama hidup.
7. Ayat ini menerangkan fokus yang lebih utama daripada rejeki, yaitu fokus pada mendirikan shalat
8. Ingat, mendirikan shalat berbeda dengan sekedar melakukan shalat. Mendirikan shalat lebih dari sekedar melakukan.
9. Melakukan shalat adalah sekedar melakukan shalat, meski tanpa khusyu, tanpa tadabbur, tanpa meresapi bacaan shalat.
10. Seperti ini sudah bisa disebut melakukan, tapi belum bisa disebut mendirikan. Mendirikan terkait banyak hal.
11. Mendirikan harus dengan memahami bacaan shalat dan meresapi bacaan shalat. Bukan asal baca. Bukan asal shalat.
12. Tapi shalat yang menumbuhkan tauhid dan iman di dalam dada, shalat yang menimbulkan tawakkal dan takwa pada Allah.
13. Apakah shalat yang dilakukan secara asal bisa mempertebal tauhid, iman dan tawakkal dalam dada?
14. Membaguskan shalat, inilah yang diinginkan Allah dari kita. Tidak ingin kita fokus pada mencari rejeki.
15. Apakah kebanyakan manusia berfokus pada apa yang diinginkan Allah? Atau mereka fokus pada keinginan diri?
16. Allah Maha Pengasih dan Penyayang, menyayangi kita semua, menunjukkan pada fokus yang benar dalam hidup.
17. Seolah Allah berkata pada kita: perbaguslah shalatmu, rejeki akan kuberikan kepadamu. Allah yang berjanji memberi.
18. Apakah Allah akan mengingkari janjiNya? Apakah Allah akan mengingkari ucapanNya?
19. Tidak. Allah tidak mengingkari janji. Allah Maha Benar, segala ucapanNya adalah mutlak benar.
20. Ketika orang memfokuskan diri pada memperbaiki shalat, maka janji Allah akan terlaksana. Rejeki akan datang.
21. Dia akan mendapat rejeki dengan mudah. Allah sendiri yang akan memberinya, dari jalan yang dipilihNya sendiri.
22. Jika Allah sudah berkehendak memberi banyak, adakah yang bisa mengurangi? Adakah yang bisa mencegah kehendak Allah?
23. Allah yang memiliki rejeki, Allah yang membaginya pada kita. Kewajiban kita adalah menunaikan perintahNya.
24. Allah tidak akan menyia-nyiakan mereka yang melaksanakan perintahNya. Apakah kita masih ragu?
25. Penuhilah perintah Allah, yaitu memerintahkan keluarga untuk mendirikan shalat, & bersabar dalam mendirikan shalat.
26. Bersabar. Jangan lupakan kata ini. Sabar itu pahit rasanya. Tapi akibatnya amat manis.
27. Perintah Bersabar dalam mendirikan shalat. Allah memberitahu kita bahwa mendirikan shalat itu bukan mudah.
28. Artinya perintah untuk memperbagus shalat, dan mendirikan shalat dengan baik. Ini susah. Perlu sabar.
29. Jika memang mendirikan shalat itu mudah, semudah mendengar musik, maka tidak perlu bersabar, karena mudah.
30. Mendirikan shalat semampu kita, berusaha sekuat tenaga, dan bersabar dalam usaha memperbagus shalat.
31. Dan Allah tidak akan mengingkari janjiNya, rejeki akan datang kepada kita. Allah yang mengantar. Percayalah.
32. Tapi rejeki tidak akan turun dari langit, kita tetap harus bekerja mencarinya di bumi. Harus tetap bekerja.
33. Bekerja mencari rejeki sambil tetap fokus pada shalat, berbeda dengan fokus mencari rejeki tapi tetap shalat.
34. Tapi amat berbeda, ketika kita mencari rejeki tanpa bantuan Allah, dan ketika Allah membantu kita bekerja.
35. Kapan kita ingin memperbagus shalat kita? Apa yang menghalangi kita dari memperbagus shalat?
36. Penjelasan shalat dan rejeki masih bersambung. Simak esok malam insya Allah. Semoga manfaat dunia akhirat. Amin.

Shalat membuat rezeki jadi mudah [29 Sep]

1. Ada kisah yang indah, menjelaskan tentang hubungan Al Qur’an dan rejeki, yaitu kisah Maryam. Mari kita bahas bersama.
2. Ibu Maryam menazarkan anaknya untuk ibadah & berkhidmat pada Masjidil Aqsha. Maryam dipelihara oleh Nabi Zakaria,
3. Maryam mengisi hidupnya dengan ibadah. Dia shalat di tempat yang disebut mihrab. Mihrab artinya tempat shalat.
4. Dalam bahasa sekarang, mihrab adalah Mushala, tempat khusus untuk beribadah/shalat di dalam rumah.
5. Setiap Nabi Zakaria masuk ke mushalanya, selalu melihat makanan. Padahal tidak mengantar makanan ke situ.
6. Dan makanannya pun bukan sembarang makanan. Dalam tafsir dijelaskan bahwa Maryam mendapatkan buah di luar musim,
7. Ketika musim dingin, Maryam mendapatkan musim panas, ketika musim panas, Maryam mendapatkan musim dingin. Menarik.
8. Dan yang menarik lagi, dalam teks ayat tercantum dengan tegas kata rejeki. Lihat surat Ali Imran 37.
9.Nabi Zakariya heran, dan bertanya: Dari mana ini wahai Maryam? Maryam menjawab: ini adalah dari Allah.
10. Lalu Allah menambahkan dalam ayat: Innallaha yarzuqu man yasyaa’u bighairi hisaab. Lihat Ali Imran: 37
11. Allah memberi rejeki bagi siapa yang dikehendaki tanpa perhitungan. Ini jelas. Kehendak Allah pasti terjadi.
12. Dalam ayat ini jelas sekali hubungan shalat dan rejeki. Maryam memperbanyak shalat dalam hidupnya.
13. Allah pun memberinya rejeki tanpa dia harus mencari, tanpa bekerja. Malaikat langsung turun.
14. Kisah ini memperkuat apa yang telah dijelaskan, yaitu Allah menjamin rejeki bagi mereka yang memperbagus shalat.
15. Bukankah Allah menepati janjiNya? Atau kita masih ragu pada janji Allah?
16. Apakah kita percaya pada janji sukses dari motivator, tapi ragu pada janji sukses Allah?
17. Maryam mengisi hidupnya dengan shalat, Allah memberinya rejeki langsung dari langit
18. Bukankah kita ingin dapat rejeki dengan mudah? Kita bisa dapat rezeki dengan mudah, jika Allah menghendaki.
19. Maka lakukanlah apa yang digariskan Allah, maka Allah akan memenuhi janjiNya.
20. Perintah Allah bukan sekedar melakukan, tapi mendirikan. Sudahkah kita paham arti mendirikan shalat?
21. Mendirikan mencakup tiga unsur, yaitu benar, panjang, dan banyak. Ini tiga unsur yang harus ada.
22. Begitu juga dengan unsur-unsur penunjang lain yang harus ada dalam shalat. Ini penting untuk kita tahu.
23. Mendirikan shalat bukanlah mudah. Tapi ketika kita laksanakan, rezeki kita akan datang dengan mudah.
24. Jika kita shalat dengan mudah, tanpa perlu memaksa diri dan bersusah payah, maka rejeki akan susah kita cari.
25. Mari kita pilih, mudah shalat, tapi susah cari rejeki, atau susah shalat, tapi mudah cari rejeki.
26. Meski rezeki akan mudah kita cari, tapi tetap kita harus bekerja. Itulah perintah Allah.
27. Tapi pekerjaan kita jadi mudah, karena Allah membantu kita. Jika Allah sudah membantu, siapa yang bisa menghalangi?
28. Apakah kita ingin dibantu Allah dalam pekerjaan kita? Atau kita ingin mengerjakan semua sendirian?
29. Maka mulailah menempuh jalan Allah, yaitu jalan shalat dengan susah payah, shalat dengan sabar.
30. Insya Allah masih berlanjut lagi bahasan tentang shalat dan rezeki, semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Shalat untuk mendatangkan rezeki..? [30 Sep]

1. Masih ada yang menarik dari kisah Maryam dan rezeki yang turun padanya di mushallanya. Cek lagi QS Ali Imran : 37.
2. Ibu Maryam bernadzar bahwa anaknya nanti adalah untuk beribadah dan berkhidmat pada Masjidil Aqsha.
3. Ibu Maryam memenuhi nadzarnya, meski anaknya adalah perempuan. Nadzar memang harus dipenuhi.
4. Maryam pun beribadah dan berkhidmat pada masjidil Aqsha, memiliki tempat khusus untuk shalat.
5. Bagaimana tatacara shalat menurut syariat yang berlaku di zaman Maryam, yang sezaman dengan Nabi Zakaria?
6. Itu tak penting untuk kita ketahui. Yang penting adalah melaksanakan shalat. Itu yang Allah beritahukan kepada kita.
7. Dan Allah hanya memberitahukan hal yang penting dalam Al Qur’an, yang berguna bagi kita. Tidak mendetil tanpa manfaat.
8. Maryam shalat di mushallanya, dan malaikat menurunkan makanan. Ada sebuah pertanyaan penting tentang hal ini.
9. Apakah Maryam shalat agar Allah menurunkan makanan, atau mencari keridhoan Allah dengan memenuhi nadzar?
10. Ini pertanyaan penting, karena banyak salah paham tentang kaitan shalat dan rezeki.
11. Akhirnya terjadi salah paham bahwa shalat adalah cara untuk mencari rezeki, dan rezeki menjadi tujuan utamanya.
12. Sehingga niat dan keinginannya dalam shalat adalah agar Allah menurunkan rezeki.
13. Itulah niat utamanya. Itulah tujuan utamanya. Bukan Lagi mencari keridhoan Allah, bukan agar Allah sayang.
14. Dia tidak ingin keridhoan Allah. Tidak memikirkan agar Allah sayang padanya, tidak berpikir Allah merahmatinya
15. Shalat adalah untuk mendekatkan diri pada Allah. Sebagai sarana mencari iman dan meningkatkan takwa.
16. Takwa dan iman akan meningkat ketika kita merenungi dan meresapi makna yang tersimpan di balik bacaan shalat.
17. Shalat adalah sarana untuk berbincang dengan Allah, untuk menjadi dekat dengan Allah, mencari keridhoan Allah.
18. Ketika iman dan takwa meningkat, maka Allah akan menolong kita. Ingat kembali QS At Thalaq : 2.
19. Siapa yang bertakwa pada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar. Allah sendiri yang memberi jalan keluar.
20. Bukan hanya jalan keluar dari masalah, tapi ditambah rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
21. Seperti Maryam yang mendapat rezeki dari jalan yang tidak pernah terbayangkan, tidak pernah direncanakan. Dari langit.
22. Jika Allah sudah memberikan jalan keluar, apakah ada makhluk yang bisa menghalangi?
23. Jika Allah sudah berkehendak memberi, rezeki bisa datang dari jalan yang tidak disangka-sangka. Percayalah.
24. Shalat adalah kewajiban ibadah, bukan cara untuk mencari uang. Jika kita beribadah dengan benar, Allah akan memberi.
25. Apakah Allah akan menyia-nyiakan hambaNya yang mengabdi dan mendekatkan diri padaNya?
26. Ketika hamba bersabar dalam shalat, maka Allah akan memberi rezeki. Salah satu rukun ibadah adalah ikhlas.
27. Jika hamba shalat dengan benar, maka Allah akan menurunkan rezeki, meski tanpa niat mencari rezeki dalam shalatnya.
28. Turunnya rezeki akibat sabar dalam shalat adalah akibat, bukan tujuan. Allah sudah menggariskan, takkan mengingkari.
29. Akibat adalah sesuatu yang terjadi bila tujuan tercapai. Kita shalat untuk ibadah pada Allah, bukan mencari harta
30. Apalah artinya harta ini dibandingkan ampunan Allah, rahmat dan ridhoNya?
31. Apakah harta dunia sudah lebih menarik bagi kita daripada ampunan, rahmat dan keridhoan Allah?
32. Jika kita bertujuan untuk mencari ampunan, rahmat dan ridhoNya melalui shalat, maka kita akan mendapatkannya.
32. Ditambah balasan Allah di dunia, yaitu rezeki yang sampai pada kita dengan mudah.
33. Tapi jika kita shalat dengan tujuan mencari rezeki, bisa jadi Allah memberikan rezeki, karena itu tujuannya.
34. Dia tidak mendapat ampunan Allah, rahmat dan ridhoNya, karena memang bukan itu yang diinginkannya dengan shalat.
35. Dia shalat dengan tujuan ingin mencari dunia, bukan mencari ampunan Allah, rahmat dan ridhoNya

Shalat meningkatkan iman dan tawakal [1 Oct]

1. Ada yang menarik, mengapa shalat berhubungan dengan rezeki? Ada ulama menjelaskan, kira simak.
2. Salah satu tujuan shalat adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan membaca bacaan shalat.
3. Bacaan shalat itu bukan sembarang bacaan, mengandung gizi yang sangat tinggi bagi jiwa. Meningkatkan iman.
4. Maka mereka yang sh alatnya benar, maka setelah shalat akan mengalami peningkatan iman dan takwa.
5. Syarat utama shalat agar menjadi ibadah yang diterima Allah, yaitu dikerjakan karena mengharapkan ridho Allah.
6. Tanpa adanya syarat itu, tidak jadi ibadah yang diridhoi Allah. Ini syarat utama. Harus benar tujuannya.
7. Allah menjanjikan jalan keluar bagi orang yang bertakwa, juga menjanjikan rezeki dari jalan yang tak disangka.
8. Dan shalat adalah meningkatkan takwa. Salah satu unsur takwa yang penting adalah keikhlasan tujuan, kemurnian goal.
9. Ketika takwa makin bertambah, maka memenuhi syarat bagi terpenuhi janji Allah. Dan Allah pasti memenuhi janjiNya.
10. Nah pertanyaannya, bagaimana dengan shalat kita? Apakah sudah meningkatkan kualitas takwa kita?
11. Kita sering dengar ajakan untuk meningkatkan takwa, tapi sudahkah kita tahu jalannya?
12. Meningkatnya takwa adalah ketika kita meresapi makna bacaan dalam shalat. Sudahkah kita?
13. Ketika kita meresapi keagungan Allah, iman kita aman makin bertambah. Makin yakin pada Allah.
14. Semakin iman meningkat, makin meningkat pula tawakal kita. Kita makin yakin bahwa Allah yang mengatur alam.
16. Semakin menghunjam keyakinan bahwa segala yang terjadi adalah kehendak Allah. Termasuk rezeki juga.
17. Semakin kita tawakal, semakin mudah datang rezeki pada kita. Siapa yang bertawakal pada Allah, maka Allah mencukupi.
18. Bagaimanakah tingkat tawakal kita kepada Allah? Apakah sudah tinggi? Atau masih rendah?
19. Hadits : jika kalian bertawakal pada Allah dengan sebenarnya, pasti Dia akan memberikan rezeki bagi kalian…..
20. Seperti memberi rezeki burung, yang berangkat di pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang dalam keadaan kenyang.
21. Syaratnya adalah tawakal. Yakin bahwa Allah yang memberi rezeki, hanya Allah yang bisa.
22. Ulama menjelaskan hadits di atas, yaitu dia akan mendapatkan rezeki dari upaya yang minimal, dari cara yang mudah.
23. Tapi syaratnya adalah tawakal. Yakin bahwa Allah lah yang memberi. Menyadarkan hanya kepada Allah.
24. Hati ini bersandar dan yakin pada Allah. Tidak bersandar pada makhluk yang menjadi sarana rezeki.
25. Sarana hanyalah syarat, tapi yang menentukan adalah Allah, Pemilik alam semesta, termasuk sarana itu.
26. Ketika iman meningkat, maka tawakal dan ikhlas akan meningkat pula. Inilah yang menjadi tujuan shalat.
27. Bagaimana shalat kita? Sudahkah menghasilkan peningkatan iman dan takwa? Sudahkah mempertebal ikhlas di dada?
28. Semakin tebal ikhlas, maka akan semakin dekat pada Allah. Dia hanya beramal untuk Allah semata. Makin mendekat.
29. Dia makin berharap pada Allah. Makin tak berharap pada makhluk. Makin menyandarkan semua hajat pada Allah.
30. Apa yang kita lakukan ketika shalat kita belum mempertebal ikhlas di dada? Diam saja, cuek, atau gelisah?
31. Sudahkah kita gelisah ketika shalat kita belum bisa meningkatkan iman dan takwa?

Interaksi langsung dengan Allah [3 Oct]

Setan amat berkepentingan untuk menghalangi manusia menjalankan shalat. Ada yang bisa jelaskan sebabnya?
Jika manusia kehilangan shalat, artinya dia kehilangan imannya. Maka setan giat menghalangi manusia shalat.
1. Kita lanjutkan perbincangan kita tentang shalat, semoga bermanfaat bagi kita semua.
2. Shalat adalah saat di mana kita berbicara langsung pada Allah. Sudahkah kita sadari?
3. Ketika orang tidak sadar bahwa ia sedang berbicara dengan Allah, maka shalatnya tidak akan terasa nikmat.
4. Shalatnya hanya berupa bacaan yang kering. Apalagi ketika tidak paham makna bacaan yang dibaca.
5. Kita shalat di bumi, yang ukurannya sangat kecil di alam raya ini. Apalagi ukuran kita manusia. Sungguh kecil.
6. Tapi Allah mendengar langsung bacaan kita. Mendengar bacaan yang kita baca dengan suara lirih.
7. Ketika shalat di masjid, kita tidak mendengar suara orang yang shalat di sebelah kita, tapi Allah mendengar.
8. Maka sadarilah bahwa ketika kita shalat, kita sedang bicara pada Allah, Sang Pemilik langit dan bumi.
9. Kita berdialog langsung dengan Allah, memanjatkan puji-pujian, memuji keagungan dan kesempurnaanNya.
10. Ketika kita membaca Al Fatihah, Allah langsung menjawab bacaan ayat-ayat Al Fatihah yang kita baca.
11. Sadarkah kita bahwa Allah menjawab Al Fatihah kita? Sadarkah kita bahwa Al Fatihah adalah sebuah dialog?
12. Kita tahu bahwa Allah menjawab Al Fatihah kita dari hadits Nabi di Shahih Muslim. Nabi yang memberitahu kita.
13. Ayat-ayat Al Fatihah mengandung makna-makna yang indah, makna-makna yang menambah iman kita pada Allah.
14. Menambah iman kita kepada Allah, menambah yakin kita. Menambah pengharapan kita bahwa permintaan kita akan terkabul.
15. Begitu juga dengan bacaan Al Qur’an yang kita baca setelah Al Fatihah. Mengandung siraman iman, membuat kita yakin.
16. Sudahkah kita menyerap iman dari bacaan Al Fatihah dan ayat-ayat lainnya di dalam shalat?
17. Lalu kita memanjatkan pujian pada Allah dalam ruku’ kita, mengisi hari dengan keagungan ilahi.
18. Kita memuji Allah dalam i’tidal, setelah bangkit dari ruku’. Makin menebalkan iman dan yakin.
19. I’tidal adalah tempatnya memuji Allah, memanjatkan pujian atas limpahan nikmatNya.
20. Sudahkah kita benar-benar memuji Allah dari hari kita? Atau hanya mulut kita yang bergerak?
21. Kita memuji Allah sebelum bersujud, sebelum kita memanjatkan doa-doa pada Allah.
22. Lalu kita memuji Allah dalam sujud, sebelum kita memanjatkan doa. Setelah hati terisi dengan iman dan yakin.
23. Kita berdoa setelah hati penuh keyakinan pada Allah. Dengan penuh harap, yakin bahwa Allah akan mengabulkan
24. Sujud adalah saat terdekat hamba dengan Allah. Saat yang tepat untuk berdoa pada Allah. Untuk mengeluh padaNya.
25. Kita memohon bantuanNya untuk menghadapi masalah hidup yang kian menghimpit kita.
26. Kita memohon bantuanNya untuk melaksanakan tugas ibadah, tugas utama kita dalam hidup.
27. Kita meminta pada Allah semua keperluan kita. Karena hanya Allah yang bisa memberi semua yang kita perlukan.
28. Memohon tambahan rezeki, memohon lulus ujian, memohon jodoh shalih /shalihah, adukan semua itu pada Allah.
29. Sujud adalah saat terdekat, saatnya kita meminta. Jika tidak meminta pada Allah, pada siapa lagi kita meminta?
30. Semua yang kita inginkan adalah tergantung kehendak Allah. Hanya Allah yang memutuskan
31. Jika Allah berkehendak memberi, maka tidak ada yang bisa menghalangi. Mengapa kita enggan meminta padaNya?
32. Mengapa kita tidak menggunakan sujud sebagai saat mengadu dan meminta pada Allah?
33. Semua masalah kita bergantung pada kehendakNya. Jika Allah berkehendak menyelesaikan, maka akan selesai
34. Masih banyak yang perlu kita bincangkan tentang doa dalam shalat, insya Allah kita bahas di lain waktu.

Perintah utama [6 Oct]

Sudahkah kita shalat dengan gembira karena bertemu Allah?
Atau kita shalat dengan ogah-ogahan?
Hayya Alal Falaah. Mari menuju sukses. Itulah panggilan untuk sukses lima kali sehari. Sudahkah kita menjawab?
Shalat adalah gambaran bagaimana kita nanti menghadap Allah di hari kiamat.
Jika kita menghadap Allah di dunia dengan benar, maka kita akan menghadap Allah di akherat dengan bahagia.
1. Ada sebuah dialog tentang shalat, dari sahabat Umar bin Khattab, ketika itu dia menjenguk Said bin Yarbu’.
2. Said baru saja terkena penyakit di matanya, hingga matanya menjadi buta.
3. Lalu Umar berkata padanya: jangan engkau tinggalkan shalat jum’at dan shalat di masjid Rasulullah.
4. Said menjawab: tidak ada orang yang menuntun saya ke masjid.
5. Umar bin Khattab berkata: kami yang akan mengirim orang kepadamu. Lalu Umar mengirim salah satu budak tawanan perang.
6. Khalifah Umar masih sempat mengurus shalat rakyatnya. Khalifah Umar menjaga Allah, maka Allah pun menjaganya.
7. Umar bin Khattab memperhatikan keimanan rakyatnya, maka Allah memberinya kemenangan.
8. Ketika kita menolong Allah, maka Allah pun menolong kita. Menolong Allah bukan karena Allah lemah.
9. Menolong Allah adalah dengan menegakkan agamanya. Seperti Umar bin Khattab yang memperhatikan shalat warganya.
10. Barangkali carut marut negara kita ini adalah akibat kita meninggalkan Allah. Akibatnya Allah meninggalkan kita.
11. Allah membiarkan kita terjebak pada krisis dan masalah, semakin hari semakin kacau, semakin hari semakin tak jelas.
12. Mari kita kembali kepada Allah, kita laksanakan perintah Allah, dan perintah Allah yang paling utama adalah shalat.

Rahasia Sholat [6 Oct]

1. Sebuah rahasia tentang shalat, yang menjadi kunci utama bagi pelaksanaan shalat.
2. Sebenarnya tidak bisa dibilang rahasia, karena harus diketahui oleh setiap muslim. Maka bukan rahasia.
3. Tapi karena tidak banyak yang membahas, akhirnya hal yang wajib diketahui ini seolah terkubur.
4. Terkubur di tumpukan pembahasan yang sering kita bahas sehari-hari, oleh tumpukan kesibukan kita.
5. Ketika kita tahu “rahasia” ini, maka insya Allah shalat kita akan menjadi lebih nikmat.
6. Ketika kita laksanakan resep “rahasia” ini, maka shalat kita akan terasa nikmat.
7. Bukankah kita ingin agar shalat terasa nikmat, tak membosankan?
8. Atau kita tak memiliki kepedulian atas shalat kita sendiri?
9. Ingat! Shalat menentukan nasib kita.
Bukankah kita semua ingin bernasib baik?
10. Ketika kita shalat, ingatlah bahwa kita sedang berbicara pada Allah. Ini rahasianya.
11. Inilah rahasia yang semestinya tidak jadi rahasia. Semestinya disebar agar semua muslim tahu.
12. Agar semua muslim bisa merasakan nikmatnya shalat.
13. Resep rahasia ini tidak akan banyak berguna jika kita tak memahami makna bacaan shalat.
14. Sekarang rahasia sudah disebar, tinggal kita laksanakan. Sebarkan pada follower anda, agar meraih amal jariyah.

Menghinakan diri [8 Oct]

Ada yang mesti sering dilihat, selain wajah kita di cermin, dan dompet kita. Ada yang lebih penting untuk sering dilihat.
Ada yang perlu sering kita lihat. Tapi sayang, ia tidak kelihatan. Itulah kesalahan dan dosa kita.
Jarang merenungkan kekurangan dan aib kita, itulah jalan yang membawa kita ke jurang ujub. Bangga pada diri sendiri.
Sayangnya dosa dan kesalahan tak berbekas di badan kita. Ini adalah kebaikan Allah pada kita.
Jika dosa dan kesalahan berbekas di badan, tak bisa kita bayangkan apa jadinya. Tapi Allah Maha Baik. Maha Menutupi.
Namun kita jadi lalai akan kesalahan dan dosa kita. Akibatnya kita terlalu menilai baik diri kita.
Kita bangga akan sedikit ibadah yang kita lakukan. Lalu kita merasa Allah berutang budi pada kita.
Kita memberi sedikit, tapi kita sudah berani menagih Allah. Seolah Allah berutang pada kita. Merasa sudah berbuat.
Kita yang mungkin baru mengalami sedikit peningkatan, sudah melihat orang lain dengan pandangan merendahkan.
Pelan-pelan tapi pasti, muncul dalam hati perasaan lebih baik dari yang lain. Hanya karena merasa lebih.
Akibatnya amal ibadah bisa menjadi tak bernilai di sisi Allah. Jadi sia-sia karena menimbulkan ujub.
Mengapa kita berbangga dengan amal yang sejatinya bisa jadi tak bernilai di sisi Allah?
Amal adalah anugerah Allah. Meningkatnya amal adalah anugerah. Maka bersyukurlah.
Ketika engkau bisa beramal, amalmu masih jauh dibandingkan dosamu. Masih kalah jauh. Dosa kita lebih banyak.
Berapa banyak amal kita, anugerah Allah tetap masih lebih banyak. Lalu mengapa kita berbangga?
Seberapa pun amal kita, masih jauh dibandingkan kewajiban pada Allah yang semestinya kita penuhi.
Kewajiban kita pada Allah sangat banyak, hak Allah pada kita sangat besar. Mustahil kita penuhi.
Allah sudah mendidik kita untuk tidak ujub. Ibadah yang kita lakukan menghilangkan ujub. Ini jika kita lakukan dg benar.
Salah satu ibadah yang menanamkan kehinaan kita pada Allah adalah shalat. Perhatikan lagi gerakan shalat.
Kita berdiri dengan tangan di dada. Ini menunjukkan hamba yang hina sedang menghadap Allah. Sudahkah kita merasa hina?
Ulama ditanya ttg hikmah meletakkan tangan di dada saat shalat. Jawabnya: menunjukkan kehinaan di hadapan Yang Maha Mulia.
Begitu juga ruku’, lambang kehinaan diri di hadapan Allah. Kita memang diperintah untuk menghinakan diri.
Tapi sudahkah kita merasa diri kita hina? Ratusan kali kita ruku’ dalam shalat. Sudahkah kita merasa hina?
Begitu juga dalam sujud. Kita sungkurkan kepala kita ke tanah. Kita hinakan diri kita di hadapan Allah.

Untuk apa kita Shalat? [10 Oct]

1. Apa yang menjadi tujuan kita dalam shalat? Untuk apa kita melakukan shalat?
2. Pernahkah engkau bertanya pada dirimu sendiri, untuk apa diri ini melakukan shalat?
3. Shalat adalah untuk mengingat Allah, untuk menanamkan keimanan dalam dada.
4. Agar kita tidak lupa pada Allah meski sedetik, meski sekejap mata. Agar kita selalu mengingat Allah.
5. Mengingat Allah bukan hanya sekedar otak yang tahu tentang Allah, tapi hati lupa padaNya.
6. Dengan mengingat Allah, iman kita akan bertambah. Akan bertambah dan terus bertambah.
7. Kita selesai shalat, dengan keadaan iman yang bertambah daripada sebelum shalat.
8. Sudahkah kita menambah iman dalam shalat kita? Atau kita hanya mendapatkan lelah dalam shalat kita?
9. Sudahkah kita berhasrat untuk menambah iman? Atau kita sudah tidak peduli lagi dengan iman kita?
10. Iman adalah sarana untuk meraih ridho Allah, membuat Allah senang pada kita. Membuat Allah cinta kita.
11. Karena Allah mencintai orang-orang yang beriman padaNya. Allah akan menolong orang beriman.
12. Salah satu perintah Allah pada kita adalah berdoa, memohon keperluan kita kepada Allah.
13. Ketika iman kita tebal, maka rasa optimis pada Allah akan semakin tinggi. Pengharapan pada Allah semakin besar.
14. Bacaan-bacaan shalat yang direnungi dan ditadabburi memberikan siraman iman di dada.
15. Ketika pengharapan pada Allah semakin besar, maka pengharapan pada makhluk akan mengecil.
16. Maka orang beriman akan memohon bantuan Allah dalam memenuhi hajatnya, memenuhi keinginannya.
17. Orang beriman akan memohon pada Allah untuk menghilangkan penghalang yang merintanginya dari memenuhi hajatnya.
18. Adakah selain Allah yang bisa membantu kita dalam memenuhi keinginan kita?
19. Adakah selain Allah yang bisa menyingkirkan penghalang yang merintangi hajat kita?
20. Maka dalam shalat ada posisi saat kita dekat dengan Allah, yaitu saat sujud.
21. Berdoalah pada Allah, memohon apa yang kita inginkan dan kita hasratkan dalam hidup ini.
22. Hadits:
أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد. فأكثروا الدعاء
Saat terdekat hamba dg Allah adlh saat sujud, perbanyaklah doa.
23. Nabi menjelaskan dua hal, yaitu posisi terdekat hamba dengan Allah adalah saat sujud. Ini yang pertama.
24. Yang kedua, adalah perintah untuk memperbanyak doa saat sujud, untuk memohon pada Allah.
25. Shalat adalah untuk menambah iman, mencari keridhoan Allah, satu-satunya yang bisa mengabulkan doa kita.
26. Shalatlah untuk mencari keridhoan Allah, bukan untuk dunia. Mintalah dunia hanya kepada Allah.
27. Apakah kita mengutamakan dunia daripada keridhoan Allah? Apakah dunia sudah lebih berharga?
28. Ketika kita beriman pada Allah, kita meminta apa pun dari Allah. Bukan dari makhluk yang lemah.
29. Semakin besar iman, maka semakin besar rasa optimis kita kepada Allah. Semakin Allah cinta pada kita.
30. Meminta dunia pada Allah, bukan berarti beramal untuk dunia. Bukan berarti shalat untuk mencari dunia.
31. Masih banyak yang perlu kita bincangkan tentang shalat, masih banyak yang perlu kita ketahui. Insya Allah kita lanjut lain waktu.

Sujud [12 Oct]

Renungan sujud, posisi terindah dalam hidup ini. Hanya ada dalam shalat.
Pada saat sujud, kita letakkan kepala kita di tanah. Kita letakkan bagian termulia kita di tanah.
Kepala yang kita hormati, kita letakkan di tempat yang biasa kita injak dengan kaki
Lambang kehinaan kita di hadapan Allah Sang Penguasa Alam Semesta. Kita hinakan diri kita di hadapanNya.
Sujud menentukan nasib. Iblis dilaknat Allah gara-gara tidak mau sujud.
Pesan dari sujud: semakin merendah ke tanah, semakin tinggi derajatmu di sisi Allah.
Sujud, posisi terindah di dunia ini. Pernahkah kita merasakan nikmatnya sujud?
Sekali lagi mari bertanya, pernahkah kita merasakan nikmatnya bersujud?
Sujud sebentar takkan terasa nikmatnya. Coba sekali waktu sujud lebih lama.
Sejenak terasa nikmat. Semakin lama, semakin nikmat. Semakin menikmati kehinaan ini di hadapan Allah.
Ternyata menghinakan diri di hadapan Allah adalah nikmat. Semakin hina, semakin kita mulia di sisiNya.
Semakin kita merasa diri kita mulia di hadapanNya, semakin merasa : “inilah aku”, semakin tak terasa nikmat.
Bagaimana tak terasa nikmat, saat sujud, kita berdekatan dengan Allah yang Maha Kuasa.
Bagaimana sujud tak indah, ketika bersujud, kita berdekatan dengan Yang Maha Indah.
Semakin kita merasa rendah dan hina di depan Allah ketika sujud, maka sujud akan semakin indah.
Sadarkah kita, bahwa ketika kita sujud, kita sedang berdekatan dengan Allah?
Sadarkah kita, bahwa sujud adalah posisi yang terdekat dengan Penguasa Alam Semesta?
Sudahkah kita menikmati kedekatan dengan Allah saat sujud? Atau kita hanya merasa nikmat saat berdekatan dengan makhluk?
Atau jangan-jangan kita sudah tak ingin lagi berdekatan dengan Allah?
Coba mulai rasakan nikmatnya sujud, rasakan nikmatnya berdekatan dengan Allah.
Rasakan nikmatnya berdekatan dengan Allah, yang bisa mendatangkan apa yang kita inginkan.
Rasakan nikmatnya berdekatan dengan Allah, Yang memiliki dunia dan akhirat.
Rasakan nikmatnya berdekatan dengan Allah, Yang Mampu membimbing kita ke arah sorga.
Rasakan nikmatnya berdekatan dengan Allah. Rasakan nikmatnya sujud. Sungguh rugi mereka yang tak merasakan nikmatnya sujud.
Rasakan nikmatnya memuji Allah di dalam sujud. Membaca tasbih dengan lambat, sambil dinikmati.
Mereka yang mencari ketenangan di luar sujud, apakah bisa mendapatkan ketenangan sejati?
Banyak amalan yang diajarkan Nabi masih belum kita selami. Contohnya, menikmati sujud.

Hubungan ibadah kurban dan mendirikan shalat [13 Oct]

1. Adakah hubungan antara kisah korban Nabi Ibrahim dan Ismail dengan shalat?
2. Barangkali kita tidak bisa paham hubungan antara kisah korban Nabi Ismail dengan shalat.
3. Tapi dalam sejarahnya, kisah korban Nabi Ismail tidak bisa dipisahkan dengan shalat.
4. Mari kita lihat sejarah kehidupan Nabi Ismail, yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di lembah Mekkah.
5. Saat itu, Mekkah hanyalah berupa padang tandus. Karena begitu tandusnya, pohon pun tak tumbuh di sana.
6. Nabi Ibrahim mengungkapkan dalam doanya: di lembah yang tidak ada tanaman di sana. Lihat lagi surat Ibrahim 37.
7. Apa tujuan Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya di tempat yang tandus, tak ada tanaman dan kehidupan?
8. Nabi Ibrahim menjelaskan tujuannya dalam doanya pada Allah. Mari kita simak selengkapnya ayat QS Ibrahim: 37.
9. Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman
10. di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat,
11. maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka & beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah2 mereka bersyukur.
12. Mendirikan shalat, sekali lagi, berbeda dengan sekedar melakukan shalat. Mendirikan memiliki makna lebih luas.
13. Mendirikan artinya shalat dengan benar, melakukan apa yang harus dilakukan dalam shalat.
14. Mendirikan shalat, artinya shalat dengan khusyu, sesuai yang diinginkan Allah pada kita.
15. Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya di tempat tandus, di tanah suci yang tandus.
16. Semua ini untuk mendirikan shalat. Membuat kita berpikir ulang tentang pentingnya shalat dalam hidup kita.
17. Sudahkah shalat menjadi sesuatu yang penting dalam hidup kita?
18. Sudahkah shalat menjadi sebuah agenda utama dalam hidup?
19. Nabi Ibrahim mengajarkan pada kita, bahwa mendirikan shalat, seolah menjadi tugas dalam kehidupan ini.
20. Shalat bukan sekedar ibadah yang harus dilakukan, tapi bisa dibilang menjadi tugas hidup kita.
21. Tugas hidup kita adalah ibadah kepada Allah. Inilah alasan keberadaan kita di dunia ini.
22. Sedangkan shalat adalah ibadah yang harus kita lakukan sepanjang hidup kita. Dalam kondisi apa pun.
23. Kita harus mengabdi kepada Allah sepanjang hidup kita, dan shalat pun harus kita lakukan sepanjang hidup.
24. Artinya shalat adalah tugas hidup kita, karena dilakukan selama kita hidup bernafas menghirup udara di dunia ini.
25. Mendirikan shalat disandingkan dengan perintah ibadah dalam surat Toha ayat 14
26. Sesungguhnya Aku adalah Allah, tdk ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku & dirikanlah salat untuk mengingat Aku.
27. Itulah ibadah shalat, perintah yang melekat selama nyawa kita melekat di badan kita.
29. Bagaimana rezeki keluarga Ibrahim yang ditinggalkan kepala keluarga di tempat yang tandus?
30. Bagaimana rezeki Hajar dan Ismail, yang tinggal di tempat yang tidak ada kehidupan di sana?
31. Ingat lagi kaitan antara shalat dan rezeki, ketika orang taat pada perintah Allah, maka Allah akan beri rezeki.
32. Siti Hajar dan Ismail tidak mati kelaparan, meski tinggal di tempat yang tandus, tidak ada tumbuhan apa pun.
33. Sebuah pelajaran bagi kita, bahwa Allah adalah Maha Kuasa, Mampu melakukan apa saja. Kita harus yakin.
34. Siti Hajar dan Ismail yang tinggal di padang tandus untuk melaksanakan perintah Allah tak mati kelaparan.
35. Ketika manusia melaksanakan perintah Allah untuk mendirikan shalat, Allah akan memberi rezeki. Lihat QS Thaha: 132

Rahasia Ketaatan Keluarga Ibrahim [14 Oct]

1. Kisah keluarga Nabi Ibrahim adalah kisah ketaatan kepada Allah. Kisah melakukan apa saja demi ketaatan pada Allah.
2. Diawali dari perintah Allah bagi Nabi Ibrahim untuk meninggalkan keluarganya di lembah Mekkah nan tandus.
3. Hajar, bertanya pada Nabi Ibrahim: apakah engkau akan meninggalkan kami di tempat yang tandus dan kering ini?
4. Nabi Ibrahim tidak menjawab. Hajar terus bertanya tanpa henti. Ibrahim diam saja , Hajar mengganti pertanyaannya.
5. “Apakah Allah yang menyuruhmu meninggalkan kami di sini?” Demikian tanya Hajar. Ibrahim menjawab: Ya.
6. Kata Hajar: Maka Allah tidak akan menyia-nyiakan kita. Inilah keyakinan Hajar yang tangguh.
7. Ketika memang benar perintah Allah, tidak ada jawaban selain laksanakan. Inilah sikap Hajar, istri yang shalehah.
8. Hajar menjadi model dan inspirasi bagi istri muslimah, yaitu mendukung suaminya melaksanakan perintah Allah.
9. Tapi adakah yang menarik perhatikan kita dari dari dialog Hajar dan Ibrahim ?
Ada sesuatu yang menarik.
10. Dari dialog Hajar dan Nabi Ibrahim, kita bisa menangkap sesuatu yang mendorong Hajar tabah dan tegar.
11. Perhatikan jawaban Hajar saat bertanya pada Ibrahim: Apakah Allah memerintahkanmu? Ibrahim menjawab: Ya.
12. Hajar menjawab: Maka Allah tdk akan menyia-nyiakan kita. Dalam kata lain: kalau begitu Allah tdk meninggalkan kita.
13. Ada keyakinan yang teguh di dada Hajar, hingga dia tabah menjalankan perintah. Ada iman yang kuat di dadanya.
14. Iman yang ada di dada menjadi pondasi yang kuat bagi bangunan ketaatan. Tanpa ada iman, mustahil bisa taat.
15. Iman inilah yang membuat manusia mau taat pada Allah. Mengenal Allah, lalu yakin dan percaya. Inilah iman.
16. Hajar yakin bahwa Allah tidak akan menyia2kan orang yang taat. Tidak meninggalkan orang yang taat pada perintahNya.
17. Berangkat dari keyakinan itulah, Hajar mau melaksanakan perintah Allah, mau ditinggalkan di lembah tandus.
18. Sudahkah kita sadar bahwa ketaatan bukanlah sebuah kondisi kebetulan, tanpa ada ada iman?
19. Ada keyakinan pada Allah di balik ketaatan. Ada iman.
Maka bagaimana keyakinan kita kepada Allah?
20. Kisah ketaatan dimulai dengan membangun keyakinan pada Allah di dada. Keyakinan, bukan pengetahuan.
21. Keyakinan bukanlah pengetahuan yang ada di kepala, bukan sekedar kognitif. Tapi lebih dari itu. @kupinang
22. Iman pada Allah, itulah yang mendorong Nabi Ibrahim dan Ismail untuk patuh pada Allah saat ada perintah menyembelih.
23. Nabi Ismail jadi Inspirasi bagi pemuda muslim, saat mengatakan: Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan padamu.
24. Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Begitu kata Nabi Ismail. Lihat QS As Shaaffat ayat 102.
25. Perintah Allah nampak berat untuk dilaksanakan. Tapi Iman pada Allah membuatnya ringan.
26. Maka yang harus kita bangun adalah pondasi iman yang ada di dalam dada. Inilah yang harus kita prioritaskan.
27. Ketika hati sudah beriman bahwa Allah tidak menyia-nyiakan amalan, akan memberi pahala, maka jiwa akan tergerak.
28. Pertanyaan besar: bagaimana membangun iman di dada agar kokoh?
29. Jawabnya ada pada doa Nabi Ibrahim pada QS Ibrahim 37: Ya Allah, agar mereka mendirikan shalat.
30. Ya, membangun iman di dada adalah dengan shalat. Begitulah yang dilakukan oleh para Nabi.
31. Termasuk Nabi Muhammad, yang membina diri dan sahabatnya dengan shalat. Membangun iman di dada.
32. Shalat mengandung bacaan-bacaan yang membangkitkan iman. Inilah yang membuat iman bertambah.
33. Shalat dilakukan setiap hari, bahkan ditambah dg shalat sunnah, karena memang jiwa perlu dicharge, sebagaimana HP.
34. Saat kita shalat, kita menambah iman di dada. Tapi mengapa kita tidak merasa iman bertambah setelah shalat?
35. Mengapa kita tidak merasakan adanya tambahan iman setelah shalat?
36. Ada pertanyaan yang akan menjawab pertanyaan di atas : sudahkah kita shalat dengan benar?
37. Jangan-jangan kita tidak melakukan shalat dengan benar, akibatnya, shalat tidak menambah iman kita.
38. Jangan-jangan kita masih belum menyerap iman yang ada pada bacaan shalat.
39. Akibatnya shalat tidak menambah iman kita. Ketika iman tak bertambah, jiwa pun akan kelaparan.
40. Kita mencari makanan jiwa dari sumber lain, padahal di depan mata kita ada sumber iman yang tak pernah habis.
41. Sampai kapan kita membiarkan jiwa kita meranggas, tak mendapat tambahan asupan iman?
42. Mari kita perbaiki shalat kita, agar bisa menambah iman dalam dada. Tambahan iman berarti sukses dalam hidup. #SFS
43. Memberbaiki shalat adalah jalan pintas menuju sukses dalam hidup. #SFS #ShalatForSuccess
44. Memperbaiki shalat adalah jalan pintas menuju perbaikan hidup dari segala sisi. #SFS #ShalatForSuccess

Korupsi Sholat [15 oct]

1. Tahukah anda bahwa ada jenis korupsi yang lebih parah daripada korupsi harta negara? #SFS
2. Tahukah anda bahwa korupsi ini berpotensi menyebar ke seluruh lapisan masyarakat? #SFS
3. Itulah korupsi shalat. Bukan hanya harta yang bisa dikorupsi, tapi shalat pun bisa dikorupsi. #SFS
4. Nabi bersabda: Pencuri yang paling buruk adalah orang yang mencuri shalatnya. #SFS
5. Sahabat bertanya: bagaimana orang bisa mencuri shalat? #SFS #ShalatForSuccess
6. Nabi menjawab: (mencuri shalat adalah) tidak menyempurnakan ruku’ dan sujud. HR Ahmad. #SFS Alaihis shalatu wasalam
7. Tidak menyempurnakan ruku’ dan sujud, alias ruku’ dan sujud sebelum sampai posisi sebenarnya. #SFS
8. Belum mencapai posisi yang seharusnya, sudah pindah lagi ke rukun berikutnya. #SFS
9. Belum sempurna ruku’, sudah berdiri I’tidal. Belum sempurna berdiri I’tidal, sudah bersujud. #SFS
10. Belum sempurna bersujud, langsung duduk di antara dua sujud. Ini bentuk korupsi pada shalat. #SFS
11. Lebih buruk dibandingkan korupsi harta karena menyangkut hak Allah. Yang dikorupsi adalah hak Allah. #SFS
12. Shalat merupakan kepentingan diri kita, dan merupakan hak Allah yang wajib kita tunaikan. #SFS
13. Allah tidak membutuhkan shalat kita. Tapi kita yang membutuhkan shalat pada Allah. Kita membutuhkan ibadah. #SFS
14. Jiwa yang tidak beribadah kepada Allah, bagai ikan yang hidup di luar air. Mati. #SFS
15. Jika shalat masih kita korupsi, bagaimana dengan harta? #SFS #ShalatForSuccess
16. Bisa jadi maraknya korupsi harta adalah karena maraknya korupsi shalat. #SFS #ShalatForSuccess
17. Setelah sampai posisi rukun dlm shalat, tetap berdiam sambil membaca bacaan yang sudah ditentukan. #SFS
18. Itulah yang disebut tuma’ninah, yang merupakan rukun dalam shalat. Jika ditinggalkan maka shalat tidak sah. #SFS
19. Jangan puas dengan sekedar membaca bacaan shalat, tapi harus dengan meresapi dan menikmati. #SFS
20. Shalat adalah ungkapan kehinaan kita kepada Allah. Shalat adalah ibadah pada Allah. #SFS
21. Apakah kita mau mencuri ibadah kita pada Allah? Padahal nikmat Allah pada kita tak pernah berhenti. #SFS
22. Nikmatnya shalat adalah ketika kita shalat dengan panjang. Berdiri lama, ruku’ lama. #SFS
23. Melakukan semua rukun dengan panjang. Membaca bacaan ruku’ dan sujud dengan perlahan dan lama. #SFS
24. Maka akan terasa nikmat dan indahnya shalat. Akan terasa manisnya shalat. #SFS #ShalatForSuccess
25. Tidakkah kita ingin merasakan manisnya shalat? #SFS #ShalatForSuccess
26. Sudahkah kita merasakan nikmatnya ruku’ dan sujud? #SFS #ShalatForSuccess
27. Ini tidak akan pernah kita rasakan ketika kita mencuri shalat. Ketika kita shalat dengan cepat. #SFS
28. Bagaimana seorang yang mencuri shalat bisa merasakan nikmatnya shalat? #SFS #ShalatForSuccess
29. Mana mungkin orang yang mencuri shalat bisa meraskan manisnya shalat? #SFS #ShalatForSuccess
30. Jika kita masih mencuri shalat, bagaimana kita bisa sukses dalam hidup? #SFS #ShalatForSuccess

Mencuri Shalat Part.1 [16 Oct]

1. Apa hukuman yang akan menimpa mereka yang mencuri shalat?
2. Apa yang akan terjadi pada para koruptor shalat? Memang koruptor shalat tidak dipenjara.
3. Jika koruptor shalat dipenjara seperti koruptor harta, tentu penjara akan penuh.
4. Tapi ada hukuman yang lebih berbahaya bagi seorang koruptor shalat. Apa itu?
5. Hukuman ini bukan hukuman dunia, tapi hukuman setelah kehidupan dunia.
6. Bukan tidak mungkin ada hukuman di dunia bagi para koruptor shalat. Simaklah hadits berikut.
7. Suatu kali, Nabi melihat seorang shalat rukuk tanpa meluruskan punggungnya, dan bersujud seperti ayam mematuk biji,
8. lalu bersabda: jika dia mati sedangkan shalatnya adalah seperti ini,
9. dia mati bukan di atas ajaran Muhammad. Alaihis shalatu wassalam
10. Hadits ini adalah hasan, diriwayatkan oleh Abu Ya’la.
11. Dia rukuk dengan cepat, sebelum punggungnya lurus, dia sudah melanjutkan ke rukun berikutnya.
12. Padahal rukuk haruslah sampai punggung lurus, jika diletakkan segelas air di punggung, tidak tumpah.
13. Hari ini kita banyak melihat orang yang rukuk tapi tidak sampai punggung lurus.
14. Begitu juga kita lihat orang rukuk tanpa meluruskan paha. Padahal paha harus lurus juga, seperti posisi berdiri.
15. Apakah mereka enggan menyempurnakan rukuk karena enggan menghinakan diri di hadapan Allah?
16. Apakah mereka enggan rukuk dengan sempurna karena malas?
17. Yang jelas, mereka belum pernah merasakan nikmatnya rukuk kepada Allah.
18. Mereka belum pernah merasakan manisnya menghinakan diri di hadapan Allah.
19. Jika kita lihat bagaimana Nabi rukuk di shalat malam, hampir sepanjang surat Al Baqarah.
20. Di samping itu, rukuk dengan lama akan sangat bermanfaat bagi ruas tulang belakang.
21. Tidak ada posisi lain yang menyamai posisi rukuk. Posisi rukuk tidak bisa digantikan oleh kondisi apa pun.
22. Saat rukuk, ruas tulang belakang akan merenggang. Kita mungkin tidak tahu pasti apa manfaatnya secara detil.
23. Tapi kita harus yakin, bahwa Allah tidak menentukan posisi shalat tanpa ada hikmah di balik itu.
24. Tidak usah kita membahas hikmah terlalu detil, itu tidak sepenting bagaimana kita shalat dengan benar.
25. Ketika kita shalat dengan benar, kita akan mendapat hikmah dan manfaat di balik itu, tanpa kita inginkan.
26. Begitu juga mematuk saat sujud, yaitu sujud dengan cepat seperti ayam mematuk makanan.
27. Ini juga salah satu bentuk korupsi dalam shalat. Kita harus tuma’ninah dalam sujud.
28. Mereka yang sujud dengan cepat, takkan pernah merasakan nikmatnya sujud. Tak merasakan indahnya sujud.
29. Bukankah kita ingin merasakan nikmatnya bersujud, saat kita dalam posisi terdekat dengan Allah?
30. Janganlah kita mencuri shalat, kita tak ingin apa yang menjadi hak kita dicuri orang.
31. Janganlah kita mencuri shalat, Allah tak senang jika hamba mencuri shalat.

Mencuri Shalat Part.2 [17 Oct]

1. Jangan kau curi shalatmu, ia adalah bekalmu di dunia dan akherat. Shalatmu adalah hidupmu. #SFS
2. Kualitas hidupmu tergantung dari shalatmu. Engkau mencuri shalatmu, engkau menciderai hidupmu sendiri. #SFS
3. Engkau mencuri shalatmu, engkau kehilangan kesempatan untuk berdialog dengan Allah, yang menciptakan hidupmu. #SFS
4. Engkau mencuri shalatmu sendiri, apakah engkau tak ingin berdialog dengan Allah? #SFS
5. Engkau mencuri shalatmu, yang akan menyelamatkanmu di dunia dan akherat. #SFS
6. Ketika engkau menjalankan shalatmu dengan baik, Allah akan bersamamu menuntun hidupmu. #SFS
7. Allah akan bersamamu, mengarahkanmu pada kehidupan yang terbaik, di dunia, sebelum akherat. #SFS #ShalatForSuccess
8. Mencuri shalat adalah tidak menyempurnakan posisi rukun shalat. Pindah ke rukun berikutnya sebelum sempurna.
9. Contohnya adalah sujud seperti ayam mematuk makanan. Sujud dengan cepat, lalu segera bergerak ke rukun berikutnya. #SFS
10. Seperti ayam mematuk, begitulah hadits menggambarkan orang yang mencuri sujud. #SFS #ShalatForSuccess
11. Mereka yang mencuri sujud, tidakkah mereka ingin berlama-lama dekat dengan Allah? #SFS #ShalatForSuccess
12. Ingatlah hadits yang mengatakan: saat terdekat antara hamba dengan Allah adalah saat hamba bersujud. #SFS #ShalatForSuccess
13. Ingat, Ketika engkau bersujud, engkau sedang berdekatan dengan Allah, Yang Maha Indah. #SFS #ShalatForSuccess
14. Dalam sujudmu, engkau sedang berdekatan dengan Allah, Pemilik Dunia dan Akherat. #SFS #ShalatForSuccess
15. Engkau sedang berdekatan dengan Allah, yang bisa menyelamatkanmu di dunia dan akherat. #SFS #ShalatForSuccess
16. Engkau sedang berdekatan dengan Allah, Engkau sedang berdekatan dengan pemilik sorga dan neraka. #SFS #ShalatForSuccess
17. Engkau sedang berdekatan dengan Allah, Satu-satunya yang Berkuasa untuk memberikan apa yang engkau inginkan. #SFS #ShalatForSuccess
18. Apakah engkau akan mencuri saat-saat terdekatmu dengan Allah? #SFS #ShalatForSuccess
19. Atau engkau memang tidak ingin berdekatan dengan Allah? #SFS #ShalatForSuccess
20. Atau engkau ingin menunjukkan kesombonganmu dengan enggan sujud lama? #SFS #ShalatForSuccess
21. Atau engkau merasa bahwa sujud kepada Allah adalah bentuk penghinaan terhadap kemuliaanmu? #SFS #ShalatForSuccess
22. Kita adalah hamba. Sudah menjadi kewajiban kita untuk beribadah pada Allah. #SFS #ShalatForSuccess
23. Salah satu bentuk ibadah yang disukai Allah adalah sujud. #SFS #ShalatForSuccess
24. Ingat, kita butuh sujud. Kita butuh memuji Allah dalam sujud. Itulah mengapa Allah mengharuskan kita banyak sujud.
25. Berdekatan dengan Allah dalam sujud, sungguh indah rasanya. Sungguh manis rasanya. #SFS #ShalatForSuccess
26. Engkau takkan merasakan indahnya sujud jika engkau mencuri sujudmu. #SFS #ShalatForSuccess
27. Untuk merasakan indahnya sujud, pujilah Allah dari hatimu yang paling dalam. Jangan hanya mulutmu yang berucap. #SFS
28. Ketika engkau membisikkan puji-pujian di sujudmu, yang shalat di sebelahmu tak mendengar. Tapi Allah mendengar. #SFS
29. Yakinlah bahwa Allah mendengar pujian yang engkau panjatkan di sujud. #SFS #ShalatForSuccess
30. Jangan ketinggalan merasakan indahnya sujud, kenikmatan yang tiada duanya di dunia ini. #SFS #ShalatForSuccess

Mencuri Shalat Part. 3 [18 Oct]

1. Siapa yang rugi ketika engkau mencuri shalatmu sendiri? Dirimu sendiri yang rugi. #SFS
2. Allah tak butuh akan shalatmu. Engkau sendiri yang rugi jika Allah tak meridhoi shalatmu. #SFS
3. Salah satu yang sering kita abaikan adalah I’tidal, berdiri setelah rukuk. Banyak yang mengabaikan. #SFS
4. Seringkali kita I’tidal semau kita sendiri, hanya membaca satu dua kata, langsung bersujud. #SFS
5. Banyak juga mereka yang berdiri dengan ogah-ogahan, tidak sampai meluruskan punggung, sudah bergerak sujud. #SFS
6. Mari kita simak bersama salah seorang sahabat, yaitu Anas bin Malik, memperagakan bagaimana Nabi shalat. #SFS
7. Anas bin Malik shalat di depan muridnya, seperti shalat Rasulullah, Alaihis shalatu wassalam. #SFS
8. Salah satu muridnya, yaitu Tsabit bin Qais Al Bunani, meriwayatkan kisah ini, yang direkam oleh Shahih Bukhari. #SFS
9. Anas ingin mengajarkan pada mereka bagaimana Nabi shalat, agar mereka bisa meniru. #SFS
10. Meniru Nabi shalat adalah perintah Nabi: Shalatlah sebagaimana kalian melihat diriku shalat. #SFS
11. Kata Tsabit, salah satu murid Anas yg hadir saat itu: Anas melakukan sesuatu yang tidak kalian lakukan. #SFS
12. Anas sedang menirukan shalat Nabi, dan zaman itu adalah akhir periode sahabat Nabi. #SFS #ShalatForSuccess
13. Anas bin Malik adalah salah satu sahabat Nabi yang paling akhir wafatnya. #SFS #ShalatForSuccess
14. Jika orang di zaman Anas tidak melakukannya, apalagi di zaman kita sekarang ini? #SFS
15. Kata Tsabit : Ketika I’tidal, dia berdiri amat lama sampai orang mengatakan dia lupa. #SFS
16. Ketika mengangkat kepalanya dari sujud –duduk antara dua sujud- dia berdiam sampai orang mengatakan: dia lupa. #SFS
17. Itulah bagaimana Nabi shalat, berdiri I’tidal dengan sangat lama sekali. Sampai orang mengatakan dia lupa. #SFS
18. Apa yang lupa? Sampai dikira Nabi lupa jika sedang shalat, karena begitu amat lama. #SFS
19. Mereka mengira bahwa orang yang berdiri selama itu bukan sedang shalat, tapi sedang memikirkan sesuatu. #SFS
20. Mereka mengira bahwa orang yang berdiri selama itu adalah lupa jika dirinya sedang shalat. #SFS
21. Tapi para sahabat diam saja, tidak mengingatkan Nabi untuk segera sujud, sahabat ikut memuji Allah. #SFS
22. Para sahabat tidak bersungut-sungut cemberut, saat shalat dengan lama bersama Rasulullah. Kita? #SFS
23. Nabi -Alaihisshalatu wasalam. menggunakan kesempatan I’tidal untuk memuji Allah sebanyak mungkin. #SFS
24. Kita takkan pernah mampu memuji Allah dengan semestinya. Keagungan dan kehebatan Allah tiada batasnya. #SFS
25. Maka Allah mengajarkan pada kita puji-pujian yang mesti kita baca ketika kita ingin memujiNya. #SFS
26. Rabbana Wa Lakal Hamd, Hanya milikMu segala Puji. Bukan milik yang lain duhai Allah. #SFS
27. Apakah kita bosan membaca puji-pujian pada Allah? Apakah kita bosan memujiNya? #SFS #ShalatForSuccess
28. Apakah kita bosan memuji Allah, tapi kita tak bosan membicarakan idola kita, baik artis maupun atlit? #SFS
29. Mengapa kita malas memuji Allah? Bukankah kita banyak menerima nikmat Allah? #SFS #ShalatForSuccess
30. Bukankah kita hidup di dasar lautan nikmat Allah? Lalu mengapa kita enggan memujiNya? #SFS
31. Memuji Allah sungguh manis rasanya. Sungguh indah. Sungguh nikmat. #SFS #ShalatForSuccess
32. Mereka yang mencuri I’tidal tidak akan pernah bisa merasakan manisnya berdiri memuji Allah. #SFS
33. Memuji Allah akan terasa manis jika pujian keluar hati yang meresapi maknanya. #SFS #ShalatForSuccess
34. Mulailah memuji Allah saat I’tidal, memuji Allah dengan pujian yang keluar dari hati. Akan manis rasanya. #SFS
35. Jangan hanya membaca bacaan yang sedikit, tapi bacalah dzikir I’tidal dengan lengkap. #SFS
36. Pahami makna dzikir bacaan I’tidal, lalu bacalah dengan hati yang meresapi makna. #SFS

Mencuri Shalat Part.4 [20 Oct]

1. Jangan kau curi shalatmu. Apakah engkau mencuri barang yang berguna bagi dirimu sendiri? #SFS
2. Apakah engkau merusak apa yang bermanfaat bagimu? Apa yang bermanfaat bagi dirimu akan kau jaga. #SFS
3. Apakah engkau akan merusak rem mobilmu? Apakah engkau akan merusak pintu rumahmu? #SFS
4. Merusak rem akan mencelakakanmu. Merusak pintu rumah akan mencelakakanmu. Begitu pula merusak shalat. #SFS
5. Semoga Allah menuntun kita pada shalat yang terbaik, menjaga shalat kita agar menyelamatkan kita. #SFS
6. Shalat akan menyelamatkan kita di akhirat. Jika shalat kita baik, semua amalan kita akan menjadi baik. #SFS
7. Setelah sujud, banyak dari kita duduk sebentar, lalu melanjutkan sujud. #SFS #ShalatForSuccess
8. Bahkan sering kita lihat pemandangan yang tragis, tidak sempat menyempurnakan duduk, sudah sujud lagi. #SFS
9. Ini adalah bentuk pencurian terhadap shalat. Merusak hal yang menyelamatkan dirinya sendiri. #SFS
10. Duduk di antara dua sujud adalah saatnya memohon ampunan Allah. Nabi –Alaihis shalatu wassalam- banyak beristighfar. #SFS
11. Nabi membaca: Rabbighfirlii, Rabbighfirlii, Rabbighfirliii, mengulangi dengan banyak. #SFS
12. Membaca bacaan ini berkali-kali, duduk dengan lama, sampai orang mengira dia telah lupa. #SFS
13. Baru kemudian melanjutkan sujud. Beginilah Nabi shalat. Bukan duduk dengan cepat. #SFS
14. Rukun duduk di antara dua sujud bukan sekedar pemisah antara dua sujud, yang dikerjakan dengan cepat. #SFS
15. Tak sempat menyempurnakan posisi duduk, sudah lanjut ke rukun berikutnya, yaitu sujud. #SFS
16. Tak sempat tenang dalam duduknya, hanya beristighfar dengan ogah-ogahan. #SFS #ShalatForSuccess
17. Apakah kita ogah-ogahan dalam memohon ampunan pada Allah? Apakah kita tidak ingin ampunan Allah? #SFS
18. Duduk di antara dua sujud adalah saatnya memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita yang menggunung. #SFS
19. Kita duduk dengan hina di hadapan Allah, memohon ampunanNya, yang lebih mahal dari dunia seisinya. #SFS
20. Apa jadinya jika Allah tak mengampuni dosa kita? Apa yang terjadi jika Allah tak memaafkan kita? #SFS
21. Kita duduk menghinakan diri di hadapan Allah, duduk sambil memohon ampunanNya. #SFS
22. Menghinakan diri kepada Allah, sudah menjadi kewajiban kita sebagai hamba yang lemah. #SFS
23. Sudah menjadi kewajiban kita, hamba Allah yang berlumuran dosa pada Allah dan kesalahan. #SFS
24. Banyak kewajiban pada Allah yang belum kita tunaikan sebagaimana mestinya. #SFS
25. Banyak nikmat Allah yang kita nikmati, tapi syukur kita masih jauh dari cukup. #SFS
26. Kita perlu memohon ampunan pada Allah, duduk di antara dua sujud adalah salah satu kesempatan memohon ampun. #SFS
27. Duduklah menghinakan diri di hadapan Allah Yang Maha Mulia, sambil memohon ampunan padaNya. #SFS
28. Menghinakan diri di hadapan Allah Yang Maha Mulia, sebuah keniscayaan bagi hamba yang lemah dan berlumur dosa. #SFS
29. Menghinakan diri di hadapan Allah, sambil memohon ampun, rasanya manis dan indah. #SFS
30. Salah satu nikmat yang tidak banyak dirasakan banyak orang, yaitu nikmatnya menghinakan diri di hadapanNya. #SFS
31. Apakah kita sudah enggan menghinakan diri di hadapan keagunganNya?
32. Atau kita merasa bahwa dosa kita yang sudah bersih? #SFS #ShalatForSuccess
33. Atau kita sudah merasa tinggi, merasa bisa, hingga merasa tidak perlu menginakan diri di hadapanNya? #SFS
34. Mulailah duduk di antara dua sujud dengan tenang, sambil merasa hina di hadapan Allah. #SFS
35. Ucapkan bacaan dengan tenang, penuh penghayatan dan peresapan, ucapkan dari hati yang paling dalam. #SFS
36. Mohonlah ampun pada Allah, dengan penuh keyakinan bahwa Allah tak akan menolak doa hambaNya. #SFS
37. Janganlah kita curi kesempatan kita untuk menghinakan diri di hadapan Allah. #SFS
38. Ketika kita tidak menghinakan diri di hadapan Allah, maka kita akan menghinakan diri kita di hadapan yang lain. #SFS

Takbir [21 Oct]

1. Allahu Akbar! Allah lebih besar dari segala yang ada. Allah lebih besar dari semua makhluk.
2. Allahu Akbar! Allah lebih besar dari seluruh dunia. Allah lebih besar. Allah adalah Yang Terbesar.
3. Allahu Akbar! Tahukah engkau berapa ukuran kita ini dibandingkan dengan ukuran makhluk Allah yang lain?
4. Kita sangat kecil, jauh lebih kecil dari bumi yang kita tinggal di dalamnya saat ini. Jauh lebih kecil.
5. Enam milyar manusia hidup di bumi yang besar ini masih banyak tempat kosong. Masih banyak tanah kosong di bumi ini.
6. Bumi ini besar, tapi ada yang jauh lebih besar. Matahari, bintang-bintang, jauh lebih besar daripada bumi ini.
7. Ternyata kita ini kecil. Amat kecil. Sudahkah kita menyadari?
8. Allah lebih besar dari itu semua. Sudahkah kita menyadari?
9. Allahu Akbar, Allah adalah paling besar, inilah kalimat pembuka dalam shalat kita.
10. Bukan hanya pembuka kalimat shalat, tapi banyak sekali tuntunan berdzikir dengan takbir.
11. Berapa kali takbir yang kita baca setiap hari? Apakah kita pernah mencoba menyadari betapa banyaknya?
12. Begitu banyak bacaan takbir yang kita baca dalam hidup kita. Barangkali sudah jutaan kali.
13. Tapi sudahkah kita mengucapkan takbir dengan sepenuh hati? Atau baru mulut saja yang mengucap?
14. Tanyalah pada diri kita sendiri, sudahkah kita bertakbir dengan hati? Atau selama ini hanya mulut yang bertakbir?
15. Sudahkah kita menghayati makna takbir dalam hati? Atau makna takbir tak pernah terlintas dalam hati kita?
16. Takbir adalah ucapan yang luar biasa, bukan sembarang ucapan seperti yang kita kira.
17. Kita mengira takbir adalah ucapan yang sepele, maka kita dengan mudah bermain-main dengan takbir.
18. Kita dengan mudah menjadikan takbir seolah bagai ice breaking untuk menyegarkan suasana.
19. Ada juga yang bertakbir sambil berjoged, kita bertakbir sambil menabuh bedug, bagai konser musik.
20. Jika takbir bukan kalimat penting, maka tidak akan menjadi tuntunan dzikir yang banyak diucapkan.
21. Allah lebih besar dari segalanya, lebih besar dari apa yang kita kejar. Lebih besar.
22. Allah lebih besar dari semuanya, sudah selayaknya kita hormati lebih dari semuanya.
23. Allah lebih besar dari segalanya, apakah kita layak beribadah pada selainNya?
24. Makna takbir begitu luas, begitu dalam, semuanya bermuara pada makna pengagungan Allah.
25. Apakah kita peduli pada cara kita bertakbir selama ini? Atau kita anggap takbir kita selama ini sudah semestinya?
26. Mulailah bertakbir dengan cara yang berbeda, tinggalkan cara lama kita dalam bertakbir.
27. Ketika mulut mengucap Allahu Akbar, hati pun meresapi makna takbir. Mari kita latih hati kita untuk bertakbir.
28. Ucapkan dalam hati : Allah lebih besar dari segalanya, lebih besar dari…… isi sendiri kalimat ini.
29. Ketika bertakbir dalam shalat, jangan langsung melanjutkan bacaan, coba resapi makna takbir.
30. Kita akan semakin mendekat pada Allah, karena kita akan sadar akan kecilnya diri kita.
31. Begitu pula saat kita berdzikir, coba ucapkan takbir dengan perlahan, sambil meresapi makna.
32. Kita yang merasa kecil, akan menyadari kelemahan kita, akhirnya kita semakin berlari ke Sang Maha Besar.
33. Ketika kita shalat dengan meresapi makna takbir, maka insya Allah akan ada perubahan dalam shalat kita .
34. Perubahan dalam shalat kita menuju kebaikan, artinya adalah perubahan hidup kita ke arah kebaikan.
35. Makna takbir begitu luas dan dalam, takkan pernah cukup untuk diungkapkan di twitter. Semoga bisa kita gali bersama.

Takbir dalam shalat part.1 [22 Oct]

1. Allahu Akbar! Allah lebih besar dari segala yang ada. Allah lebih besar dari semua makhluk. #SFS
2. Allahu Akbar! Allah lebih besar dari seluruh dunia. Allah lebih besar. Allah adalah Yang Terbesar. #SFS
3. Allahu Akbar! Tahukah engkau berapa ukuran kita ini dibandingkan dengan ukuran makhluk Allah yang lain? #SFS
4. Kita sangat kecil, jauh lebih kecil dari bumi yang kita tinggal di dalamnya saat ini. Jauh lebih kecil. #SFS
5. Enam milyar manusia hidup di bumi, dan masih banyak tempat kosong. Masih banyak tanah kosong di bumi ini. #SFS
6. Bumi ini besar, tapi ada yang jauh lebih besar. Matahari, bintang-bintang, jauh lebih besar daripada bumi ini. #SFS
7. Ternyata kita ini kecil. Amat kecil. Sudahkah kita menyadari? #SFS #ShalatForSuccess
8. Allah lebih besar dari itu semua. Sudahkah kita menyadari? #SFS #ShalatForSuccess
9. Allahu Akbar, Allah adalah paling besar, inilah kalimat pembuka dalam shalat kita. #SFS #ShalatForSuccess
10. Bukan hanya pembuka kalimat shalat, tapi banyak sekali tuntunan berdzikir dengan takbir. #SFS
11. Berapa kali takbir yang kita baca setiap hari? Apakah kita pernah mencoba menyadari betapa banyaknya? #SFS
12. Begitu banyak bacaan takbir yang kita baca dalam hidup kita. Barangkali sudah jutaan kali. #SFS
13. Tapi sudahkah kita mengucapkan takbir dengan sepenuh hati? Atau baru mulut saja yang mengucap? #SFS
14. Tanyalah pada diri kita sendiri, sudahkah kita bertakbir dengan hati? Atau selama ini hanya mulut yang bertakbir? #SFS
15. Sudahkah kita menghayati makna takbir dalam hati? Atau makna takbir tak pernah terlintas dalam hati kita? #SFS
16. Takbir adalah ucapan yang luar biasa, bukan sembarang ucapan seperti yang kita kira. #SFS #ShalatForSuccess
17. Kita mengira takbir adalah ucapan yang sepele, maka kita dengan mudah bermain-main dengan takbir. #SFS
18. Kita dengan mudah menjadikan takbir seolah bagai ice breaking untuk menyegarkan suasana. #SFS
19. Ada juga yang bertakbir sambil berjoged, kita bertakbir sambil menabuh bedug, bagai konser musik. #SFS
20. Jika takbir bukan kalimat penting, maka tidak akan menjadi tuntunan dzikir yang banyak diucapkan. #SFS
21. Allah lebih besar dari segalanya, lebih besar dari apa yang kita kejar. Lebih besar. #SFS #ShalatForSuccess
22. Allah lebih besar dari semuanya, sudah selayaknya kita hormati lebih dari semuanya. #SFS #ShalatForSuccess
23. Allah lebih besar dari segalanya, apakah kita layak beribadah pada selainNya? #SFS #ShalatForSuccess
24. Makna takbir begitu luas, begitu dalam, semuanya bermuara pada makna pengagungan Allah. #SFS #ShalatForSuccess
25. Apakah kita peduli pada cara kita bertakbir selama ini? Atau kita anggap takbir kita selama ini sudah semestinya? #SFS
26. Mulailah bertakbir dengan cara yang berbeda, tinggalkan cara lama kita dalam bertakbir. #SFS #ShalatForSuccess
27. Ketika mulut mengucap Allahu Akbar, hati pun meresapi makna takbir. Mari kita latih hati kita untuk bertakbir. #SFS
28. Ucapkan dalam hati : Allah lebih besar dari segalanya, lebih besar dari…… isi sendiri kalimat ini. #SFS
29. Ketika bertakbir dalam shalat, jangan langsung melanjutkan bacaan, coba resapi makna takbir. #SFS
30. Kita akan semakin mendekat pada Allah, karena kita akan sadar akan kecilnya diri kita. #SFS #ShalatForSuccess
31. Begitu pula saat kita berdzikir, coba ucapkan takbir dengan perlahan, sambil meresapi makna. #SFS
32. Kita yang merasa kecil, akan menyadari kelemahan kita, akhirnya kita semakin berlari ke Sang Maha Besar. #SFS
33. Ketika kita shalat dengan meresapi makna takbir, maka insya Allah akan ada perubahan dalam shalat kita . #SFS
34. Perubahan dalam shalat kita menuju kebaikan, artinya adalah perubahan hidup kita ke arah kebaikan. #SFS
35. Makna takbir begitu luas dan dalam, takkan pernah cukup untuk diungkapkan di twitter. Semoga bisa kita gali bersama.

Takbir dalam shalat part.2 [23 Oct]

1. Sudahkah hati kita ikut bertakbir, ketika lisan kita bertakbir di dalam shalat? #SFS
2. Takbir adalah bagaikan pintu tempat kita masuk dalam shalat. Takbiratul Ihram adalah tanda dimulai shalat. #SFS
3. Takbiratul Ihram, tanda dimulai shalat, haram melakukan hal-hal yang dilarang. Ingat ihram haji dan umroh. #SFS
4. Dalam ihram umrah dan haji, kita dilarang melakukan beberapa hal, sama seperti shalat. #SFS
5. Ketika bertakbir, ada rasa khusyu dalam shalat, rasa takut dalam shalat. Rasa takut pada Allah. #SFS
6. Ketika mengulang takbir berkali-kali, maka timbul rasa khusyu di dada, rasa takut pada Allah. #SFS
7. Maka akan semakin kecil, kita akan tunduk pada Allah. Takbir menanamkan pengecilan diri di hadapan Allah. #SFS
8. Adanya takbir setiap hari adalah agar hati kita ingat pada Allah, ingat akan diri kita yang kecil dan lemah. #SFS
9. Shalat adalah perwujudan dari kehinaan kita pada Allah, puncak dari shalat adalah sujud. #SFS
10. Ketika kita bersujud, maka kita akan berada di posisi terdekat dengan Allah. #SFS
11. Sujud adalah puncak penghinaan diri di hadapan Allah. Ketika kita meresapi takbir, sujud menjadi lebih indah. #SFS
12. Takbir mengingatkan kita akan rasa kecil kita di hadapan Allah. Betapa kita kecil di hadapan Allah. #SFS
13. Semakin kita bertakbir, kita semakin merasa kecil di hadapan Allah. #SFS #ShalatForSuccess
14. Semakin kita merasa kecil dihadapan Allah, semakin derajat kita di sisi Allah meningkat. #SFS
15. Semakin derajat kita meningkat di sisi Allah, maka kualitas hidup akan semakin meningkat. #SFS
16. Semakin dekat dengan Allah, semakin merasa hina di hadapan Allah, inilah awal dari perubahan dalam hidup. #SFS
17. Ingat dua unsur ibadah, yaitu cinta dan hina. Takbir mencakup dua unsur ibadah ini. #SFS
18. Ketika kita menyatakan bahwa Allah adalah paling besar, kita merasa hina dan kecil. #SFS
19. Dan kita juga akan akan semakin cinta pada Allah, karena Allah adalah paling besar. #SFS
20. Ingat ketika sujud, sudahkah hati kita ikut bersujud pada Allah, atau yang bersujud hanya jasad kita saja? #SFS
21. Ingat, posisi terdekat kita pada Allah adalah sujud, di mana sujud adalah posisi paling rendah bagi jiwa kita. #SFS
22. Badan kita merendah, harus diikuti oleh jiwa kita yang juga harus merendah di hadapan Allah. #SFS
23. Ketika hati kita ikut bertakbir, maka kita menanamkan kebesaran Allah di hati kita. #SFS
24. Kita semakin beriman pada kebesaran Allah, kita akan semakin tunduk di hadapanNya. #SFS
25. Ketundukan kita kepada Allah, diawali dari ketundukan hati kita kepada Allah. #SFS
26. Ketika hati ini ikut bertakbir, maka lama kelamaan akan tunduk kepada Allah. Semakin merunduk. #SFS
27. Tanpa hati yang tunduk, apakah diri kita bisa mencapai ketundukan pada Allah? #SFS
28. Apakah kita bisa meraih tingkatan ibadah tanpa hati yang tunduk pada Allah? #SFS
29. Ibadah adalah panduan antara cinta dan ketundukan. Shalat, yang diawali dengan takbir, menundukkan jiwa kita. #SFS
30. Shalat adalah perlambang ketundukan pada Allah. Inilah salah satu hikmah shalat. #SFS
31. Ketika hati tunduk pada Allah, maka badan kita pun akan tunduk. Hati adalah pimpinan badan kita. #SFS
32. Mulailah takbir dengan meresapi makna. Insya Allah kita melatih ketundukan kita pada Allah. #SFS
33. Ingat, semakin kita merunduk di hadapan Allah, semakin meningkat derajat kita di sisiNya. #SFS
34. Semakin kita merasa besar, kita semakin jauh dari Allah. Ingat, Allah benci pada orang sombong. #SFS

Takbir dalam shalat part.3 [24 Oct]

1. Allahu Akbar, Allah adalah lebih besar dari segalanya. Lebih besar dari langit dan bumi. #SFS #HidupkanShalatmu
2. Allahu Akbar, tidak ada yang menandingi Allah. Semua makhluk adalah kecil. #HidupkanShalatmu #SFS
3. Allahu Akbar, Allah lebih besar dari segalanya. Allah lebih besar dari semua masalah dan problem kita. #SFS
4. Allah lebih besar dari semua masalah yang kita hadapi. Itu sudah pasti. #HidupkanShalatmu #SFS
5. Tapi sudahkah kita menyadari hal ini? Sudahkah kita sadar bahwa Allah lebih besar dari masalah kita? #SFS
6. Ketika kita bertakbir, baik dalam shalat, maupun di luar shalat, renungi juga maknanya. #HidupkanShalatmu #SFS
7. Ketika kita bertakbir, jangan lupa untuk meresapi maknanya. #HidupkanShalatmu #SFS #ShalatForSuccess
8. Maka saat masalah melanda kita, ingatlah bahwa Allah lebih besar dari semua masalah kita. #HidupkanShalatmu #SFS
9. Ingatlah bahwa ada Allah yang mampu mengurai benang kusut kehidupan kita. #HidupkanShalatmu #SFS
10. Lalu apa yang membuat kita enggan mengadukan masalah kita kepada Allah? #HidupkanShalatmu #SFS
11. Lalu apa yang membuat kita galau ketika menghadapi masalah? #HidupkanShalatmu #SFS #ShalatForSuccess
12. Barangkali karena kita kurang menghayati kebesaran Allah, karena kita kurang menghayati takbir. #SFS
13. Allah mewajibkan kita banyak mengulang bacaan takbir, ada hikmah besar di balik itu. #HidupkanShalatmu #SFS
14. Agar kita selalu ingat akan kebesaran Allah. Kita tak boleh lupa sedetikpun akan kebesaranNya. #HidupkanShalatmu #SFS
15. Allah tak ingin kita melalaikan kebesaranNya, tak ingin kita menjadi sombong karena merasa besar. #SFS
16. Kita bertakbir ratusan kali setiap hari, tapi kita masih merasa besar, masih merasa bisa. #HidupkanShalatmu #SFS
17. Kita bertakbir ratusan kali setiap hari, tapi kita masih merasa tidak membutuhkan Allah. #HidupkanShalatmu #SFS
18. Kita bertakbir ratusan kali setiap hari, tapi kita bersikap sehari-hari, seolah tak ada Allah. #HidupkanShalatmu #SFS
19. Kita bertakbir ratusan kali setiap hari, tapi kita tidak bisa merasa kecil di hadapan Allah. #HidupkanShalatmu #SFS
20. Kita bertakbir ratusan kali setiap hari, tapi kita masih enggan untuk merundukkan diri. Enggan menghinakan diri. #SFS
21. Lisan kita mengucap : Allah Maha Besar, tapi kita masih sering berucap: Aku bisa, Aku mampu. #HidupkanShalatmu #SFS
22. Lisan kita mengucap takbir, tapi ketika kita ada masalah, kita enggan berdoa kepadaNya. #SFS #HidupkanShalatmu
23. Akibatnya bukan masalah yang disingkirkan oleh Allah, tapi masalah makin bertambah. Ini akibatnya. #SFS
24. Masalah adalah untuk mengingatkan diri kita betapa diri kita ini lemah, agar kita menghayati ucapan takbir. #SFS
25. Allah menurunkan masalah pada kita agar kita merasa kecil, lalu kita merunduk ke Allah Yang Maha Besar. #SFS
26. Tapi hati kita terlanjur memuja diri kita sendiri, menganggap diri kita bisa, jadi tak perlu lagi bantuan Allah. #SFS
27. Kita ini hamba Allah, kita ini kecil, mengapa kita merasa diri kita besar? #HidupkanShalatmu #SFS
28. Kita mengucap takbir ratusan kali, tapi mengapa diri kita masih merasa besar? #HidupkanShalatmu #SFS
29. Mengapa diri kita masih merasa bisa melakukan segalanya sendiri, tidak membutuhkan Allah? #SFS
30. Mari kita mulai merubah cara kita bertakbir, agar kita semakin menjadi hamba yang dicintai Allah. #SFS

Takbir dalam shalat part.4 [25 Oct]

1. Allahu Akbar, sebuah pernyataan yang keluar dari lisan, melambangkan bahwa Allah lebih besar dari segalanya. #SFS
2. Allahu Akbar, sebuah pengakuan bahwa diri ini adalah kecil. Diri ini tak pantas untuk sombong, karena kecil. #SFS
3. Sebuah pengakuan dalam diri, bahwa yang paling diagungkan oleh diri ini adalah Allah. #SFS #HidupkanShalatmu
4. Allahu Akbar, sebuah pernyataan bahwa Allah adalah yang paling besar di alam ini. #SFS #HidupkanShalatmu
5. Allahu Akbar, mungkin sudah ratusan ribu kali kita baca dalam hidup kita ini. Sudahkan kita menyadari maknanya? #SFS
6. Allahu Akbar, Allah Sang Pencipta alam semesta, Pengatur alam semesta dengan segala detilnya. #SFS #HidupkanShalatmu
7. Allahu Akbar, alam tunduk dan patuh pada aturan dan kehendakNya. Tak membantah sedikitpun. #HidupkanShalatmu #SFS
8. Allahu Akbar, seluruh alam semesta bersujud kepadaNya. Karena Allah adalah Maha Besar, tak ada yang mengalahkan. #SFS
9. Allahu Akbar, semua makhluk bersujud kepadaNya. Simaklah QS Al Hajj ayat 18: #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
10. Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan,… #SFS
11. bintang, gunung, pohon-pohonan,binatang melata dan sebagian besar daripada manusia? #SFS #HidupkanShalatmu
12. Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah #SFS
13. maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. #SFS #HidupkanShalatmu
14. Sujud adalah jalan menuju kemuliaan. Sujud pada Allah yang Maha Besar. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
15. Allahu Akbar, menjadi alasan bagi kita untuk selalu bersujud kepadaNya. Karena Dia Maha Besar. #SFS #ShalatForSuccess
16. Sujudnya badan ini adalah tanda ketundukan kita kepada Allah. Semestinya membawa dampak dalam hidup. #SFS
17. Kita mau sujud dalam shalat, mengapa kita tidak mau taat pada perintahnya di luar shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
18. Takbir adalah menanamkan alasan dalam hati untuk taat pada Allah. Menjawab pertanyaan: mengapa? #SFS #HidupkanShalatmu
19. Mengapa alam semesta sujud dan taat pada Allah? Karena Allah Maha Besar. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
20. Alasan ini berlaku bagi kita semua, karena Allah Maha Besar, kita taat padaNya. Kita tunduk dan merunduk. #SFS
21. Ketika alasan semakin kuat tertanam di dalam dada, maka dorongan taat akan semakin menguat. #SFS #HidupkanShalatmu
22. Ketika kita bertakbir dengan hati, kita menanamkan alasan yang kuat untuk taat pada Allah. #SFS #HidupkanShalatmu
23. Hati kita belum meresapi kebesaran Allah, maka dorongan ketaatan tidak begitu kuat. #SFS #HidupkanShalatmu
24. Dorongan ketaatan dalam dada kita belum bisa mengalahkan dorongan maksiat dan hawa nafsu. #SFS #HidupkanShalatmu
25. Ketika kita mengatakan Allah Maha Besar, maka apakah perintahNya sudah jadi yang terbesar dalam diri? #SFS
26. Kita menyatakan Allah adalah Maha Besar. Apakah aturan Allah sudah menjadi yang terbesar dalam diri ini? #SFS
27. Jika ada perintah dari Allah Yang Maha Besar, maka semestinya perintah dari makhluk menyingkir jauh. #SFS
28. Sudahkah hati kita meresapi dan menyadari kebesaran Allah? Atau baru lisan saja yang berucap? #SFS #HidupkanShalatmu
29. Dari takbir ke takbir, dari hari ke hari, semoga hati ini makin yakin akan kebesaran Allah. #SFS #HidupkanShalatmu
30. Semoga hati ini makin merunduk pada Allah, dan akhirnya badan ini ikut tunduk. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess

Takbir dalam shalat part.5 [26 Oct]

1. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, adakah yang masih ragu akan kebesaran Allah? #SFS #HidupkanShalatmu
2. Takbir adalah bacaan utama dalam shalat. Berapa kali kita melakukan shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
3. Apakah kita sudah sampai ke taraf mendirikan shalat? Atau kita baru bisa melakukan? #SFS #HidupkanShalatmu
4. Apakah kita sudah yakin akan kebesaran Allah? Apakah kita sudah benar-benar yakin? #SFS #HidupkanShalatmu
5. Ketika kita yakin akan kebesaran Allah, maka kita pasti tunduk padaNya. #SFS #HidupkanShalatmu
6. Liberal tidak mau taat, mereka ingin merdeka, merdeka dari siapa? #SFS #HidupkanShalatmu
7. Mereka ingin merdeka dari kekuasaan Allah Yang Maha Besar. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
8. Mereka tidak percaya pada hukum Allah, menyamakan Allah dengan manusia lainnya. #SFS #HidupkanShalatmu
9. Apakah Allah Yang Maha Besar hendak disamakan dengan manusia yang lemah? #SFS #HidupkanShalatmu
10. Mereka ingin merdeka di hadapan Allah, tidak mengakui kebesaran Allah. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
11. Tapi kebesaran Allah takkan sirna karena ada yang mengingkari. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
12. Kenyataan tidak akan hilang ketika ada orang yang mengingkari. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
13. Allah tetap Maha Besar, seperti yang Dia beritahukan ke kita. Meski liberal mengingkari. #SFS #ShalatForSuccess
14. Allah memberi pilihan bebas bagi kita untuk hidup di dunia, apakah kita akan kafir, atau kita memilih beriman. #SFS
15. Allah sudah memberi pilihan bagi kita, dan Allah menunjukkan ke jalan yang benar. #SFS #ShalatForSuccess
16. Ada yang memilih percaya pada Allah, memilih beriman apda kebesaran Allah, lalu merunduk dan taat. #SFS
17. Tapi ada yang ingin merdeka dari ketaatan, ingin bebas dari taat pada Allah Yang Maha Besar. #SFS #HidupkanShalatmu
18. Kita termasuk yang mana? Yang ingin tunduk, atau yang ingin merdeka dari Kebesaran Allah? #HidupkanShalatmu #SFS
19. Mereka ingin bebas dari semua aturan, tapi sebenarnya mereka sedang membebaskan diri dari Allah. #SFS
20. Bukannya lalu mereka tidak taat pada siapa pun, mereka taat pada hawa nafsu. Taat pada dorongan jiwa. #SFS
21. Akhirnya mereka memerdekakan diri dari penghambaan pada Allah. Tapi menghamba pada hawa nafsu. #SFS #HidupkanShalatmu
22. Memilih merdeka dari Allah Yang Maha Besar, tapi mereka menjadi budak diri mereka sendiri. #SFS #HidupkanShalatmu
23. Mereka mengaku merdeka dari Allah, mereka bangga akan hal itu, bangga menjadi pembangkang. #SFS #HidupkanShalatmu
24. Namun mereka menyembah dirinya sendiri. Menjadi budak bagi sesuatu yang hina. #SFS #HidupkanShalatmu
25. Bukankah diri kita adalah hina? Bukankah diri kita ini lemah? Jika sudah tahu, mengapa masih juga disembah? #SFS
26. Mengapa mereka enggan menyembah Allah Yang Maha Besar? Mengapa mereka enggan merunduk? #SFS
27. Mereka meninggalkan Allah Yang Maha Besar, Yang Menciptakan dan Menguasai seluruh alam semesta seisinya.#SFS
28. Tapi ingat, mereka tidak bisa keluar dari kekuasaan Allah Yang Maha Besar. Takkan pernah bisa. #SFS
29. Mereka masih terikat dengan waktu, yang suatu hari nanti akan habis. Cepat atau lambat, mereka akan mati. #SFS
30. Mereka akan mendapati bahwa janji Allah adalah nyata. Tapi waktu telah habis. Mereka terlambat. #SFS
31. Mereka tak sempat merasakan takbir dengan hati, mereka tak pernah meresapi kebesaran Allah. #SFS
32. Mari kita bertakbir disertai hati yang ikut bertakbir. Agar kita bisa merunduk dan tunduk pada Allah @ulil. #SFS

Sukses dalam shalat part.1 [27 Oct]

1. Bagaimana kabar shalat anda hari ini? Bagaimana shalat kita selama ini? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
2. Maukah anda mendengar sebuah ucapan sahabat tentang shalat yang isinya mengerikan? #SFS #HidupkanShalatmu
3. Seorang sahabat Nabi mengucapkan kalimat yang mengerikan. Membuat kita takut akan shalat kita selama ini. #SFS
4. Ucapan sahabat ini bisa kita jadikan tolok ukur menilai shalat kita selama ini. #SFS #HidupkanShalatmu
5. Jangan-jangan selama ini shalat kita tidaklah sempurna, tidak membawa hasil yang kita inginkan. #SFS #HidupkanShalatmu
6. Jika shalat tidak membawa hasil seperti yang kita inginkan, apa yang kita dapatkan dalam shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
7. Ketika kita bekerja, kita ingin mendapat hasil sebanyak mungkin. Apakah kita tak ingin hasil dari shalat? #SFS
8. Apakah kita ingin membawa hasil dari pekerjaan, tapi tak ingin membawa hasil dari shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
9. Apakah kita ingin hasil dari pekerjaan, tapi tak ingin hasil dari shalat kita? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
10. Apakah kita ingin berhasil dalam pekerjaan, tapi tak masalah ketika gagal dalam shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
11. Sukses shalat mempengaruhi sukses hidup anda. Termasuk sukses dalam karier dan pekerjaan. #SFS #HidupkanShalatmu
12. Karier dan pekerjaan adalah cara Allah memberi rezeki pada anda. Tapi Allah yang memberi. #SFS #HidupkanShalatmu
13. Apakah yang memberi rezeki pada anda adalah pekerjaan? Atau Allah yang memberi? #SFS #HidupkanShalatmu
14. Ketika kita sukses shalat, maka kesuksesan itu akan mengalir dalam hidup kita. #SFS #HidupkanShalatmu
15. Hidup akan menjadi berkah ketika kita sukses dalam shalat. Sukses shalat adalah kunci sukses hidup. #SFS #HidupkanShalatmu
16. Kata Ibnu Abbas: yang engkau dapat dari shalatmu adalah apa yang kau pahami. #SFS #HidupkanShalatmu
17. Yang engkau dapat dari shalatmu adalah apa yang engkau pahami dan engkau resapi. #SFS #HidupkanShalatmu
18. Ketika kita memahami dan fokus pada bacaan shalat, itulah yang kita dapatkan dalam shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
19. Ketika kita tidak fokus dan tidak memahami bacaan shalat, maka kita tidak mendapat apa-apa. #SFS #HidupkanShalatmu
20. Ketika kita shalat tanpa fokus dan memahami bacaan shalat, maka shalat kita seperti mabuk. #SFS #HidupkanShalatmu
21. Orang mabuk mengucapkan kata-kata yang tidak pahami. Asal mengucap. Sama seperti orang shalat yang tak paham. #SFS
22. Apakah kita jauh dari mabuk-mabukan, tapi kita shalat bagaikan orang mabuk? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
23. Apakah kita ingin keuntungan maksimal dari pekerjaan, tapi enggan peduli pada shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
24. Apakah kita menghindari kerugian dalam bisnis, tapi tak masalah jika kita rugi dalam shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
25. Kesuksesan shalat salah satunya bergantung pada fokus kita dalam bacaan shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
26. Ketika kita tidak memikirkan dan tidak memahami makna bacaan, akhirnya shalat kita bernilai nol. #SFS
27. Ketika tak lulus ujian sekolah, kita bisa mengulang tahun berikutnya. Ketika merugi bisnis, bisa kita coba lagi. #SFS
28. Tapi ketika kita gagal dalam ujian shalat, apakah kita bisa kembali lagi ke dunia untuk mengulang? #SFS
29. Gagal dalam ujian shalat, artinya gagal dalam hidup. Kita tidak bisa mengulang hidup di dunia lagi. #SFS
30. Ketika kita gagal hidup di dunia, itulah kegagalan sejati. Gagal hidup karena gagal dalam shalat. #SFS
31. Ketika kita gagal dalam hidup, apakah kita bisa kembali lagi ke dunia untuk memperbaiki? #SFS #HidupkanShalatmu

Sukses dalam shalat part.2 [28 Oct]

1. Sebuah hadits lagi dari Rasulullah tentang shalat, membuat kita berpikir ulang tentang hidup kita. #SFS
2. Membuat kita memikirkan bagaimana kita lalui hidup kita selama ini. Bagaimana dengan shalat kita. #SFS
3. Karena hidup kita adalah cermin dari shalat kita, shalat kita adalah cermin dari hidup kita. #SFS
4. Inilah artinya ketika shalat kita bagus, maka amalan ibadah lain akan bagus. Begitu juga sebaliknya. #SFS
5. Ketika shalat kita buruk, maka amalan kita lainnya akan buruk juga. Inilah rumusnya. Camkan ini. #SFS
6. Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- bersabda: seorang hamba selesai dari shalatnya, #SFS
7. Tetapi hanya mendapat 10 persen dari pahalanya, ada yang dapat 1/9, ada yang dapat 1/8, 1/7, 1/6, #SFS
8. Ada juga yg dapat 1/5, 1/4, ada yang dapat 1/3 dan 1/2 pahala shalatnya.| Perhatikan. Pahala shalat bertingkat2. #SFS
9. Hadits ini riwayat Abu Dawud. Gerakan shalat adalah sama, mengapa pahala orang yang shalat berbeda-beda? #SFS
10. Pertanyaan yang sudah semestinya, jika gerakannya sama, mengapa pahala bisa berbeda-beda? #SFS
11. Inilah, gerakan adalah salah satu unsur shalat. Tapi bukan satu-satunya unsur shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
12. Gerakan shalat haruslah benar, seperti dicontohkan, tak boleh ditambah, juga jangan dikurangi. #SFS
13. Kewajiban dalam shalat tidak hanya gerakan yang benar, tapi juga ada kewajiban khusyu. #SFS
14. Ada kewajiban memahami bacaan yang dibaca dalam shalat. Sudahkah kita memahaminya? #SFS
15. Bacaan shalat bukanlah seperti bacaan mantera yang dibaca tanpa mengetahui maknanya. #SFS
16. Hadits ini membua mata kita, bahwa shalat tidak sesederhana yang kita bayangkan. #SFS #HidupkanShalatmu
17. Bukankah kita ingin mendapatkan pahala shalat yang sempurna? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
18. Bukankah kita ingin mendapatkan seluruh pahala shalat? Atau kita ingin mendapat setengah saja? #SFS
19. Apakah kita tak ingin mendapatkan pahala shalat sempurna, tapi kita ingin keuntungan besar dalam bisnis? #SFS
20. Kita boleh menginginkan pahala shalat sempurna, tapi sudahkah kita memperhatikan shalat kita? #SFS
21. Sudahkah kita peduli pada pahala shalat kita? Atau yang penting bagi kita adalah yang penting sudah shalat? #SFS
22. Jangan-jangan shalat kita selama ini tak ada pahalanya. Shalat kita tidak ada nilainya. Alias nol. #SFS
23. Kita tidak tahu berapa nilai shalat kita saat ini. Kita tidak tahu. Ini sungguh mengerikan. #SFS #ShalatForSuccess
24. Jangan-jangan kita hanya mendapat lelah dan letih dalam shalat, tidak mendapatkan pahala apa pun. #SFS
25. Apa jadinya hidup kita jika shalat kita tidak disukai oleh Allah? #HidupkanShalatmu #SFS #ShalatForSuccess
26. Bagaimana nasib kita di akhirat nanti jika shalat kita ternyata tidak ada nilainya? #SFS #ShalatForSuccess
27. Ingat, amalan pertama yang dihisab di akhirat nanti adalah shalat. Ingat, jangan sampai lupa. #SFS
28. Ketika shalat kita dinilai bagus, maka amalan lain akan ikut baik. Jika buruk, amalan lain pun buruk. #SFS
29. Sekarang saatnya kita lebih memperhatikan shalat kita. Sekarang saatnya kita meningkatkan shalat kita. #SFS
30. Langkah pertama meningkatkan shalat adalah dengan berdoa, dengan memohon bantuan Allah. #HidupkanShalatmu #SFS
31. Jangan bosan memohon bantuan Allah agar kita bisa meningkatkah shalat kita. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
32. Semakin meningkat kualitas shalat, maka kualitas hidup kita akan semakin meningkat. #SFS #ShalatForSuccess

Shalat adalah cahaya part.1 [29 Oct]

الصلاة نور
Shalat adalah cahaya. Begitu kata Nabi Muhammad, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.
Setiap kali mata melewati hadits ini, ada semacam perasaan bersalah dalam hati ini. Ada semacam penyesalan. #SFS
2. Engkau berjalan pelan-pelan, sambil takut akan apa yang terjadi di depan, karena berjalan dalam gelap. #SFS
3. Berjalan di kegelapan sungguh tak nyaman. Bagaimana jika hidup dalam gelap? Tentu mengerikan. #SFS #HidupkanShalatmu
4. Engkau hidup di dalam gelap. Tak tahu kemana mau melangkah. Sama seperti ketika berjalan di kegelapan. #SFS
5. Apakah kita ingin terus hidup dalam kegelapan? Atau kita ingin cahaya menerangi hidup kita? #SFS #HidupkanShalatmu
6. Ketika lampu di rumah padam, kita berusaha untuk menggantikan dengan lampu yang baru. #SFS #HidupkanShalatmu
7. Apakah ketika kita hidup dalam gelap, kita tak ingin mencari cahaya? Apakah kita menikmati kegelapan? #SFS
8. Mencari cahaya dalam hidup bukanlah susah. Allah sudah memberitahu kita lewat Rasul-Nya. #SFS #HidupkanShalatmu
9. Tapi ada yang penting untuk kita miliki sebelum kita mencari cahaya. Yaitu keinginan untuk mengejar cahaya. #SFS
10. Jika kita nyaman hidup dalam kegelapan, apa gunanya kita mencari cahaya? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatforSuccess
11. Rasulullah telah memberikan petunjuk mencari cahaya. Carilah cahaya di dalam shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
12. Shalat adalah cahaya. Semakin bagus shalat kita, maka hidup kita semakin bercahaya. Semakin terang. #SFS
13. Shalat adalah cahaya bagi hati, menerangi hati untuk menerima kebenaran. Ingat, hati adalah inti manusia. #SFS
14. Terangnya kehidupan adalah dari hati yang terang oleh shalat. #SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu.
15. Ketika hati terang oleh cahaya shalat, maka wajah pun menjadi bersinar. Shalat adalah cahaya bagi wajah. #SFS
16. Cahaya shalat tidak hanya menerangi hati dan hidup kita. Tapi berlanjut hingga ke kubur kita. #SFS #HidupkanShalatmu
17. Cahaya shalat menerangi kubur kita, hingga kita nyaman beristirahat menunggu datangnya hari kiamat. #SFS
18. Apakah kita menerangi kamar kita, tapi enggan menerangi kubur kita sendiri? #SFS #HidupkanShalatmu
19. Apa jadinya jika nanti kita tinggal di kubur yang gelap? Kita tinggal di alam kubur lebih lama dari di dunia. #SFS
20. Cahaya shalat akan menyertai kita ke alam berikutnya, yaitu menerangi kita di hari kiamat. #SFS #HidupkanShalatmu
21. Hari kiamat, hari yang amat menakutkan. Hari mengerikan. Sudahkah engkau menyimak kengerian berita hari kiamat? #SFS
22. Hari yang dahsyat, tapi cahaya shalat ikut menemani kita melewati hari yang menakutkan itu. #SFS #HidupkanShalatmu
23. Sudahkah kita memikirkan nasib kita di hari kiamat nanti? #SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu
24. Atau kita hanya peduli pada masa depan dunia? Kita terlalu sibuk, akhirat tak terpikir lagi. #ShalatforSuccess #SFS
25. Hidup yang diterangi cahaya shalat adalah hidup yang bahagia. Inilah resep bahagia dari Nabi. #SFS #ShalatforSuccess
26. Apakah kita lebih percaya resep bahagia dari Donald Trump & Richard Branson daripada resep bahagia dari Allah? #SFS

Shalat adalah cahaya part.2 [30 Oct]

1. Nabi Memberitahu kita tentang shalat dg makna yang singkat, tapi padat. Shalat adalah cahaya. #SFS #ShalatForSuccess
2. Cahaya yang menerangi hidup kita di dunia, kita hidup diterangi cahaya yang terang benderang. #SFS #ShalatForSuccess
3. Ketika kita hidup diterangi cahaya, kita seolah seperti hidup di siang hari yang terang. Bisa melihat jalanan. #SFS
4. Kita bisa melihat jalan yang membawa kita ke tujuan. Kita bisa melihat jalan yang benar. #SFS #HidupkanShalatmu
5. Kita bisa melihat apa-apa yang bermanfaat bagi kita, yang membawa ke peningkatan hidup kita, lalu kita ambil. #SFS
6. Kita bisa mengenal apa yang berbahaya bagi kehidupan kita, lalu bisa kita hindari. #SFS #ShalatForSuccess
7. Kita bisa hidup dengan lancar dan meraih sukses. Seperti orang yang berjalan di siang hari yang terang. #SFS
8. Dia akan sampai ke tujuan. Dia berjalan dengan lancar karena berjalan di siang yang terang. #SFS #ShalatForSuccess
9. Tapi cahaya shalat menerangi hidup kita, lebih dari matahari menerangi dunia di siang hari. #SFS #ShalatForSuccess
10. Cahaya Al Qur’an menuntun kita menuju sukses sejati yang seharusnya dikejar, hingga tidak salah sasaran. #SFS
11. Ketika kita salah mengejar sasaran, kita akan rugi dua kali. Rugi usaha, dan rugi karena salah sasaran. #SFS
12. Masalahnya, kita hanya memiliki kesempatan hidup satu kali. Tak bisa mengulang lagi jika salah mengejar sasaran. #SFS
13. Apakah ketika kita telah mati, kita bisa kembali ke dunia lagi? Tak bisa. #SFS #ShalatForSuccess
14. Tidak bisa mengulang hidup lagi jika kita hidup kita gagal, karena kita gagal dalam shalat. #SFS #ShalatForSuccess
15. Cahaya shalat yang menerangi hidup kita, lebih terang dari matahari yang menerangi dunia. #SFS #ShalatForSuccess
16. Cahaya shalat adalah cahaya hidayah dari Allah, memberi petunjuk kita ke arah yang diridhoiNya. #SFS #ShalatForSuccess
17. Jika Allah telah memberi petunjuk, apakah ada yang bisa menyesatkan? #SFS #ShalatForSuccess
18. Bukankah tujuan kita dalam hidup adalah untuk mencari keridhoanNya? #SFS #ShalatForSuccess
19. Maka kadar cahaya dalam hidup kita adalah sesuai dengan kadar shalat kita. Berbanding lurus. #SFS #ShalatForSuccess
20. Semakin bagus shalat kita, maka semakin terang hidup kita. Semakin kita mendapatkan lebih banyak petunjuk. #SFS
21. Tentang petunjuk Allah, tentang kadarnya itulah rahasia yang hanya Allah yang tahu. #SFS #ShalatForSuccess
22. Tapi percayalah pada Allah, percayalah bahwa Allah akan memberi kita lebih baik dari amalan kita. #SFS
23. Bukankah Allah Maha Baik?Apakah kita masih meragukan kebaikan Allah? #SFS #ShalatForSuccess
24. Semakin kita sukses dalam shalat, maka kita semakin sukses dalam hidup. Akan semakin bahagia. #SFS #ShalatForSuccess
25. Tapi ingat, arti sukses dan bahagia di sini adalah sukses menurut Allah. Bukan sukses menurut Donald Trump. #SFS
26. Sukses bukanlah dengan mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Ini sukses menurut mazhab Qarun. #SFS #ShalatForSuccess
27. Sukses menurut Allah adalah ketika kita berhasil mencapai misi yang kita emban dalam hidup ini. #SFS #ShalatForSuccess
28. Bukankah misi hidup kita adalah beribadah pada Allah, bukannya mencari harta sebanyak mungkin? #SFS #ShalatForSuccess
29. Allah tidak pernah benci pada seorang hamba karena dia miskin. Bukan senang pada seorang hamba karena dia kaya. #SFS
30. Itulah cahaya shalat, ketika hidup kita diterangi cahaya terang, apakah kita akan hidup dalam gundah? #SFS

Shalat yang bercahaya [31 Oct]

Shalat membuat kita hidup diterangi cahaya. Nah pertanyaannya, bagaimana shalat yang menimbulkan cahaya?
Shalat yang bercahaya adalah shalat yang dilakukan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad, alaihisshalatu wassalam.
Banyak yang beranggapan bahwa shalat sesuai petunjuk Nabi adalah terkait dengan gerakan dan bacaan. Itu penting.
Salah satu syarat diterimanya shalat adalah sesuai dengan petunjuk Nabi. Jika tidak sesuai, bagaimana bisa diterima? #SFS
Tapi petunjuk Nabi dalam shalat tidak hanya terkait gerakan dan bacaan. Lebih dari itu. #SFS #ShalatforSuccess
Bukankah kita ingin agar shalat membawa cahaya dalam hidup kita? Maka harus ikuti prosedur. #SFS #ShalatforSuccess
Selain gerakan dan bacaan, ada juga bagaimana cara membaca bacaan shalat. Yaitu dengan fokus. #SFS #ShalatforSuccess
Bacaan shalat menambah iman dan cahaya dalam hidup. Bukan sembarang bacaan. #SFS #ShalatforSuccess
Allah memerintahkan shalat agar kita berdzikir mengingat Allah. Agar selalu mengingat Allah. Inilah cahaya. #SFS
Dzikir pada Allah dalam shalat tidak maksimal tercapai ketika kita tidak fokus pada makna bacaan shalat. #SFS
Apakah dzikir yang membuat kita mengingat Allah bisa tercapai tanpa memahami makna dzikir yang dibaca? #SFS
Apakah cahaya shalat bisa maksimal jika kita tidak paham makna bacaan shalat? #SFS #ShalatforSuccess
Shalat yang bercahaya, ini agar kita tidak hidup dalam gelap. Agar kita tidak menghadapi masa depan tanpa petunjuk. #SFS
Shalat adalah dialog dengan Allah, apakah kita bisa berdialog tanpa memahami apa yang kita ucapkan? #SFS #ShalatforSuccess
Bacaan shalat adalah dzikir yang menerangi hidup kita. Semakin kita baca dengan maksimal, semakin terang hidup kita. #SFS
Membaca bacaan shalat, harus dengan memahami dan fokus pikiran ke makna bacaan. Paham saja tidak cukup. #SFS
Membuat pikiran selalu fokus pada bacaan shalat, inilah medan perang kita melawan setan di dalam shalat. #SFS
Setan berusaha agar pikiran kita tidak fokus pada bacaan shalat. Apakah kita akan melawan? #SFS #ShalatforSuccess
Apakah kita akan membiarkan setan merusak shalat kita? #SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu
Setan selalu berusaha merusak shalat kita. Tak pernah kenal lelah. Apakah akan kita biarkan? #SFS #ShalatforSuccess
Ingat, ketika shalat kita rusak, kita akan hidup dalam gelap. Inilah yang diinginkan setan. #SFS #HidupkanShalatmu
Ketika kita hidup dalam gelap, setan “menerkam” kita. Jadilah kita dimangsa setan. Disesatkan. #SFS #HidupkanShalatmu
Apa jadinya ketika kita menjadi mangsa setan? Kemana setan akan membawa kita?
#SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu
Apakah setan membawa kita ke jalan yang disukai Allah? #SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu
Ketika kita berhasil mengalahkan setan dalam shalat, maka hidup kita akan bercahaya. Karena shalat kita bercahaya. #SFS
Seringkali kita merasa aman dalam shalat. Merasa tak akan ada yang mengganggu. Akhirnya kita santai. Setan menerkam. #SFS

Melawan setan dalam shalat [1 Nov]

1. Setan menciderai shalatmu, karena ingin agar shalatmu jadi gelap. Agar hidupmu jadi gelap. Agar kuburmu jadi gelap. #SFS
2. Setan berusaha agar engkau tak fokus pada shalatmu, agar engkau memikirkan hal-hal lain dalam shalat. #SFS
3. Akhirnya engkau tak sempat lagi menyerap iman dari bacaan shalat yang luar biasa maknanya. #SFS
4. Ingat, bacaan shalat turun dari langit, bukan sekedar bacaan biasa. Setan ketakutan jika kita membacanya. #SFS
5. Bacaan shalat mengandung iman, mengandung cahaya yang menerangi hidup manusia. #SFS #HidupkanShalatmu
6. Semakin manusia menyerap makna bacaan shalat, maka sebesar itulah tambahan iman yang kita dapat dari shalat. #SFS
7. Apakah kita ingin menyerap iman dari bacaan shalat? Atau kita ingin selesai shalat dengan tangan kosong? #SFS
8. Masihkah kita peduli dengan shalat kita? Atau kita cuek jika shalat kita tak menambah iman? #SFS #HidupkanShalatmu
9. Selesai shalat, sudah semestinya iman bertambah. Bacaan shalat menambah iman kita. #SFS #HidupkanShalatmu
10. Selesai shalat, sudah semestinya cahaya kita dalam hidup bertambah. Semakin terang cahayanya. #SFS #HidupkanShalatmu
11. Semakin banyak shalat, semakin tambah iman, maka semakin banyak cahaya dalam hidup kita. #SFS #ShalatForSuccess
12. Ketika manusia hidup dalam iman, maka dia akan hidup di bawah cahaya yang menerangi langkahnya. #SFS
13. Ketika orang hidup dalam cahaya, maka setan tidak bisa menerkamnya, untuk dibawa menjauh dari jalan Allah. #SFS
14. Tugas setan akan semakin susah ketika manusia dapat menyerap iman dari bacaan shalat setiap hari. #SFS
15. Bayangkan, berapa bacaan dzikir yang dibaca manusia mukmin setiap hari. Banyak sekali. #SFS #HidupkanShalatmu
16. Ini membuat susah setan untuk menggoda manusia, membuat susah untuk menyesatkan manusia. #SFS #HidupkanShalatmu
17. Maka setan sangat berkepentingan agar manusia tidak membaca bacaan shalat dengan fokus. #SFS #HidupkanShalatmu
18. Setan selalu mengganggu manusia, menghalangi manusia agar lalai dari makna bacaan shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
19. Akhirnya iman manusia tidak bertambah setelah shalat. Tidak ada tambahan cahaya. #SFS #HidupkanShalatmu
20. Akhirnya manusia hidup dalam kegelapan, tidak mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah. #SFS #HidupkanShalatmu
21. Akhirnya manusia mudah diserang godaan setan, mudah dibawa menjauh dari ketaatan Allah. #SFS #HidupkanShalatmu
22. Apa jadinya jika kita dimangsa setan? Bukankah kita tak ingin dimangsa setan? #SFS #HidupkanShalatmu
23. Setan akan menyesatkan kita, meski menggoda kita dengan angan-angan manis yang indah. #SFS
24. Ketika iman kita lemah, maka kita akan mudah tergoda, mudah terpengaruh bujukan setan. #SFS
25. Maka kita harus bisa mengalahkan setan dalam shalat, harus bisa fokus pada makna bacaan shalat. #SFS
26. Di dalam shalat, maka perjuangkan agar pikiran fokus pada makna. Meski pada awalnya berat. #SFS
27. Berat, karena jiwa kita masih lemah, kekuatan fokus kita jarang kita pergunakan. #SFS #HidupkanShalatmu
28. Tapi perlahan-lahan, dengan izin Allah, kekuatan fokus makin meningkat. Kita jadi makin kuat. #SFS
29. Dan setan dapat kita kalahkan. Tapi setan tak pernah putus asa menggoda, harus tetap berupaya. #SFS
30. Kita tetap harus fokus pada makna bacaan shalat. Ini jika kita ingin shalat kita hidup. #SFS #HidupkanShalatmu

Jihad (perjuangan) dalam shalat [2 Nov]

Dalam shalat ternyata ada jihad. Ada perjuangan mengusir godaan setan yang ingin menggagalkan shalat kita. #SFS
Dalam shalat ada perjuangan menepis gangguan setan yang ingin menjajah hati kita.
Persoalannya apakah kita sadar bahwa setan mengintai shalat kita? Atau kita merasa aman dan tenang? #SFS #ShalatforSuccess
Setan menyerang hati kita dengan bisikan hingga hati kita tidak merenungkan makna bacaan shalat. #SFS #ShalatforSuccess
Itulah perjuangan yang ada di depan mata kita setiap hari, setiap saat, perjuangan melawan setan. #SFS #HidupkanShalatmu
Hidup adalah perjuangan, shalat adalah perjuangan, kita bisa meraba kaitan antara shalat dan kualitas hidup. #SFS
Dalam perjuangan melawan setan membuat kita hanya punya dua pilihan. Menang, mengalahkan setan, atau dijajah setan. #SFS
Maka kita harus tahu bagaimana modus setan dalam mengintai kita. Harus tahu bagaimana mengalahkan setan. #SFS
Kita harus bisa fokuskan pikiran ke makna bacaan. Inilah pertarungan kita dengan setan. #SFS #HidupkanShalatmu
Jika kita tidak paham makna bacaan shalat, laku kita mau fokuskan pikiran ke mana? #SFS #ShalatforSuccess
Ketika kita paham bacaan shalat, kita tahu kemana pikiran harus fokus. Pikiran tidak bisa kosong melompong. #SFS
Shalat adalah dzikir pada Allah. Bagaimana bisa berdzikir jika pikiran kita kosong? Tak mungkin. #HidupkanShalatmu #SFS
Jika kita tak paham makna bacaan shalat, bagaimana kita bisa merealisasikan dzikir dalam shalat? #SFS #ShalatForSuccess
Jika kita tidak bisa merealisasikan dzikir dalam shalat, apakah tujuan shalat akan tercapai? #SFS #ShalatforSuccess
Ketika setan berusaha memalingkan pikiran kita dari makna bacaan shalat, maka langkah pertama adalah sadar. #SFS
Sadari bahwa bisikan itu adalah serangan dari setan untuk mengganggu shalat kita. Ini langkah pertama. #SFS
Lalu berhenti sejenak dari membaca, kembalikan fokus pikiran ke makna bacaan. Pusatkan lagi ke makna bacaan. #SFS
Ketika kita sudah mampu mengusir bisikan, kita lanjutkan bacaan kita. Tentunya dengan fokus ke makna bacaan. #SFS
Setan akan terus mengulangi gangguannya pada shalat kita. Apakah kita akan melawan, atau kita akan menyerah? #SFS
Jika kita tidak paham makna bacaan shalat, lalu kita mau fokuskan pikiran ke mana? #SFS #ShalatforSuccess
Setan akan terus menggoda, dan kita harus terus melawan, menyelamatkan shalat kita. #SFS #ShalatforSuccess
Itulah perjuangan kita di dalam shalat. Perjuangan menjaga shalat kita dari setan yang menyerang. #SFS #ShalatforSuccess
Sebelum itu semua, ada perjuangan untuk belajar memahami bacaan shalat. #SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu
Itulah perjuangan dalam shalat, perjuangan yang menyertai hidup kita. Selama jantung kita berdetak. #SFS
Sudahkah kita menganggap shalat sebagai sesuatu yang patut kita perjuangkan? #SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu
Sudahkah kita menganggap shalat sebagai sesuatu yang penting? #SFS #ShalatforSuccess #HidupkanShalatmu
Kita takkan mampu shalat dengan benar tanpa bantuan Allah. Semua berawal dari kehendak Allah. #SFS #ShalatforSuccess
Maka memohon bantuan Allah menjadi langkah pertama yang amat penting dalam perjalanan memperbaiki shalat. #SFS
Sudahkah kita sering berdoa agar bisa shalat dengan baik? Atau dunia sudah mendominasi doa-doa kita? #SFS

Meraih bahagia dalam shalat [4 Nov]

1. Ibnul Qayyim menjelaskan korban setan dalam shalat, mereka yang jadi korban setan. #SFS #ShalatForSuccess
2. Menjelaskan kondisi korban setan dalam shalatnya. Apa yang terjadi pada korban setan? #SFS #ShalatForSuccess
3. Kata Ibnul Qayyim: mereka keluar dari shalat dalam kondisi sama dengan saat mereka memulai. #SFS #ShalatForSuccess
4. Dengan dosa, beban dan kesalahan-kesalahannya. Ini kata Ibnul Qayyim dalam Al Wabil Al Shayyib. #SFS #ShalatForSuccess
5. Manusia datang Sebelum shalat mereka membawa beban berupa dosa-dosa dan kesalahan. #SFS #ShalatForSuccess
6. Tapi beban itu tidak hilang setelah mereka selesai shalat. Seharusnya beban itu terlepas dan hilang. #SFS
7. Mengapa shalat tidak bisa menghilangkan beban dan kesalahan mereka? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
8. Karena mereka menjadi korban setan dalam shalatnya. Mereka tak melawan godaan setan. #SFS #ShalatForSuccess
9. Setan membisikkan di hati mereka hingga tak sempat memahami dan meresapi makna bacaan shalat. #SFS
10. Shalat adalah bisa menggugurkan dosa dan kesalahan manusia, ketika hatinya ikut hadir. #SFS
11. Ibnul Qayyim melanjutkan: Shalat bisa menghapus dosa bagi siapa yang memenuhi haknya, #SFS
12. Dan menyempurnakan khusyu’nya, serta berdiri di hadapan Allah dengan hati dan badannya. #SFS
13. Inilah syarat mereka yang ingin mendapatkan hasil maksimal dari shalat. Harus sempurnya khusyu’nya. #SFS
14. Harus dengan meresapi makna bacaannya, hal yang ditakutkan oleh setan dari shalat kita. #SFS
15. Pernyataan Ibnul Qayyim ini menjadi bahan introspeksi shalat kita. Sudahkah shalat kita menggugurkan dosa? #SFS
16. Apakah kita sudah memperhatikan kualitas shalat? Atau kita memang sudah puas dengan shalat yang asal-asalan? #SFS
17. Lalu apa yang terjadi pada kita jika kita berhasil mengalahkan setan dalam shalat kita? #SFS
18. Apa yang terjadi ketika kita menjalankan shalat dengan semestinya, ketika hati ikut shalat? #SFS
19. Ibnul Qayyim menjelaskan : dia akan keluar dari shalat dengan mendapati rasa ringan di tubuhnya. #SFS
20. Seolah dia merasakan ada beban yang sebelumnya ada, lalu hilang. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
21. Dia merasakan kesegaran dan kegembiran, dan menginginkan agar shalat tidak pernah selesai. #SFS
22. Ada efek yang terasa pada badan ketika kesalahan dan dosa itu gugur karena shalat, yaitu kesegaran. #SFS
23. Ibnul Qayyim menggambarkan orang yang merasakan kenikmatan dalam shalat. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
24. Katanya: seakan dunia menjadi penjara, dan baru keluar dari penjara saat shalat. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
25. Itulah mereka yang merasakan nikmatnya shalat. Merasa nikmat karena melakukan shalat dengan benar. #SFS
26. Sudahkah kita ingin merasakan nikmatnya shalat? Atau kita sudah tak peduli dengan shalat kita? #SFS
27. Jika kita ingin shalat cepat selesai, maka mereka ingin agar hidup ini hanya diisi dengan shalat, karena nikmatnya. #SFS
28. Jika mereka merasa keluar dari penjara saat shalat, jangan-jangan kita merasa shalat bagai penjara. #SFS
29. Itulah bahagia yang didapat dari shalat, bahagia yang luar biasa nikmat dan manis. #SFS
30. Orang yang bisa merasakan bahagia dalam shalat, maka hidupnya akan diliputi bahagia. #SFS
31. Belum sempat galau menyerang, dia sudah mendengar adzan dan shalat. Galau pun pergi jauh-jauh. #SFS

Bahagia dalam shalat [5 Nov]

1. Bagaimana kondisi mereka yang bisa menikmati shalat? Apa yang mereka rasakan dalam shalat? #SFS #ShalatForSuccess
2. Mereka shalat dalam keadaan gembira. Shalat membuat mereka bahagia. Mereka gembira dalam shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
3. Ibnul Qayyim memberikan gambaran bagi mereka yang menikmati shalat, sedih ketika menjelang salam. #SFS #HidupkanShalatmu
4. Mereka seperti orang yang berhaji ke tanah suci, dan sedang melakukan thawaf wada’, menjelang pulang. #SFS
5. Mereka yang pernah ke tanah suci akan merasakan kesedihan ketika menjelang pulang ke tanah air. #SFS
6. Rasanya tak ingin pulang ke tanah air, ingin tetap tinggal di tanah suci, beribadah dengan nikmat. #SFS
7. Nah, mereka yang menikmati shalat merasakan rasa itu setiap hari, ketika menjelang salam dari shalat. #SFS
8. Sudahkah kita merasakan nikmatnya shalat? Atau kita hanya ingin agar shalat segera selesai? #SFS #HidupkanShalatmu
9. Mereka yang mencintai shalat mengatakan: kita shalat, kita beristirahat dalam shalat kita. #SFS #HidupkanShalatmu
10. Beristirahat di dalam shalat, bersenang-senang dalam shalat. Merasa gembira saat shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
11. Nabi Muhammad Alaihisshalatu wassalam bersabda: Wahai Bilal, buatlah kami beristirahat dengan shalat. #SFS
12. Bukan mengatakan wahai Bilal, buatlah kami istirahat dari shalat. Perhatikan bedanya. #SFS #HidupkanShalatmu
13. Beristirahat adalah di dalam shalat. Bukan istirahat adalah dari shalat. Gembira saat di dalam shalat. #SFS
14. Ada satu lagi sabda Nabi Muhammad alaihisshalatu wassalaam tentang shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
15. Dan dijadikan shalat sebagai penyejuk mataku. Hadits ini adalah diriwayatkan oleh An Nasa’i. #SFS
16. Kata Ibnu Hajar : Barangsiapa yang penyejuk matanya dalam sesuatu, maka dia tidak ingin berpisah dengannya. #SFS
17. Tidak ingin keluar dari hal itu, karena pada hal itulah dia mendapatkan kenikmatan. #SFS #ShalatForSuccess
18. Dengan hal itulah hidupnya menjadi nikmat. Demikian Ibnu Hajar mendeskripsikan makna penyejuk mata. #SFS
19. Penyejuk mata lebih dari sekedar cinta, tapi penyejuk mata adalah kenikmatan yang paling dicintai dalam hidup. #SFS
20. Penyejuk mata adalah hal yang menjadi kesukaan dalam hidup. Nah, apa yang menjadi penyejuk mata bagi kita? #SFS
21. Penyejuk mata bagi Nabi adalah shalat. Yang membuat hidup jadi hidup adalah shalat. #HidupkanShalatmu #SFS
22. Shalat membuat hidup jadi indah. Jika hidupmu indah tanpa shalat, maka jangan-jangan hidupmu tak indah. #SFS
23. Hidupmu tak indah, tapi dikau merasakannya sebagai indah. Seperti narkoba, rusak tapi terasa indah dan nikmat. #SFS
24. Apa yang menjadi penyejuk mata bagi kita? Apakah musik? Atau film? Atau HP? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
25. Apakah kita sudah menyukai hal-hal yang benar dalam hidup kita? Atau kita suka pada hal yang salah? #SFS
26. Shalat adalah penyejuk mata. Hidup tak indah jika tanpa shalat. Hidup jadi suntuk. Bagaimana dengan kita? #SFS
27. Ibnu Hajar melanjutkan: Seorang hamba bisa mencapai tingkatan shalat menjadi penyejuk mata …. #SFS
28. Dengan sabar dalam bersusah payah. Artinya, dengan sabar dalam berpayah-payah shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
29. Artinya, menjadikan shalat sebagai penyejuk mata perlu sebuah proses yang panjang dan melelahkan. #SFS
30. Tapi proses yang panjang itu membuahkan hasil yang layak kita kejar, yaitu kehidupan yang indah. #SFS
31. Hidup akan jadi indah dengan shalat. Itulah kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. #SFS
32. Kehidupan yang indah tidak hanya di dunia, tapi juga indah di akherat. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
33. Apakah kita siap berjuang untuk menjadikan shalat sebagai penyejuk mata? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
34. Atau kita hanya siap untuk berjuang meraih kenikmatan dunia saja? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess

Guru – Murid [6 Nov]

Seorang guru mengajak muridnya untuk mencari kebenaran. Bukan mengajak untuk mengkultuskan dirinya.
Jika si murid lebih mengikuti gurunya daripada kebenaran, maka ini bukan keberhasilan. Tapi kegagalan.
Akan ada sebuah situasi ketika si murid dihadapkan pada situasi memilih, antara kebenaran dan pendapat gurunya.
Bagaimana hubungan murid dan gurunya? Topik menarik yang penting untuk dikultwitkan. Nantikan! #SFS #HidupkanShalatmu
Kadang ada guru yang takut kehilangan murid. Akhirnya menghalangi murid yang mencari kebenaran. Walau secara tak langsung.
Hingga mengkondisikan si murid untuk menolak dalil jika datang bukan dari gurunya. Meskipun itu dalil Al Qur’an dan sunnah.
Akhirnya sebuah hadits shahih bisa ditolak karena yang menyampaikan bukan gurunya, atau orang yg sepaham dengan gurunya.
Guru itu mendesain sedemikian rupa agar muridnya merasa sudah tahu segalanya. Merasa pahamnya yang paling lurus.
Si murid dibuat merasa bahwa gurunya adalah yang paling benar. Maka tidak perlu menkroscek pendapat gurunya.
Si guru mendesain cetak biru pola pikir muridnya. Jadi si murid sudah terpola oleh pola pikir gurunya.
Si murid dibuat percaya penuh kepada gurunya, tanpa ada konfirmasi atau koreksi. Percaya bahwa gurunya tak mungkin keliru.
Akhirnya si murid malu sendiri di depan orang lain, karena percaya diri pada pendapat gurunya yang jelas-jelas keliru
Orang lain dengan mudah mendeteksi kekeliruan pendapatnya, yang sebenarnya hanyalah fotokopi dari gurunya. Dia hanya meniru.
Tapi karena gurunya sudah memompa rasa percaya diri, maka dia susah menerima kenyataan bahwa gurunya telah keliru.
Karena sudah percaya diri dan percaya guru yang begitu tinggi, maka susah untuk menerima kenyataan dan mengaku keliru.
Para murid itu belajar pola pikir gurunya, lalu pola itu dipakai dalam pikirannya. Tidak mau keluar dari pola pikir si guru.
Padahal mengakui kesalahan bukan sebuah kekurangan dan aib. Karena manusia adalah tempat salah dan lupa
Tapi baginya, mengakui kesalahan adalah merusak gengsi dan mempermalukan guru dan institusi di depan umum.
Dan gurunya sudah membuat stigma yang menjadi teror mental bagi murid agar takut berbeda dari gurunya.
Si murid terdesain untuk menganggap ajaran gurunya tak mungkin salah. Didesain untuk fanatik pada gurunya.
Ketika orang menyuarakan kebenaran, dia menolak bukan karena keliru, tapi karena belum pernah dengar dari gurunya.
Mestinya tanya pada diri sendiri: kenapa aku puluhan tahun berguru tapi belum pernah dengar masalah itu?
Yang tragisnya, si murid sudah terdidik untuk berdusta untuk melawan orang yang tak sepaham. Kasihan sekali.
Semoga Allah berkenan memberi petunjuk bagi kita dalam menjalani hidup. Agar tak salah arah dan salah langkah.
Jika Allah telah berkenan memberi petunjuk, tak ada yang bisa menyesatkan. Takkan ada yang bisa.
Semakin bagus kualitas shalat kita, maka cahaya yang menerangi hidup kita akan makin terang. #SFS #ShalatForSuccess
Sukses adalah ketika kita tidak salah arah dan salah langkah dalam perjalanan kita menuju Allah. #SFS #HidupkanShalatmu

Bila imam terlalu cepat [7 Nov]

1. Banyak yang bertanya bagaimana jika shalat berjamaah di belakang imam yang shalat dengan cepat? #SFS #HidupkanShalatmu
2. Shalat berjamaah adalah wajib hukumnya, ini menurut pendapat yang terkuat. Ini yang membingungkan. #SFS
3. Di satu sisi, mereka ingin menjalankan kewajiban shalat berjamaah. Tapi di sisi lain, imam terlalu cepat. #SFS
4. Imam yang terlalu cepat membuat kita tidak bisa menikmati bacaan shalat. Tidak bisa meresapi makna. #SFS
5. Padahal inti shalat adalah pada dzikir, yaitu meresapi makna bacaan, yang membuat kita menambah iman. #SFS
6. Imam yang mempercepat shalat, pada hakekatnya dia membahayakan dirinya sendiri. Imam bukan sembarangan. #SFS
7. Jika imam mempercepat hingga ma’mum tidak bisa thuma’ninah, maka imam bertanggung jawab. Dia berdosa. #SFS
8. Thuma’ninah adlh salah satu rukun shalat. Imam bertanggung jawab atas kualitas shalat jamaah. #SFS
9. Masih banyak yang menganggap jabatan imam adalah prestise, bukan beban dan tanggung jawab. #SFS #ShalatForSuccess
10. Imam tidak merasa bahwa dirinya bertanggung jawab atas kualitas shalat berjamaah. #SFS #HidupkanShalatmu
11. Masih banyak imam yang tak kapabel, tapi marah jika disarankan untuk memberi kesempatan bagi yang mampu. #SFS
12. Sedangkan jamaah wajib memilih imam yang kapabel dalam shalatnya. Karena imam adalah pemimpin shalatnya. #SFS
13. Jika imam begitu cepat shalatnya hingga melewatkan thuma’ninah, maka carilah masjid lain. #SFS #HidupkanShalatmu
14. Jika imam mempercepat tapi masih dalam kadar thuma’ninah, maka tetaplah shalat di belakangnya. #SFS #ShalatForSuccess
15. Sambil dijelaskan tentang keutamaan thuma’ninah dalam shalat, agar jamaah bisa “kenyang” dalam shalat. #SFS
16. Kenyang dalam shalat akan membawa pengaruh dalam hidup. Karena kenyang dalam shalat adalah “kenyang” iman. #SFS
17. Shalat kita memang berbeda dengan sahabat Nabi, dulu Umar bin Khattab shalat subuh membaca surat Yusuf. #SFS
18. Shalat zhuhur dimulai, seorang sahabat pergi ke Baqi’ untuk buang hajat, kembali lagi, masih dapat rakaat pertama. #SFS
19. Tidak bisa dibandingkan dg shalat kita hari ini. Kita bersungut-sungut ketika imam sedikit perpanjang ruku’. #SFS
20. Sudah semestinya shalat wajib dilaksanakan dengan sempurna. Tapi tetap kita laksanakan kewajiban shalat jamaah. #SFS
21. Lalu kita kenyangkan jiwa kita dengan shalat sunnah di rumah. Shalat sampai jiwa kita kenyang. #SFS #HidupkanShalatmu
22. Yang parah, ketika shalat wajib dengan pendek -seperti hari ini- dianggap sebagai yang sesuai sunnah. #SFS
23. Nyatanya Nabi shalat maghrib dengan membaca surat Al A’raf. Panjang pendek bukan menurut hawa nafsu. #SFS
24. Nabi -Alaihis Shalatu wassalam- juga shalat maghrib membaca surat At Thur. Bagaimana dengan kita hari ini? #SFS
25. Maka kita harus memperhatikan shalat sunnah, sebagai sarana mendekatkan diri dengan Allah. #SFS #HidupkanShalatmu
26. Shalat bukan sekedar membaca bacaan tanpa dipahami dan diresapi. Mari kita rubah paradigma kita tentang shalat. #SFS
27. Shalat sunnah di rumah dengan tenang, membaca bacaan dengan meresapi, rasakan iman dan yakin dan bertambah. #SFS
28. Waktu yang kita gunakan untuk shalat, adalah ibarat melangkahkah kaki ke sorga. Tidak sia-sia. #SFS #HidupkanShalatmu
29. Allah akan menata hidup kita, menjadi yang terbaik, dan yang penting, menjadi diridhoi Allah. #SFS #ShalatForSuccess
30. Semua ini perlu perjuangan. Tapi perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah. Mulailah melangkah. #SFS
31. Mulailah melangkah dengan apa yang kita punya, Allah akan membimbing ke langkah-langkah berikutnya. #SFS
32. Langkah pertama adalah dengan berusaha memahami arti dari bacaan shalat yang kita baca. #SFS #ShalatForSuccess

Bagaimana merasakan nikmatnya shalat [12 Nov]

1. Mari kita lanjutkan perbincangan kita tentang shalat. Sudahkah shalat menjadi penyejuk mata buat kita?
2. Dalam hadits Nabi, penyejuk mata lebih dari tingkatan cinta. Lebih dalam dari cinta. Lebih tinggi dari cinta. #SFS
3. Ada dua hal di dunia ini yang dicintai Nabi, Allah menjadikan Nabi mencintai minyak wangi dan wanita. #SFS
4. Tapi ada yang lebih dicintai Nabi daripada kedua hal itu, yaitu dijadikan shalat sebagai penyejuk mata. #SFS
5. Penyejuk mata lebih dari tingkatan cinta. Nabi mencintai shalat lebih dari segalanya. #SFS #ShalatForSuccess
6. Bagaimana agar shalat kita bisa menjadi begitu indah? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
7. Sudahkah kita ingin agar shalat menjadi lebih indah? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
8. Jika shalat sudah menjadi indah, maka kita akan merasakan nikmat yang tiada tara. #SFS #ShalatForSuccess
9. Nikmatnya shalat lebih dari nikmatnya dunia ini. Para ulama dan shalihin telah merasakannya. #SFS
10. Artinya, nikmatnya shalat bukan monopoli para Nabi saja, tapi kita pun bisa, asalkan menempuh caranya. #SFS
11. Ibnul Qayyim, dalam salah satu suratnya kepada saudaranya, menjelaskan bagaimana agar shalat menjadi indah. #SFS
12. Ada enam hal yang harus ada agar shalat terasa indah bagi jiwa ini. Agar shalat terasa manis. #SFS #HidupkanShalatmu
13. Keenam hal ini akan saya sampaikan seluruhnya dengan ringkas, lalu akan ada penjelasan dalam kultwit berikutnya. #SFS
14. Yang pertama adalah ikhlas, yaitu shalat untuk mengejar ridho Allah, karena takut akan adzabNya. #SFS
15. Dorongan yang membuatnya bangkit shalat adalah karena ingin ridho Allah saja. Bukan yg lain. Inilah ikhlas. #SFS
16. Yang kedua, ketulusan dan kesungguhan, keseriusan dalam shalat. Serius menghadap Allah. #SFS #ShalatForSuccess
17. Serius untuk shalat, yaitu berusaha melakukan shalat yang terbaik, baik gerakan maupun khusyu’nya. #SFS
18. Ketiga, mengikuti cara shalat Nabi -Alaihisshalatu wassalam-, meninggalkan cara2 baru dalam shalat. #SFS
19. Keempat, yaitu Ihsan, merasa seolah melihat Allah, jika tak mampu, maka merasa selalu dilihat oleh Allah. #SFS
20. Ihsan adalah salah satu faktor sukses dalam shalat. Artinya menjadi faktor sukses dalam hidup kita. #SFS
21. Kelima, merasa bersyukur pada Allah karena telah diberi kesempatan untuk shalat. #SFS #ShalatForSuccess
22. Maka tidak merasa bangga dengan shalatnya, karena merasa bahwa shalatnya ini adalah nikmat dari Allah. #SFS
23. Jika Allah tak menghendaki, kita tak akan bisa melakukan shalat. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
24. Merasa berhutang budi pada Allah, tidak merasa telah berbuat sesuatu, juga tidak “menagih” balasan dari Allah. #SFS
25. Merasa bahwa dirinya lemah, tidak bisa berbuat sesuatu tanpa bantuan dan kehendak Allah. Inilah dampak tauhid. #SFS
26. Yang keenam adalah merasa bahwa shalatnya masih jauh dari cukup, merasa shalatnya masih kurang. #SFS
27. Merasa bahwa hak Allah masih banyak yang perlu ditunaikan, ibadah dan shalatnya masih jauh dari cukup. #SFS
28. Dia tidak menuntut balasan dari Allah karena merasa telah berbuat sesuatu, karena hak Allah jauh lebih besar. #SFS
29. Maka sebagus apa pun shalatnya, masih tetap merasa kurang, tetap merasa sedikit. #SFS #ShalatForSuccess
30. Itulah enam hal yang harus ada dalam shalat, agar shalat menjadi indah dan terasa nikmat. #SFS #ShalatForSuccess
31. Insya Allah satu persatu akan dibahas dalam kultwit terpisah. Insya Allah. Jangan sampai ketinggalan. #SFS

Meraih keindahan dan kenikmatan shalat [17 Nov]

1. Agar shalat menjadi indah, agar shalat menjadi nikmat, agar shalat membuahkan hasil yang dituju, yaitu ridho ilahi. #SFS
2. Syarat pertama yang harus ada dorongan yang benar untuk shalat kita, dorongan yang menggerakkan kita. #SFS
3. Pendorong shalat adalah hal yang mendorong kita untuk shalat, yang membuat kita berdiri shalat. #SFS
4. Mari kita bertanya pada diri kita sendiri, apa yang mendorong kita untuk melakukan shalat? #SFS
5. Apakah pendorongnya adalah pacar, ibu dan ayah kita? Atau pendorongnya adalah agar suami/istri tak marah? #SFS
6. Atau pendorongnya adalah karena ada yang ingin kita raih? Apa yang ingin kita raih dengan shalat kita? #SFS
7. Tak lupa Ibnul Qayyim menjelaskan definisi ikhlas yang harus ada dalam shalat kita, agar shalat jadi indah. #SFS
8. Bukan hanya shalat jadi indah, tapi agar shalat diterima oleh Allah. Indah saja tak cukup. Nikmat saja masih kurang. #SFS
9. Buat apa shalat terasa indah dan nikmat jika ditolak oleh Allah, tidak membuatNya ridho dan senang pada kita? #SFS
10. Syarat utama agar shalat kita diterima di sisi Allah adalah dikerjakan dengan dorongan ikhlas. #SFS
11. Jika tidak ada ikhlas, maka shalat tidak akan diterima. Shalat adalah tergantung niat dan tujuannya. #SFS
12. Jika dia melakukan shalat dengan tujuan dan niat untuk mengejar dunia, maka dia akan mendapatkan dunia. #SFS
13. Jika dia melakukan shalat untuk mengejar ridho Allah, maka dia akan mendapatkannya. #SFS
14. Tujuan suatu amalan adalah amat penting, maka perlu diperhatikan dan dicermati sebelum melakukan amalan. #SFS
15. Maka Ibnul Qayyim meletakkan syarat ikhlas di awal, karena ikhlas adalah mutlak harus ada. #SFS
16. Ibnul Qayyim memberikan penjelasan tentang ikhlas dengan bahasa yang mudah dicerna. Mari kita simak: #SFS
17. Yaitu yang menjadi pendorong orang melakukan shalat adalah Allah, adalah keinginan mendekatkan diri pada Allah.. #SFS
18. Karena dorongan cinta pada Allah, karena mengejar keridhoanNya, ingin mendekat pada Allah. #SFS
19. Karena dorongan ingin meraih cinta Allah, dan karena melaksanakan perintahNya. #SFS #ShalatForSuccess
20. Bukan karena dorongan mengejar dunia, melainkan shalat karena mencari keridhoan Allah, #SFS #ShalatForSuccess
21. Karena cinta pada Allah, karena takut akan adzabnya, dan mengejar pahala dan ampunanNya. #SFS #ShalatForSuccess
22. Sampai di sini keterangan Ibnul Qayyim tentang ikhlas yang begitu amat jelas. #SFS #HidupkanShalatmu
23. Dia ingin mengejar Allah, ingin mendekat pada Allah, inilah yang membuatnya berdiri untuk shalat. #SFS
24. Dia mencintai Allah, dia takut akan adzabNya, ingin mendapat ampunan, pahala dan rahmatNya. #SFS #ShalatForSuccess
25. Inilah ikhlas yang menjadi syarat bagi suksesnya shalat. Syarat agar shalat menjadi indah dan berpahala. #SFS
26. Jika kita perhatikan, maka faktor utama dari ikhlas adalah adanya keinginan untuk mendekat pada Allah. #SFS
27. Adanya cinta pada Allah. Adanya keinginan untuk mengejar ridho Allah, yang merupakan hal penting. #SFS
28. Apa yang terjadi jika Allah tidak ridho pada kita? Jika Allah tidak ridho pada kita, maka Allah marah pada kita. #SFS
29. Petanyaannya, adakah keinginan hati kita untuk mendekat pada Allah? Adakah rasa cinta pada Allah dalam hati? #SFS
30. Adakah keinginan hati kita untuk mengejar keridhoan Allah dan ampunannya? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
31. Inilah faktor-faktor utama yang harus ada untuk menggapai ikhlas. Tanpa itu, ikhlas tidak bisa tercapai. #SFS
32. Sudahkah kita menginginkan adanya ikhlas di dada? Atau kita merasa tak perlu ikhlas? #SFS #ShalatForSuccess

Menggapai kenikmatan shalat [21 Nov]

1. Kita masih membahas tentang salah satu syarat agar shalat menjadi nikmat dan indah, membahas syarat ikhlas. #SFS
2. Ikhlas adalah syarat utama agar amal kita mendapatkan pahala. Tanpa ikhlas, amal akan sia-sia. #ShalatForSuccess #SFS
3. Ikhlas, membuat amalan segalanya tertuju pada Allah, bukan pengetahuan yang dipelajari. #SFS #ShalatForSuccess
4. Tapi ikhlas adanya di dalam dada, berupa perasaan yang menggerakkan kita, ikhlas adalah wujud keinginan. #SFS
5. Ketika kita menginginkan Allah dalam amalan kita, maka kita sudah melakukan amalan itu dengan ikhlas. #ShalatForSuccess
6. Alhamdulillah, keterangan Ibnul Qayyim memudahkan kita memahami ikhlas. Mari kita simak lagi. #SFS #ShalatForSuccess
7. Yaitu yang menjadi pendorong orang melakukan shalat adalah Allah, adalah keinginan mendekatkan diri pada Allah. #SFS
8. Adanya keinginan dalam dada, itulah yang menggerakkan hati ini untuk bisa menjadi ikhlas. Inilah yang harus ada. #SFS
9. Bagaimana agar keinginan ini ada dalam dada? Bagaimana agar kita menginginkan Allah? Ini yang harus kita tahu. #SFS
10. Kita menginginkan sesuatu, karena kita tahu dan kenal dengan apa yang kita inginkan. Tapi ada satu yang khusus. #SFS
11. Kita pasti mengenal manfaat dari apa yang kita inginkan. Kita tahu apa manfaatnya bagi kita. #SFS #ShalatForSuccess
12. Ketika kita ingin mobil merek tertentu, kita tahu apa kelebihan mobil itu, hingga kita menginginkannya. #SFS
13. Begitu juga ketika kita ingin makan di tempat tertentu, kita tahu penyebab kita ingin makan di situ. #SFS
14. Kita tahu apa yang bernilai bagi kita ketika kita makan di situ, yaitu makanan yang enak, dan harga yang murah. #SFS
15. Atau barangkali yang membuat kita ingin makan di situ adalah karena tempatnya yang nyaman. #ShalatForSuccess #SFS
16. Intinya, ketika kita menginginkan sesuatu, maka kita tahu ada nilai buat kita yang akan kita dapatkan. #SFS
17. Apakah kita menginginkan sesuatu yang merugikan kita? Tentunya tidak. #ShalatForSuccess #SFS
18. Apakah kita menginginkan sesuatu yang tidak ada nilainya buat kita? Tentu tidak juga. #SFS #ShalatForSuccess
19. Apa yang kita dapatkan ketika kita meraih rahmat Allah? #SFS #ShalatForSuccess
20. Apa yang kita dapatkan ketika kita meraih ampunan Allah? #SFS #ShalatForSuccess
21. Apa yang kita dapatkan ketika Allah mencintai dan merahmati kita? #SFS #ShalatForSuccess
22. Kita harus memiliki jawaban atas pertanyaan di atas. Ini syarat mutlak agar timbul keinginan. #SFS #ShalatForSuccess
23. Kita jarang memikirkan manfaat mendapatkan rahmat Allah, maka kita tak ingin mengejarnya. #SFS #ShalatForSuccess
24. Kita tidak mengenal apa itu rahmat Allah, akibatnya kita tidak ingin mengejarnya. #ShalatForSuccess #SFS
25. Kita tidak pernah memikirkan tentang ampunan dan rahmat Allah, akibatnya kita tidak mengejarnya. #SFS #ShalatForSuccess
26. Yang kita pikirkan hanyalah manfaat dunia, dunia dan dunia. Akibatnya kita hanya hanya mengejar dunia. #SFS
27. Kita tidak memiliki keinginan lain selain dunia. Kita tidak ingin kehidupan akherat. #SFS #ShalatForSuccess
28. Apakah mereka yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama, dia akan mengejar akherat? #SFS #ShalatForSuccess
29. Maka kita harus memikirkan apa yang kita dapat ketika Allah mengampuni, merahmati dan menyayangi kita. #SFS
30. Kita harus memikirkan tentang Allah, meresapi makna Asma’ul Husna, agar kita ingin berlari menuju Allah. #SFS
31. Apakah dunia lebih baik daripada Allah, hingga kita beramal bukan untuk mendekatkan diri pada Allah? #SFS
32. Buat apa shalat terasa nikmat jika kita makin menjauh dari Allah? Atau kita sudah tidak peduli lagi pada Allah? #SFS

Jalan menuju kenikmatan shalat [28 nov]

1. Kita masih membahas tentang meraih kenikmatan dalam shalat, tentang syarat pertama yaitu ikhlas. #SFS #ShalatForSuccess
2. Ikhlas adalah shalat karena tujuan akherat, untuk mencari keridhoan Allah, meraih rahmat dan menghindari adzabNya. #SFS
3. Inilah dorongan yang semestinya membuat orang bangkit untuk mendirikan shalat. Bukan tujuan lainnya. #SFS
4. Setiap orang memiliki tujuan dalam beramal. Setiap orang memiliki niat dalam beramal. Inilah fitrah makhluk hidup. #SFS
5. Ketika orang melakukan sesuatu, pasti dia memiliki tujuan yang ingin diraih dengan melakukan sesuatu itu. #SFS
6. Mustahil orang melakukan sesuatu tanpa memiliki tujuan, tidak untuk mendapatkan sesuatu. Ini mustahil terjadi. #SFS
7. Apa yang menjadi tujuan kita dalam shalat, apakah sekedar benda-benda dunia, atau rahmat dan ampunan Allah? #SFS
8. Jika engkau menginginkan dunia dalam shalat dan ibadahmu, apakah engkau pasti akan meraihnya? #SFS
9. Apakah orang yang menginginkan dunia pasti akan mendapatkannya? #SFS #ShalatForSuccess
10. Ingat, dunia bukan milik kita, dunia bukan di bawah kontrol kehendak kita. #SFS #ShalatForSuccess
11. Jangan lupa bahwa dunia adalah milik Allah. Jika Allah berkehendak, maka akan memberikan dunia pada kita. #SFS
12. Allah menjelaskan soal keinginan dan motivasi manusia dalam hidupnya, yang mendorong orang melakukan sesuatu. #SFS
13. Mari kita simak bersama firman Allah dalam surat Al Isra’ ayat 18: #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
14. Barang siapa menghendaki kehidupan dunia, maka Kami segerakan baginya di dunia itu.. #SFS #ShalatForSuccess
15. …apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki…#SFS #ShalatForSuccess
16. dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir… #SFS #ShalatForSuccess
17. Ada beberapa pelajaran penting dari ayat ini, di antaranya berikut ini: #SFS #ShalatForSuccess
18. Ada orang yang menginginkan balasan segera dari amalnya, yaitu balasan amal di dunia. Itulah tujuan utamanya. #SFS
19. Yang ada dalam pikirannya adalah beramal untuk mendapatkan hasil di dunia. Sama sekali tidak memikirkan akhirat. #SFS
20. Dia beramal untuk kepentingan dunia, agar hartanya banyak, agar dirinya dan keluarganya dijaga oleh Allah. #SFS
21. Dia beribadah pada Allah untuk mendapatkan benda-benda dunia. Tidak ada akherat dalam pikirannya. #SFS
22. Dia tidak memikirkan bekal di akherat nanti, maka dia ingin mendapatkan balasan segera di dunia ini. #SFS
23. Allah tidak memberi mereka yang ingin balasan dunia sesuai dengan keinginannya. Semua terserah Allah. #SFS
24. Bagi yang menginginkan dunia dengan amalnya, Allah akan memberi sekehendakNya, terserah berapa maunya Allah. #SFS
25. Maka orang yang ingin mendapatkan dunia dengan amalnya, belum tentu dia mendapat sesuai dengan keinginannya. #SFS
26. Mereka yang menginginkan dunia dengan amalnya, belum tentu akan mendapatkannya. Demikian kata Allah. #SFS
27. Yang mengatur rezeki di alam ini adalah Allah. Dan kita tidak bisa mengontrol Allah dengan kehendak kita. #SFS
28. Di ujung ayat, Allah menjelaskan bahwa orang yang tujuannya hanya dunia akan mendapatkan neraka jahannam. #SFS
29. Diberi sedikit atau banyak, diberi atau tidak, namun ujungnya tetap sama, yaitu neraka jahannam. #SFS
30. Apakah layak kita menjadikan dunia menjadi tujuan utama kita dalam beramal, jika kita tidak pasti mendapatkannya? #SFS
31. Apakah layak kita menjadikan dunia menjadi tujuan kita dalam beramal, jika akhirnya akan mendapatkan jahannam? #SFS
32. Insya Allah bersambung bahasan berikutnya. Jangan sampai ketinggalan. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu

Ikhlas dalam Shalat [2 Des]

1. Masih berbincang soal syarat pertama untuk menikmati shalat, yaitu syarat ikhlas. Syarat yang mutlak harus ada. #SFS
2. Ada sebuah ayat yang menghunjam hati kita dalam masalah ikhlas, yang mengisahkan kondisi orang-orang kafir. #SFS
3. Ayat itu menjelaskan tentang kondisi orang kafir di dunia. Agar tahu kondisi mereka, dan tidak meniru mereka. #SFS
4. Allah berfirman dalam surat Al Insan ayat 27 tentang orang kafir: #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
5. Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia yang segera, dan melupakan hari yang berat di depan mereka. #SFS
6. Inilah orang-orang kafir, tidak takut akan akherat, tidak menyiapkan diri untuk menghadapi akherat. #SFS
7. Mereka sudah mendapat peringatan dan penjelasan tentang alam akherat, tapi mereka tak percaya dan tak mengindahkan. #SFS
8. Maka mereka tidak menyiapkan diri untuk menghadapi akherat. Mereka cinta pada dunia, kerasan tinggal di dunia. #SFS
9. Waktu pun berjalan, mereka menikmati dunia dengan lahap, sampai waktu yg dijanjikan tiba. Maut datang menjemput. #SFS
10. Mereka akan mendapati apa yang sebelumnya tidak pernah mereka perkirakan. Berita para Rasul benar adanya. #SFS
11. Tapi sudah terlambat. Hidup hanya sekali. Setelah mati, tak bisa kembali ke alam dunia lagi. #SFS #ShalatForSuccess
12. Sampai waktu yang dijanjikan pun tiba, hari kiamat dengan segala kedahsyatannya mengguncang dunia. #SFS
13. Mereka tak pernah mengindahkan peringatan akan hari itu. Akibatnya mereka tak pernah bersiap-siap. #SFS
14. Mereka tidak menggunakan waktu yang ada di alam dunia untuk mempersiapkan diri menghadapi akherat. #SFS
15. Mereka menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Apa yang mereka lakukan adalah untuk kehidupan dunia. #SFS
16. Mereka melupakan hari kiamat yang sangat dahsyat, hari yang amat berat, begitulah Allah menggambarkan. #SFS
17. Memang hari kiamat adalah hari yang amat dahsyat, simaklah ayat dan hadits yang memuat kisah dahsyatnya kiamat. #SFS
18. Orang-orang kafir tidak memahami dunia sebagaimana dipahami oleh kaum beriman pada hari akhir. #SFS
19. Orang beriman tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, tapi dunia adalah hari untuk menanam, bukan menuai. #SFS
20. Dunia adalah waktu untuk memperbanyak bekal menuju akhirat, dunia bukanlah tujuan utama dalam hidup. #SFS
21. Janganlah dunia menjadi tujuan utama. Ketika dunia menjadi tujuan utama, kita akan melupakan akhirat. #SFS
22. Ketika kita melupakan akhirat, kita tidak menyiapkan bekal untuk menghadapinya. Kita tak bersiap-siap. #SFS
23. Ketika tidak berbekal menghadapi akherat, akibatnya kita akan datang ke akherat dengan tanpa bekal amalan. #SFS
24. Ketika kita melakukan amalan untuk sekedar tujuan-tujuan dunia, maka amal kita tidak menjadi bekal untuk akherat. #SFS
25. Amalan yang bisa menjadi bekal akherat adalah amalan yang dilakukan dengan ikhlas, mencari ridho Allah semata. #SFS
26. Bukan amalan yang dikerjakan untuk memohon dunia kepada Allah. Amalan seperti ini tidak berguna di akherat. #SFS
27. Sebaik-baik bekal kita untuk menghadapi akherat adalah shalat yang dilakukan dengan ikhlas. #SFS #ShalatForSuccess
28. Ingat, shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab hari kiamat nanti. Keselamatan kita tergantung shalat. #SFS
29. Jika kita lolos dalam hisab shalat, maka kita akan lolos dalam hisab berikutnya. Tergantung shalat kita di dunia. #SFS
30. Sungguh rugi jika kita melakukan amalan, tapi amalan itu tak bernilai di akhirat, sia-sia. #SFS #ShalatForSuccess

Pentingnya ikhlas dalam Shalat [4 des]

1. Mari kita lanjutkan bahasan kita tentang Ikhlas. Kita lanjut bahasan ayat 19 surat Al Isra’ #SFS #ShalatForSuccess
2. Ayat 18 surat Al Isra’ membahas tentang mereka yang melakukan amalan untuk mengejar dunia. #SFS
3. Ayat 18 membahas apa yang terjadi bagi mereka yang hanya menginginkan dunia, tidak menginginkan akhirat. #SFS
4. Allah tidak selalu menuruti keinginan mereka, tidak selalu memberikan apa yang mereka inginkan. #SFS #ShalatForSuccess
5. Artinya ada yg diberi oleh Allah, ada yg tidak. Ada yg diberi sedikit, ada yg diberi banyak. Terserah Allah. #SFS
6. Apa pun yang terjadi, mereka yang menginginkan dunia akan mendapatkan neraka jahannam di akhirat nanti. #SFS
7. Pada ayat 19 Allah menjelaskan kondisi mereka yang menginginkan akhirat, juga syarat meraih sorga di akhirat. #SFS
8. Renungilah isi ayat 19 surat Al Isra’, engkau akan mendapat pelajaran berharga dari Allah: #SFS #ShalatForSuccess
9. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan amalan akhirat, #SFS
10. sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik. #SFS
11. Ketika ingin mendapat balasan Allah atas amalannya, maka seorang mukmin harus menginginkan akhirat. #SFS
12. Ini syarat yang mutlak harus ada. Jika tidak menginginkan akhirat, maka amal tidak akan berbalas di akhirat. #SFS
13. Sudahkah kita menginginkan akhirat? Sudahkah dalam jiwa kita ada keinginan meraih balasan akhirat? #SFS
14. Atau kita hanya asal beramal tanpa ada keinginan persembahan amal kita untuk pahala akhirat? #SFS #ShalatForSuccess
15. Bagaimana agar dalam jiwa kita timbul keinginan mengejar akhirat? Insya Allah kita akan membahasnya juga. #SFS
16. Apakah dengan menginginkan akhirat kita akan mendapatkannya? Tidak, perlu ada usaha dan upaya. #SFS #ShalatForSuccess
17. Inilah syarat berikutnya, yaitu berusaha mengejar akhirat dengan amalan-amalan yang ditentukan oleh syariat. #SFS
18. Apakah kita bisa mengejar akhirat dengan amalan yang kita kerjakan semau kita sendiri, tanpa tuntunan Nabi? #SFS
19. Tidak bisa. Kita ingin mengejar akhirat, maka kita mengejarnya dg amalan yang digariskan oleh pemilik akhirat. #SFS
20. Kita beramal untuk akhirat, bukan untuk kepuasan diri kita sendiri. Maka harus sesuai sunnah.#SFS #ShalatForSuccess
21. Al Biqa’I dalam Tafsir Nazhmud Durar fi Tanasubil Ayati was Suwar menjelaskan ayat ini:#SFS #ShalatForSuccess
22. Yaitu mengamalkan amalan yang membawa ke akhirat, yaitu amalan yang diridhoi Allah,..#SFS #ShalatForSuccess
23. yang disyariatkan dalam kitabNya dan sunnah RasulNya, bukan asal beramal …. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
24. tanpa ada dasar dari dalil Al Qur’an dan sunnah.| Ingat, sekali lagi, bukan asal beramal sesuai keinginan kita. #SFS
25. Maka sebelum beramal, kita harus memastikan apakah amalan ini benar-benar amalan yang berlaku di akherat. #SFS
26. Ketika kita beramal dg amalan yang tidak berlaku di akhirat, maka amal kita akan sia2, karena tidak berlaku. #SFS
27. Apakah kita akan dibalas kebaikan ketika kita melakukan amalan yang tidak berlaku di akherat? #SFS #ShalatForSuccess
28. Syarat berikutnya adalah dia termasuk orang yang beriman. Tanpa iman, amalan takkan diterima. #SFS #ShalatForSuccess
29. Inilah ketentuan dari Allah, Sang Pemilik dunia dan akherat. Jika kita memang menginginkan akhirat. #SFS
30. Inilah syarat agar amalan kita mendapatkan balasan dari Allah. Jika kita memang menginginkan balasan Allah. #SFS

Kiat membuat jiwa mengejar akhirat [6 des, ikhlas dalam shalat part.2]

1. Kita lanjut lagi perbincangan ttg ikhlas dalam shalat, syarat utama agar shalat jadi nikmat. #SFS #ShalatForSuccess
2. Pada kultwit sebelumnya, kita telah membahas ttg kewajiban ikhlas, & dampak ketika orang meninggalkan ikhlas. #SFS
3. Sekarang kita melangkah ke bahasan yang amat penting, yaitu bagaimana cara menimbulkan ikhlas di dalam dada? #SFS
4. Kita telah bahas tentang definisi ikhlas, yaitu kita beramal hanya menginginkan ridho Allah. #SFS #ShalatForSuccess
5. Yaitu beramal untuk mencari balasan di akhirat. Jika Allah meridhoi, maka akan memberikan sorga pada kita. #SFS
6. Kita beramal agar Allah menerima amalan kita, sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah. Inilah ikhlas. #SFS
7. Langkah berikutnya adalah apa yang harus kita lakukan agar kita menginginkan akhirat? #SFS #ShalatForSuccess
8. Seseorang menginginkan sesuatu ketika dia mengetahui apa manfaatnya bagi kita. #SFS #ShalatForSuccess
9. Semakin banyak manfaat yang ia tahu, maka keinginan dalam dadanya akan makin besar. #SFS #ShalatForSuccess
10.Apa yang kita inginkan dan kita kejar saat ini, adalah apa yg kita tahu manfaatnya. Itu pasti. #SFS #ShalatForSuccess
11.Setelah tahu manfaatnya, kita harus sering memikirkan apa yang diinginkan, beserta manfaatnya. #SFS
12. Agar kita ingin akhirat, kita harus tahu manfaat yg kita dapat saat kita mendapat balasan baik di akhirat. #SFS
13. Kita harus tahu apa yang kita dapatkan ketika kita mendapat kenikmatan akhirat, yang berujung pada sorga. #SFS
14. Kita harus tahu apa yang akan dialami oleh orang beriman di akhirat nanti. Saat hari kiamat nanti. #SFS
15. Begitu juga kita mesti tahu apa yang kita alami dalam sorga nanti. Harus kita pikirkan, bukan hanya kita ketahui. #SFS
16. Sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri, apa yang kita pikirkan lebih banyak dari yang lain? #SFS
17. Apa prioritas utama yang kita kejar hari ini? Itulah yang paling banyak kita pikirkan lebih dari yang lain. #SFS
18. Jika kita memikirkan dunia daripada yang lain, maka kita akan mengejar dunia lebih dari yang lain. #SFS
19. Takdir Allah pasti berlaku. Banyak kita pikirkan atau tidak, yg kita dapat adalah apa yg ditentukan Allah. #SFS
20. Apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi arah hidup kita. Kemana mau kita arahkan hidup ini? #SFS #ShalatForSuccess
21. Apakah kita mau mengarahkan ke arah dunia, atau kita arahkan ke arah yang diridhoi Allah? #SFS #ShalatForSuccess
22. Apakah kita merasa tahu arah hidup yg benar, atau Allah lebih tahu? Sudahkah kita percaya penuh pada Allah? #SFS
23. Agar kita semangat mengejar akhirat, pikirkan ayat-ayat Al Qur’an yang menceritakan detil akhirat. #SFS
24. Baca ayat-ayat itu dengan tadabbur, dengan penuh perenungan dan peresapan. Dengan niat mencari petunjuk. #SFS
25. Pikirkan ayat-ayat tentang indahnya sorga, dengan segala nikmatnya, dengan bidadari yang mempesona. #eaa #SFS
26. Ketika membaca ayat-ayat itu dalam Al Qur’an, berhenti sejenak lalu pikirkan mkannaya. Pikirkan, dan terus pikirkan. #SFS
27. Ketika ada kesempatan berdiam, meski saat tidak membawa Al Qur’an, pikirkan detil-detil keindahan surga. #SFS
28. Sungguh keindahan surga jauh lebih indah daripada indahnya dunia ini. Lebih manis untuk dipikirkan. #SFS
29. Jika memikirkan sorga -dengan kenikmatan dan bidadarinya- terasa indah, apalagi ketika masuk ke dalam sorga. #SFS
30. Pikirkan dan terus pikirkan apa yang kita dapatkan jika Allah meridhoi kita, jika Allah merahmati kita. #SFS
31. Insya Allah jiwa kita akan tertarik dengan akhirat. Jiwa kita akan mengejar ampunan dan rahmat Allah. #SFS
32. Itulah ikhlas, kita beramal hanya untuk mencari keridhoan dan rahmat Allah. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
33. Ngomong-ngomong, sudah seberapa banyak kita memikirkan sorga? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu

Tak kenal maka tak cinta [8-9 des]

Tak kenal maka tak cinta. Jangan-jangan kita belum kenal Allah, maka kita tidak bersikap yang seharusnya pada Allah. #SFS
Jangan-jangan kita sudah tidak peduli lagi pada Allah. Tak ingin kenal dengan Allah. Tak sempat memikirkan Allah. #SFS
Apakah kita merasa sudah mengenal Allah?
Apakah kita merasa dekat dengan Allah?
Sudahkah kita peduli pada hubungan kita dengan Allah?
Apakah ada “rasa” di hati ini kepada Allah?
Ketika kita berdoa, apakah sudah ada rasa hina pada Allah?
Apakah sudah ada rasa mengagungkan Allah.
Itulah iman.
Ketika kita bersujud dalam shalat, sadarkah kita kepada siapa kita menyungkurkan kening di tanah?
Sudahkah kita sadar akan siapa yang kita ajak bicara saat shalat?
Sudahkah kita sadar siapa yang kita puja puji saat kita shalat?
Kita belum kenal pada siapa yang kita puji dalam shalat. Kita belum kenal siapa yang menjadi tujuan kita dalam sujud.
Siapa yang kita puji dalam shalat?| Allah.
Sudahkah kita mengenal Allah?
Sudahkah kita benar-benar mengenal Allah? Sekali lagi, sudahkah kita mengenal Allah?
Jangan-jangan kita hanya kenal nama dengan Allah. Kita hanya kenal namanya Allah. Itu saja yang kita kenal dari Allah
Apakah hanya kenal nama dengan Allah, sudah bisa dibilang mengenal Allah?
#SFS #ShalatForSuccess
Tak kenal maka tak sayang. Kita tak kenal Allah, akibatnya, kita tak semangat menyembahNya.
#SFS #ShalatForSuccess
Kita belum mengenal Allah, hingga kita sering memilih tujuan lain dalam beribadah. Tak memilihNya sebagai tujuan utama
Kita belum benar-benar mengenal Allah, akibatnya kita masih memilih yang lain.
Kita belum tahu siapa Allah. Apakah kita sudah berusaha dan berupaya mengenalNya?
Atau kita cuek dalam menjalani hidup ini tanpa berupaya mengenal Allah?
Atau jangan-jangan mengenal Allah tidak ada dalam jadwal hidup kita?
Apakah mengenal Allah sudah menjadi prioritas dalam hidup kita?
Atau kita berpikir bahwa tak kenal Allah adalah tak masalah?
Kita tidak mengenal Allah, akibatnya kita sulit untuk menggapai ikhlas dalam ibadah.
#SFS #ShalatForSuccess
Ulama mengatakan: ikhlas adalah buah pengagungan kita pada Allah.
Sudahkah kita mengagungkan Allah?
Ketika kita benar-benar mengenal Allah, maka kita baru bisa mengagungkanNya. Saat itulah kita mencapai ikhlas.
Ikhlas adalah buah mengenal Allah. Tanpa mengenal Allah, tak mungkin kita ikhlas.
Akhirnya yang kita harapkan dari Allah hanyalah dunia. Tak lebih dari itu.
Mata kita hanya menatap dunia. Padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal. Tapi kita tak menginginkannya.
#SFS

Al Qur’an bagian dari sholat [11 des]

Al Qur’an adalah sebuah bagian penting dari shalat. Maka tak boleh diremehkan. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
Salah satu faktor sukses shalat adalah sukses membaca Al Qur’an dalam shalat. Camkan ini.
#SFS #ShalatForSuccess
Sukses membaca Al Qur’an dalam shalat, adalah dengan menyerap pelajaran dan hikmah dari ayat-ayat yang dibaca. #SFS
Shalat adalah membangun jiwa seorang muslim. Salah satu bagian yang membangun adalah ayat2 Al Qur’an yang dibaca. #SFS
Shalat membangun jiwa seorang muslim dengan utuh. Salah satunya dengan ayat al Qur’an yang membangun pikiran. #SFS
Bagaimana caranya agar ayat-ayat Al Qur’an yang kita baca dalam bisa membangun jiwa kita?
#SFS #ShalatForSuccess
Caranya adalah dengan memahami makna ayat-ayat yang kita baca dalam shalat. Ini langkah pertama.
#SFS #ShalatForSuccess
Setelah kita memahami, baru kita bisa mengambil pelajaran berharga dari Al Qur’an saat shalat.
#SFS #ShalatForSuccess
Manusia berbeda-beda. Ada yang membangun jiwanya dengan Al Qur’an. Ada yang membangun jiwanya dengan sabda motivator. #SFS
Ketika kita tidak membangun jiwa kita dengan Al Qur’an, apa yang membangun jiwa kita? #SFS #ShalatForSuccess
Nah dengan apa kita membangun jiwa kita? Dengan Al Qur’an atau yang lain?
#SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
Atau kita tidak lagi memikirkan jiwa kita? Kita biarkan segala kotoran mengisi jiwa kita. #SFS #ShalatForSuccess

Kiat membuat jiwa mengejar akhirat [14 des, ikhlas dalam shalat part.3]

1. Kita lanjutkan pembahasan tentang ikhlas dalam shalat. Agar menumbuhkan ikhlas dalam dada kita. #SFS
2. Ikhlas bukan hanya dalam shalat, tapi ikhlas adalah dalam hidup kita. Dalam seluruh ibadah kita dalam hidup. #SFS
3. QS Al An’am 162: Katakanlah: Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, #SFS
4. QS Al An’am 163 . tiada sekutu bagi-Nya; & itulah yg diperintahkan kepadaku & aku adlh org yg pertama2 menyerahkan diri”. #SFS
5. Bagaimana kita menumbuhkan ikhlas? Salah satunya dengan banyak memikirkan akhirat, memikirkan sorga dan neraka. #SFS
6. Ada banyak ayat tentang surga dan neraka, tentunya bukan sekedar dibaca. Tapi untuk diresapi dan diselami. #SFS
7. Namun itu adalah salah satu metode untuk menumbuhkan keinginan kita pada akhirat. Agar kita mengejar akhirat. #SFS
8. Untuk dapat ikhlas dengan sempurna, kita harus mengagungkan Allah lebih dari segalanya. #SFS #ShalatForSuccess
9. Allah harus menjadi yang paling kita agungkan dalam diri kita. Allah memang yang paling agung di alam ini. #SFS #ShalatForSuccess
10. Allah adalah paling besar di alam ini. Seluruh alam semesta adalah kecil jika dibandingkan dengan Allah. #SFS #ShalatForSuccess
11. Semua kecil di hadapan Allah. Tapi kita sering merasa besar. Kita sering merasa agung. #SFS #ShalatForSuccess
12. Marilah kita tengok ke dada kita, apakah Allah sudah menjadi yang paling kita agungkan? #SFS #ShalatForSuccess
13. Apakah kita sudah mengagungkan Allah lebih dari segalanya? Atau kita lebih mengagungkan selainNya? #SFS
14. Kita tidak benar-benar mengenal Allah, akibatnya kita tidak mengagungkanNya sebagaimana mestinya. #SFS
15. Akibatnya kita tidak mengagungkan Allah, tak mengagungkan syareatnya. Melecehkan perintah dan laranganNya. #SFS
16. Ketika kita mengagungkan Allah, maka kita akan mengagungkan dan menghormati perintah-perintahNya. #SFS
17. Kita menghormati perintah-perintahNya dalam hati kita, kemudian anggota badan kita melaksanakannya. #SFS
18. Ketika kita bisa mengagungkan Allah lebih dari segalanya, maka saat itulah kita bisa menggapai keikhlasan. #SFS #ShalatForSuccess
19. Manusia mempersembahkan amalannya pada yg paling diagungkan oleh dirinya. Begitu kata Syaikh Abdul Aziz Tharifi. #SFS
20. Ketika mengagungkan Allah lebih dari segalanya, maka kita akan mencapai tingkatan ikhlas. #SFS #ShalatForSuccess
21. Ketika kita mengagungkan Allah lebih dari segalanya, maka amal kita akan tertuju padaNya semata. Itulah ikhlas. #SFS
22. Dari mana munculnya pengagungan pada Allah dalam hati kita? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
23. Bagaimana agar kita bisa mengagungkan Allah lebih dari segalanya? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
24. Mengagungkan dan menghormati Allah adalah sebuah kewajiban bagi kita hamba Allah. Wajib hukumnya. #SFS
25. Mengagungkan Allah adalah dengan mengenal Allah. Ketika kita mengenal Allah, maka kita akan mengagungkanNya. #SFS
26. Mengenal Allah adalah dengan menelaah nama dan sifatNya yang indah, dan ini tercantum dalam Al Qur’an dan sunnah. #SFS
27. Mari kita telaah dan resapi ayat-ayat dan hadits-hadits tentang Allah, agar kita bisa mengenalNya dengan benar. #SFS
28. Di samping itu, kita mengenal keagungan Allah lewat ciptaanNya di alam ini. Kita lihat dan kita renungi. #SFS
29. Merenungi ciptaan dan kekuasaan Allah menimbulkan iman dalam dada, menimbulkan penghormatan kita pada Allah. #SFS
30. Tetapi bukan sekedar hanya melihat, harus ditambah dengan perenungan dan penghayatan dalam dada. #SFS
31. Ketika itulah iman akan muncul dalam dada, kita makin menghormati Allah dalam dada kita. #SFS #ShalatForSuccess
32. Akhirnya kita bisa menggapai ikhlas. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu

Kiat membuat jiwa mengejar akhirat [15 des, ikhlas dalam shalat part.4]

1. Ikhlas adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah. Ikhlas adalah pengabdian murni pada Allah. #SFS #ShalatForSuccess
2. Kita hanya mengabdi kepada Allah, dengan tujuan taat kepadaNya, dan mencari ridhoNya, agar Dia sayang. #SFS
3. Pengabdian ini menuntut kepasrahan, menuntut kita percaya dan menerima apa yang diceritakan Allah kepada kita. #SFS
4. Pengabdian tanpa keimanan = dusta. Di satu sisi kita ingin mengabdi, tapi kita tak mau percaya pada firman Allah. #SFS
5. Kita mengaku hanya mengabdi pada Allah, tapi kita masih meragukan firmanNya. Bukankah itu dusta? #SFS #ShalatForSuccess
6. Salah satu yang diberitakan oleh Allah adalah tentang kondisi orang kafir di akhirat. #SFS #ShalatForSuccess
7. Siapa yang lebih tahu tentang akhirat daripada Allah? Jelas Allah lebih tahu kondisi akhirat. #SFS
8. Apakah kita meragukan informasi dari Allah? Atau sebenarnya kita masih ragu pada keadilan Allah? #SFS #ShalatForSuccess
9. Apakah kita menghafal Asma’ul Husna, salah satunya adalah yang Maha Adil, lalu kita ragu pada keadilan Allah? #SFS
10. Allah Maha Adil, mengganjar orang dg hukuman sesuai perbuatannya, tapi membalas kebaikan dg yang lebih baik. #SFS
11. Allah menjelaskan dalam banyak ayat Al Qur’an bahwa orang kafir tempatnya adalah di neraka. #SFS #ShalatForSuccess
12. Allah membalas mereka dengan setimpal, karena mereka enggan beriman pada Allah, menolak ajaran para RasulNya. #SFS
13. Allah mengatakan bahwa orang2 kafir adalah seburuk-buruk makhluk. Tapi banyak dari kita masih mengidolakan mereka. #SFS
14. Apakah kita mengidolakan mereka yang dinyatakan oleh Allah seburuk-buruk makhluk? #SFS #ShalatForSuccess
15. Simak firman Allah dalam surat Al Bayyinah ayat 6. Sesungguhnya orang2 kafir yakni ahli Kitab dan orang2 musyrik: #SFS
16. (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. #SFS #ShalatForSuccess
17. Sudahkah kita benar-benar percaya kepada Allah? Atau kita masih ragu akan keadilan dan ilmu Allah yang luas? #SFS
18. Apakah Allah berhak melabel mereka dengan seburuk-buruk makhluk? Iya, Allah berhak. Karena Allah adalah tuhan. #SFS
19. Apakah manusia berhak menentang Allah yg menciptakan manusia, memberi mereka organ tubuh & segala yang mereka perlu? #SFS
20. Mari kita simak QS Ali Imran ayat ke 91: Sesungguhnya orang2 kafir & mati sedang mereka tetap kafir, #SFS
21. maka tidaklah diterima dari mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. #SFS
22. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. #SFS #ShalatForSuccess
23. Mereka mati tidak membawa apa-apa. Emas satu gram pun tak dibawa. Apalagi emas sebesar bumi. #SFS #ShalatForSuccess
24. Ketika mereka membawa emas sebesar bumi pun, mereka tak bisa menebus siksa. Mereka mendapat siksa selamanya. #SFS
25. Mereka berada di dalam nereka jahannam, mereka tak akan bisa keluar dari neraka selamanya. #SFS #ShalatForSuccess
26. Itulah berita Allah tentang orang kafir di akherat. Mencakup semua yang kafir, meski melakukan perbuatan baik. #SFS
27. Mencakup semua kafir, meski berjasa pada kemanusiaan. Meski melakukan kebaikan apa pun. #SFS #ShalatForSuccess
28. QS Al Kahfi 102 : Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir. #SFS
29. Barangkali mereka melakukan perbuatan baik, tapi mereka kehilangan kebaikan yang terbaik, yaitu iman. #SFS
30. Barangkali mereka melakukan kebaikan, tetapi mereka melakukan dosa yang puncak, yaitu kafir kepada Allah. #SFS
31. Mengapa kita lebih memilih sudut pandang kemanusiaan daripada sudut pandang Allah? #SFS #ShalatForSuccess
32. Apakah kita menganggap bahwa sudut pandang Allah adalah picik dan tidak relevan lagi? #SFS #ShalatForSuccess
33. Apakah kita menganggap sudut pandang manusia lebih baik daripada sudut pandang Allah? #SFS #ShalatForSuccess
34. Apakah Allah harus mengikuti sudut pandang liberalisme dan humanisme? #SFS #ShalatForSuccess
35. Tidak. Allah adalah Rabbul Alamin, Penguasa alam. Manusia yang harus tunduk pada Allah. #SFS #ShalatForSuccess
36. Ini berlaku bagi semua kafir yang mati dalam keadaan kafir. Termasuk Nelson Mandela. #SFS #ShalatForSuccess
37. Apakah kita mau merampas hak Allah, dan memaksakan Nelson Mandela harus masuk sorga? #SFS #ShalatForSuccess
38. Engkau bilang Nelson Mandela masuk surga | Apakah engkau menjamin dirimu sendiri masuk surga? #SFS

Kiat membuat jiwa mengejar akhirat [23 des, ikhlas dalam shalat part.5]

1. Mari kita sambung kembali perbincangan tentang menggapai ikhlas dalam shalat. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
2. Ikhlas tidak hanya penting dalam shalat, tapi ikhlas adalah penting dalam seluruh kehidupan. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
3. Allah berfirman tentang ikhlas: 98:5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah.. #SFS #HidupkanShalatmu
4. dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
5. dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. #SFS #HidupkanShalatmu
6. Ada tiga perintah, yaitu beribadah pada Allah, memurnikan pengabdian hanya kepada Allah semata. #SFS #HidupkanShalatmu
7. Begitu juga shalat dan zakat, harus ditunaikan dengan ikhlas. Shalat & zakat termasuk ibadah. #SFS #HidupkanShalatmu
8. Shalat dan zakat dicantumkan jugaKarena shalat dan zakat adalah ibadah utama. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
9. Dan perhatikan lagi baik-baik, perintah shalat bukan hanya sekedar perintah, tapi perintah untuk mendirikan. #SFS
10. Mendirikan artinya shalat dengan bagus, bukan asal sudah shalat saja, asal dibilang sudah shalat. Tapi mendirikan. #SFS
11. Mendirikan shalat adalah dengan menjalankan shalat dengan sempurna, dengan segala yang harus dilakukan. #SFS #HidupkanShalatmu
12. Mendirikan shalat adalah shalat sebagaimana Nabi Muhammad dan sahabatnya mendirikan shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
13. Salah satu rukun utama dalam mendirikan shalat adalah ikhlas, karena tanpa ikhlas, shalat jadi sia-sia. #SFS #HidupkanShalatmu
14. Tanpa ikhlas, tidak bisa disebut mendirikan shalat. Alias tidak bisa dibilang sukses dalam shalat. Gagal. #SFS #HidupkanShalatmu
15. Orang yang beramal tidak ikhlas, sama seperti orang yang bekerja tapi tidak ada hasil. Rugi besar. #SFS #HidupkanShalatmu
16. Seperti orang yang naik tangga ke kantor di tingkat 35, tetapi setelah sampai di depan pintu, dia lupa kunci. #SFS #HidupkanShalatmu
17. Dia akan kembali lagi ke bawah untuk mengambil kunci. Tapi dia sia-sia naik tangga sampai ke lantai 35. #SFS
18. Orang yang beramal tidak ikhlas, dia lelah beramal, tapi tidak mendapatkan hasilnya di akhirat nanti. Tidak ada pahala. #SFS
19. Cuma bedanya, orang yang lupa mengambil kunci setelah naik tangga ke lantai 35 masih bisa kembali. #SFS
20. Dia masih bisa kembali mengambil kunci dan naik lagi, akhirnya akan bisa membuka pintu dan masuk kantor. #SFS
21. Sama seperti orang yang beramal dengan tidak ikhlas di dunia, masih bisa bertobat dan memperbaiki amalannya. #SFS
22. Masih bisa mempelajari untuk bisa ikhlas, lalu memulai amalan baru dengan ikhlas, hingga amalannya diterima. #SFS
23. Tetapi ketika di akhirat, orang sudah tidak bisa kembali lagi ke alam dunia untuk memperbaiki amalannya. #SFS
24. Maka orang-orang yang merugi adalah orang yang mengira bahwa dirinya memiliki bekal banyak di akhirat, … #SFS
25. Tapi mendapati semua bekalnya itu sia-sia. Dia sungguh merugi, karena mengira selamat, tapi ternyata celaka. #SFS
26. Astaghfirullah…. Ampuni kami ya Allah, bimbinglah kami menuju jalan yang lurus, yang Engkau cintai dan ridhai. #SFS
27. Bimbinglah kami menuju ikhlas dalam beramal, agar kami bisa menggapai ridhaMu dan masuk dalam sorgaMu. #SFS
28. Bimbinglah kami dengan rahmatMu, agar kami bisa melakukan amalan yang Engkau ridhai. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
29. Sesungguhnya kami ini lemah, dan Engkau adalah Maha Kuat, Kuasa melakukan segala sesuatu. #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
30. Jalan pertama menuju ikhlas adalah dengan selalu berdoa memohon bimbingan Allah, agar hati ini bisa ikhlas. #SFS
31. Jika Allah membimbing kita, siapa yang mampu menyesatkan? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess
32. Jika Allah menghinakan kita, siapa yang mampu menyelamatkan? #SFS #HidupkanShalatmu #ShalatForSuccess

Kiat membuat jiwa mengejar akhirat [25 des, ikhlas dalam shalat part.6]

1. Berbincang tentang ikhlas, tak lengkap rasanya jika tak mengupas bahasan yang satu ini. #SFS #ShalatForSuccess
2. Sebuah cerita indah yang direkam dalam surat Al Qur’an yang indah, yaitu surat Al Insan. Surat manusia. #SFS #ShalatForSuccess
3. Surat ini menerangkan hakekat manusia, menjelaskan bahwa manusia kelak akan terbagi menjadi dua golongan. #SFS
4. Satu golongan kelak akan menjadi golongan penghuni neraka, dan satu lagi kelak menghuni sorga. #SFS #ShalatForSuccess
5. Lalu diikuti dengan kisah sorga yang indah, surat ini begitu indah rasanya. Begitu indah dan nikmat dibaca. #SFS
6. Salah satu bahasan surat ini adalah ciri-ciri penghuni sorga, apa yang mereka lakukan hingga mereka bisa ke sorga. #SFS
7. Mereka selalu menepati nadzar, dan mereka takut pada dahsyatnya bencana pada hari kiamat. Amat takut pada hari itu. #SFS
8. 76:7. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. #SFS #ShalatForSuccess
9. Rasa takut di dada mereka akan hari kiamat begitu kuat, mendorong mereka untuk berbuat kebaikan. #SFS #ShalatForSuccess
10. Perbuatan kebaikan yang dicontohkan dalam surat ini adalah sedekah. Tapi di surat lain dicontohkan shalat dan ibadah. #SFS
11. Bisa dilihat di surat As Sajdah dan awal dari surat Az Zumar. Begitu pula banyak perintah shalat di Al Qur’an. #SFS
12. 76:8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.#SFS
13. Apa yang mendorong mereka untuk memberi makan orang lain? Apa yang mendorong mereka melakukan kebaikan? #SFS
14. Ayat berikutnya menjelaskan motivasi mereka melakukan kebaikan, motivasi mereka dalam bersedekah: #SFS
15. 76:9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah…, #SFS
16. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih…#SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
17. Mereka tidak menghendaki balasan dari manusia, tidak pula mengharap ucapan terima kasih dari mereka. #SFS
18. 76:10. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu)…. #SFS #ShalatForSuccess
19. Melalui ayat ini, Allah mengajarkan pada kita tentang motivasi yang mendorong kita beramal shaleh. #SFS
20. Yaitu takut pada Allah, takut pada siksa Allah. Dan takut adalah rasa di dada. Perasaan yang mendorong. #SFS
21. Itulah ikhlas, beramal untuk mencari keridhoan Allah, mencari keselamatan dari siksa di hari kiamat. #SFS
22. Itulah ikhlas, beramal untuk menyelamatkan diri dari neraka, dan mencari sorga, negeri keselamatan yang indah. #SFS
23. Apa yang terjadi pada mereka yang bersedekah dan beribadah karena mencari keselamatan akhirat? #SFS
24. Ayat selanjutnya menjelaskan apa yang terjadi pada mereka: #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
25. 76:11. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
26. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
27. Mereka selamat dari neraka, dan masuk ke dalam sorga. Ini selain balasan di dunia yang disegerakan. #SFS
28. Allah sudah berjanji untuk mengganti harta yang disedekahkan, dengan ganti yang jauh lebih baik. #SFS
29. Mereka mendapatkan balasan di dunia, dan mendapat balasan yang lebih baik di akhirat. #SFS #HidupkanShalatmu
30. Beda motivasi beramal memang tidak nampak di mata manusia, tapi itulah penentu amalan kita. #SFS #HidupkanShalatmu

Shalat menjaga diri kita [28 Des]

* Ketika kita menjaga shalat, yang terjadi sebenarnya adalah shalat yang menjaga kita.
* Shalat menjaga kita agar tetap berada di jalan yang lurus | Kita memohon hidayah setiap rakaat.
* Shalat menjaga agar kita menghindari perbuatan keji dan mungkar. Agar kita jauh dari segala perbuatan buruk. #SFS
* Shalat menjaga perilaku kita agar tidak menyimpang. Tidak melakukan perbuatan merugikan diri dan orang lain. #SFS
* Shalat adalah langkah untuk memperbaiki diri. Langkah pertama dalam perjalanan menjadi yang lebih baik. #SFS
* Tapi banyak dari kita yang melakukan shalat, tapi shalatnya belum menjaganya dari perbuatan keji dan mungkar.
* Ketika kita ingin memiliki penjaga yang menjaga diri ini agar tak melenceng, itulah shalat, menjaga kita. #SFS
* Bukan kita yang menjaga shalat, tapi shalat menjaga kita. Itulah yang kita dapat ketika kita menjaga shalat. #SFS
* Ketika orang selalu terjatuh pada maksiat, maka itulah pertanda bahwa ada masalah dalam shalat. #SFS @kupinang
* Shalat menjaga kita dari perbuatan keji dan mungkar, itu kata Allah sendiri dalam Al Qur’an. Allah tak keliru. #SFS
* Ketika orang selalu terjatuh dalam perbuatan keji dan murngkar, itu tanda dia tidak dijaga oleh shalatnya. #SFS
* Begitu juga ketika terjebak pada kenakalan, itu pertanda ada masalah dalam shalatnya. #SFS @kupinang
* Maka memulai perbaikan perilaku adalah dengan perbaikan shalat. Ketika shalatnya baik, perilaku manusia membaik. #SFS @kupinang
* Shalat adalah benteng bagi jiwa guna menghadapi syahwat yang menerpa jiwa, hingga jiwa takluk pada syahwat. #SFS
* Ketika shalat bermasalah, maka jiwa ini akan rapuh, akan mudah tunduk pada angin syahwat yang menerpa. #SFS
* Ketika jiwa ini susah melawan syahwat, maka ini pertanda bahwa ada masalah dalam shalat. #SFS #ShalatForSuccess
* Ketika jiwa ini tak mampu melawan ajakan syahwat, ini pertanda bahwa ada masalah dalam shalat kita. #SFS #ShalatForSuccess
* Sedangkan tunduk pada syahwat adalah jalan menuju kehancuran. Menuju kebinasaan, di dunia dan akherat. #SFS
* Sebuah ayat dalam surat Maryam, ayat yang mengguncang jiwa, menghunjam ke dalam. #SFS #ShalatForSuccess
* Surat Maryam ayat 59, begitu mengguncang jiwa, menjelaskan hubungan shalat dan syahwat. #SFS #ShalatForSuccess
* “Akan datang setelah mereka, generasi yg menyia-nyiakan shalat, & mengikuti syahwat, mereka akan menghadapi kebinasaan”#SFS
* Generasi setelah mereka, yg dimaksud adalah generasi setelah para Nabi & orang pilihan, disebutkan dalam ayat 58. #SFS
* Mereka binasa karena mengikuti syahwat. Memang syahwat tak membawa kepada hal-hal mulia. #SFS #ShalatForSuccess
* Mereka mengikuti syahwat karena jiwa mereka tak kuat. Jiwa mereka lemah, tak mampu melawan ajakan syahwat. #SFS
* Mengapa jiwa mereka lemah? Karena mereka menyia-nyiakan shalat. Tidak shalat dengan semestinya. #SFS #ShalatForSuccess
* Mereka tidak shalat dengan sungguh-sungguh. Tidak menganggap shalat sebagai sesuatu yang penting. #SFS #ShalatForSuccess
* Allah menyebut dengan kata-kata menyia-nyiakan, tidak melaksanakan shalat dengan seharusnya. #SFS #ShalatForSuccess
* Shalat membuat jiwa jadi kuat, mampu memaksa syahwat untuk tunduk. Bukan kita yang tunduk. #SFS #ShalatForSuccess
* Rahasia untuk menaklukkan syahwat adalah dengan menghidupkan shalat, agar jiwa hidup dan kuat. #HidupkanShalatmu #SFS
* Ketika shalat hidup, jiwa pun ikut hidup. Apa kabar shalatmu? Sudahkah shalatmu hidup?
#HidupkanShalatmu #SFS
* Apakah shalatmu hidup? Ataukah shalatmu mati?
#ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu #SFS

Sudah merasa nyaman? [2 Jan]

1. Apakah kita masih merasa nyaman hidup walaupun belum bisa merasakan nikmatnya shalat? #ShalatForSuccess #SFS
2. Apakah kita merasa nyaman hidup walaupun belum bisa mencintai shalat? #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
3. Apakah kita merasa nyaman hidup walaupun belum merasa semangat untuk shalat? #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
4. Apakah kita merasa nyaman hidup ketika kita tidak memiliki keinginan untuk meningkatkan shalat? #SFS #HidupkanShalatmu
5. Apakah kita masih nyaman hidup saat kita bersikap acuh tak acuh terhadap shalat? #ShalatForSuccess #SFS
6. Apakah kita merasa nyaman jika kita berjalan menuju kebinasaan? #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
7. Apakah kita bisa merasa nyaman ketika berjalan menuju kehancuran? #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
8. Apakah kita bisa merasa nyaman ketika berjalan menuju kecelakaan abadi? #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
9. Ketika ada masalah dalam shalat kita, maka semua amalan baik kita akan sia-sia. Kita mendapat masalah besar. #SFS
10. Apa yang terjadi ketika amalan baik kita sia-sia di akhirat nanti? Yang kita harapkan tak kita dapatkan. #SFS
11. Bukankah kita mengharap pahala Allah di hari kiamat? Agar Allah menyelamatkan kita dari dahsyatnya kiamat. #SFS
12. Kita beramal baik bukan tanpa tujuan dan harapan. Ada yang kita kejar dengan amalan kita. #SFS #HidupkanShalatmu
13. Manusia memang berbeda-beda tujuan dalam amalan. Ada yang beramal untuk tujuan dunia. #SFS #HidupkanShalatmu
14. Mereka yang beramal untuk tujuan dunia, apakah dia akan mendapatkan pahala akhirat? Dia salah tujuan. #SFS
15. Mereka yang beramal untuk dunia, dia beramal untuk sesuatu yang akan ia tinggalkan. Sesuatu yang fana. #SFS
16. Sebesar apa pun dunia yang ia dapatkan dari amalnya, dia akan meninggalkan dunia itu menuju akhirat yang abadi. #SFS
17. Bukankah kita rugi ketika tidak mendapatkan apa-apa di akhirat nanti? #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
18. Mereka yang beramal untuk akhirat pun akan sia-sia jika shalatnya bermasalah. Akan ditolak. #SFS
19. Ingat pesan Nabi tentang shalat di hari kiamat: amalan pertama yang dihisab di hari kiamat adalah shalat. #SFS
20. Jika shalat wajibnya bermasalah, dilihat shalat sunnah yang dilakukannya di dunia untuk menambal kekurangan. #SFS
21. Jika shalat sunnah kita juga bermasalah, maka tidak cukup untuk menambal kekurangan shalat wajib kita. #SFS
22. Dan amal kita ditolak, karena kita tidak melakukan shalat sebagaimana mestinya, yang diinginkan oleh Allah. #SFS
23. Jika amal kita ditolak, bagaimana dengan timbangan amal baik kita di akhirat nanti? #ShalatForSuccess #SFS
24. Bukankah kita ingin agar amalan kita diterima dan berguna bagi kita di akhirat nanti? #ShalatForSuccess #SFS
25. Adakah yang tidak ingin amalannya diterima, dan mendapatkan nikmat sorga di akhirat nanti? #SFS #HidupkanShalatmu
26. Ini menjadi alasan kita untuk bersungguh-sungguh shalat dengan benar. #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
27. Bersungguh-sungguh dalam shalat, inilah jalan kedua untuk meraih kenikmatan shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
28. Sudahkah kita ingin bersungguh-sungguh dalam shalat? #ShalatForSuccess #SFS #HidupkanShalatmu
29. Atau kita menganggap shalat adalah kegiatan yang tidak perlu kita lakukan dengan sungguh-sungguh? #SFS
30. Jika belajar yang hanya berresiko tidak naik kelas memerlukan kesungguhan, apalagi shalat? #SFS #ShalatForSuccess
31. Resiko yang menghadang ketika shalat bermasalah amatlah berat. Kita tak bisa kembali lagi ke dunia. #SFS

Kaitan Shalat dan Sukses [4 Jan]

1. Ada sebuah hadits yang mengguncang hidup kita, hadits yang membalik semua persepsi kita tentang hidup. #SFS
2. Hadits yang memberitahu kita tentang arah hidup yang benar, tentang apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini. #SFS
3. Adalah Mi’dan bin Abi Thalhah Al Ya’muri, salah seorang perawi hadits shahih Muslim, bertemu dengan Tsauban. #SFS
4. Siapa Tsauban? Dia bukan orang sembarangan. Dia adalah budak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. #SFS
5. Budak yang membantu kehidupan Nabi, yang memiliki banyak kesempatan untuk dekat dengan Nabi. #SFS
6. Apa artinya banyak kesempatan bersama Nabi? Artinya banyak kesempatan menimba ilmu dari Nabi. #SFS
7. Artinya banyak kesempatan untuk mendulang mutiara-mutiara dari Nabi yang menerima wahyu dari Allah. #SFS
8. Maka Mi’dan tidak menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan Tsauban, orang dekat Nabi. #SFS
9. Apa yang dilakukan oleh Mi’dan ketika bertemu dengan Tsauban? Dia menggunakan kesempatan dengan bertanya. #SFS
10. Apa yang ditanyakan oleh Mi’dan? Tentunya bertanya tentang hal yang penting bagi Mi’dan. Sangat penting. #SFS
11. Mi’dan bertanya tentang amalan yang membuat dirinya masuk ke dalam sorga. Iya. Sorga. Ini penting bagi Mi’dan. #SFS
12. Bagaimana dengan anda? Apakah masuk sorga sudah menjadi sesuatu yang penting bagi kita? #SFS #ShalatForSuccess
13. Sorga adalah sukses abadi, sebenar-benar sukses. Ketika di sorga, orang akan terbebas dari siksa neraka. #SFS
14. Masuk sorga dan terbebas dari siksa neraka, inilah definisi sukses sebenarnya. Lihat QS Ali Imran 185. #SFS
15. “Siapa yang dihindarkan dari neraka, dan dimasukkan ke dalam sorga, maka dia telah sukses” #SFS
16. Masuk ke dalam sorga adalah kesuksesan abadi. Ketika gagal di dunia tetapi sukses masuk ke sorga, itulah sukses. #SFS
17. Wahai Tsauban, beritahukan padaku amalan yang bisa kulakukan agar Allah memasukkan diriku ke sorga. #SFS
18. Apakah kita ingin tahu jawaban Tsauban? Apakah kita ingin tahu amalan yang membawa kita ke sorga? #SFS
19. Atau sorga sudah tidak lagi menjadi impian terbesar kita? Adakah yang kita inginkan lebih daripada sorga? #SFS
20. Inilah pertanyaan Mi’dan. Tsauban tidak langsung menjawab, tapi diam. Sampai Mi’dan bertanya tiga kali. #SFS
21. Baru Tsauban menjawab: Aku pernah menanyakan ini kepada Rasulullah, dan beliau menjawab: #SFS #ShalatForSuccess
22. Hendaknya engkau perbanyak sujud. Inilah jawaban Nabi. Inilah jalan menuju sorga. Perbanyak sujud. #SFS
23. Nabi melanjutkan: setiap engkau sujud, Allah akan menaikkan derajatmu satu derajat, .. #SFS #HidupkanShalatmu
24. Dan menghapuskan satu dosamu. HR Muslim. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
25. Memperbanyak sujud artinya memperbanyak shalat. Sujud adalah bagian penting dalam shalat. #SFS #ShalatForSuccess
26. Sujud yang dimaksud di sini adalah sujud di dalam shalat. Inilah yang dipahami ulama. #SFS #ShalatForSuccess
27. Inilah jalan menuju sukses sejati. Bukan sukses sementara di dunia saja. Shalat adalah jalan menuju sukses. #SFS
28. Setelah kita tahu jalan menuju sukses, mengapa kita tidak bersungguh-sungguh dalam shalat? #SFS #ShalatForSuccess
29. Mengapa kita tidak bersungguh-sungguh dalam memperbanyak dan memperbagus shalat kita? #SFS #ShalatForSuccess
30. Setelah tahu jalannya, mengapa kita tidak bersungguh-sungguh untuk mengejar sukses? #SFS #ShalatForSuccess
31. Atau kita masih kurang percaya pada metode Nabi dalam mengejar sukses? #SFS #ShalatForSuccess
32. Jangan-jangan kita masih lebih percaya pada motivator yang hanya mengajak pada sukses sementara. #SFS
33. Jangan-jangan kita masih lebih percaya pada motivator yang mengajak pada sukses dunia saja. #SFS #ShalatForSuccess
34. Apa gunanya sukses dunia bila nanti di akhirat tidak mendapatkan surga? #ShalatForSuccess #SFS
35. Atau memang kita masih belum menginginkan sorga. Ada yang lebih kita inginkan daripada sorga. #SFS #HidupkanShalatmu
36. Apakah orang yang sukses dunia tapi tidak mendapatkan sorga bisa disebut sukses? #SFS #ShalatForSuccess

Shalat investasi waktu paling berharga [6 Jan]

1. Mari kita perhatikan bagaimana Nabi dan sahabat memanfaatkan waktu-waktu istimewa. #SFS #HidupkanShalatmu
2. Apa yang dimaksud dengan waktu-waktu istimewa? Adalah waktu-waktu di mana amal shaleh berlipat ganda keutamaannya. #SFS
3. Misalnya adalah saat bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, di mana ada lailatul qadar. #SFS
4. Begitu juga pada sepuluh hari pertama pada bulan Dzul Hijjah. Ada ciri khas di hari-hari istimewa itu. Apa itu? #SFS
5. Ciri khasnya adalah shalat. Nabi dan sahabat mengisi hari-hari istimewa itu dengan shalat. Memperbanyak shalat. #SFS
6. Maka Nabi menyemangati kaum muslimin untuk memperbanyak shalat di hari-hari istimewa itu. #SFS #HidupkanShalatmu
7. Salah satunya adalah pada bulan Ramadhan. Ada sebuah hadits yang memuat berita gembira. #SFS #HidupkanShalatmu
8. “Siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan, karena dorongan iman dan mencari balasan dari Allah,… #SFS
9. Maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. HR Bukhari. Sebuah berita gembira yang luar biasa. #SFS
10. Hadits ini adalah berita gembira bagi mereka yang banyak dosa. Salah satu balasan shalat adalah diampuninya dosa. #SFS
11. Nabi dan para sahabat memperbanyak shalat di bulan Ramadhan. Khususnya jika sudah masuk sepuluh hari terakhir. #SFS
12. Jika sudah tiba sepuluh hari terakhir, Nabi menghidupkan malamnya dengan shalat, alias shalat sampai pagi. #SFS
13. Nabi membangunkan keluarganya untuk ikut serta shalat di malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan. #SFS
14. Pada dua puluh hari pertama Ramadhan, Nabi shalat dan tidur di malam hari. Tidak shalat semalam suntuk. #SFS
15. Tapi berbeda dengan sepuluh hari terakhir, Nabi mengisi malam-malam itu dengan shalat. #SFS #HidupkanShalatmu
16. Inilah investasi waktu yang paling berharga dalam hidup, yaitu untuk berdiri shalat di hadapan Allah. #SFS
17. Begitu juga sahabat Nabi menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih yang panjang.#SFS
18. Tarawih sendiri artinya adalah istirahat. Dan istirahat hanya dilakukan saat lelah. Mereka shalat hingga lelah. #SFS
19. Dikisahkan bahwa istirahat di antara shalat tarawih adalah perjalanan jalan kaki sejauh 1.4 kilometer. #SFS
20. Jika istirahatnya lama, lalu bagaimana dengan shalat tarawih yang dilakukan sahabat? Tentu sangat lama. #SFS
21. Bagaimana dengan kita? Bagaimana kita mengisi bulan Ramadhan? #SFS #HidupkanShalatmu
22. Apakah kita mengisi bulan Ramadhan sebagaimana Nabi dan para sahabatnya? Alaihisshalatu wassalam. #SFS
23. Siang hari bulan Ramadhan kita diperintahkan untuk menahan lapar dan dahaga, kita wajib berpuasa. #SFS
24. Salah satu hikmah puasa itu adalah menyiapkan jiwa agar bisa maksimal saat shalat di malam hari. #SFS
25. Puasa menyiapkan jiwa kita untuk menyerap iman, menyerap pelajaran dan berkah dari bacaan-bacaan shalat. #SFS
26. Kita ketahui bahwa shalat yang panjang adalah membaca banyak ayat Al Qur’an di dalamnya. #SFS #ShalatForSuccess
27. Membaca ayat Al Qur’an dan bacaan shalat lainnya, tidak hanya sekedar membaca. Tapi diserap berkahnya. #SFS
28. Memperbanyak shalat adalah sarana agar kita layak untuk menemani Nabi Muhammad di dalam sorga. #SFS
29. Ingat pesan Nabi pada pemuda yang ingin bersama Nabi di sorga nanti: perbanyaklah sujud. HR Muslim. #SFS
30. Bagaimana dengan kita? Apakah kita ingin bersama Nabi di sorga? #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu

Agar keluarga berkumpul di akhirat [16 Jan]

1. Di sorga nanti tidak ada kebosanan. Semua dilalui dengan nikmat. Yang ada hanya kenikmatan dan kesenangan. #SFS
2. Yang ada hanya rasa gembira dan suka cita. Gembira dan suka cita di dunia saja sudah nikmat. Apalagi di sorga. #SFS
3. Penduduk sorga juga duduk-duduk berbincang dengan penduduk sorga lainnya. #SFS #ShalatForSuccess
4. Mereka membahas tentang amalan mereka di dunia dulu, tentang bagaimana mereka melalui kehidupan di dunia. #SFS
5. Kisah ini adalah salah satu metode penjelasan yang indah, menjelaskan tentang bagaimana cara masuk sorga. #SFS
6. Al Qur’an mengisahkan apa yang mereka bahas saat duduk-duduk di sorga. Lihat surat At Thur ayat 25-28. #SFS
7. 52:25. Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. #SFS #ShalatForSuccess
8. 52:26. Mereka berkata: “Sesungguhnya kami sewaktu berada di tengah2 keluarga kami merasa takut (akan diazab)”. #SFS
9. 52:27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. #SFS #ShalatForSuccess
10. 52:28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. #SFS
11. Mereka dulunya hidup di tengah keluarga mereka dengan penuh takut kepada Allah. Takut pada adzab neraka. #SFS
12. Takut inilah yang membuat mereka taat kepada Allah, membuat mereka menempuh jalan menuju sorga. #SFS #HidupkanShalatmu
13. Mereka tidak melalui kehidupan dunia dengan bersenang-senang dan bergembira ria bersama keluarga. #SFS
14. Mereka mengajak keluarga mereka untuk takut pada Allah, agar selamat dari adzab begitu dahsyat. #SFS
15. Ketakutan ini mendorong mereka untuk mendekat pada Allah, untuk berdoa memohon dihindarkan dari neraka. #SFS
16. Ketakutan inilah yang mendorong mereka untuk taat kepada Allah. Mendorong mereka beramal shaleh. #SFS #HidupkanShalatmu
17. Beramal shaleh, adalah amal yang dilandasi dengan ilmu. Agar kita tahu mana yang benar dan mana yang keliru. #SFS
18. Ayat di atas menjelaskan motivasi yang benar dalam beramal, yaitu beramal karena takut pada adzab Allah. #SFS
19. Karena mereka di dunia hidup di tengah keluarga mereka dengan penuh takut, Allah mencurahkan nikmatNya. #SFS
20. Apa nikmat Allah yang tercurah karena mereka takut pada Allah? Banyak, salah satunya adalah hidayah. #SFS
21. Nikmat petunjuk menuju jalan lurus, yang membuat mereka terhindar dari neraka dan masuk sorga. #SFS
22. Ayat ini menerangkan keluarga calon penghuni sorga. Mari cocokkan kondisi keluarga kita dengan ayat di atas. #SFS
23. Mari kita lihat kondisi keluarga kita, apakah keluarga kita termasuk keluarga bahagia yang selalu gembira? #SFS
25. Atau keluarga kita adalah keluarga yang hidup dengan penuh rasa takut kepada Allah? #SFS #ShalatForSuccess
26. Apakah keluarga kita selalu gembira dan tak pernah sedih karena memenuhi hidup dengan hiburan? #SFS #HidupkanShalatmu
27. Sudahkah keluarga menjadi sarana untuk mempertakut diri ini pada Allah, dan memaksimalkan amal? #SFS
28. Keluarga sorga bukan keluarga kaya, juga bukan keluarga miskin. Uang tidak jadi kriteria. #SFS #ShalatForSuccess
29. Bisa jadi keluarga kaya raya hidup dengan penuh rasa takut pada Allah, menggunakan harta untuk mengejar sorga. #SFS
30. Bisa jadi keluarga miskin hidup dengan penuh gembira dengan hiburan yang membuat mereka lalai. #SFS
31. Kita ingin berkumpul kembali dengan keluarga di sorga. Mari melangkah dari sekarang. #SFS #ShalatForSuccess
32. Amal shaleh terbaik yang membawa manusia ke sorga adalah shalat. Itulah langkah pertama dalam menuju sorga. #SFS
33. Langkah pertama adalah dengan memperbaiki shalat kita, agar kita sekeluarga meraih sukses sejati. #SFS
34. Ayat di atas menggambarkan sukses yang sebenarnya, yaitu terhindar dari neraka, dan masuk ke sorga. #SFS

Khusyu’ [20 Jan]

1. Sebagian orang telah mencapai derajat yang tinggi dalam khusyu dan fokus dalam shalat mereka. #SFS #ShalatForSuccess
2. Begitu fokusnya mereka, sampai mereka tidak lagi mendengar omongan orang di sekitar mereka.
#SFS #ShalatForSuccess
3. Barangkali kita heran, apa mungkin kita bisa mencapai tingkatan yang tinggi dalam fokus shalat?
#SFS #ShalatForSuccess
4. Atau kisah-kisah itu hanya sekedar dongeng yang tak terjadi?
#SFS #ShalatForSuccess
5. Muslim bin Yasar, ketika hendak memulai shalat, dia mengatakan pada keluarganya:
#SFS #ShalatForSuccess
6. Ngobrollah kalian, sesungguhnya aku tidak mendengar obrolan kalian.
#SFS #ShalatForSuccess
7. Konsentrasi merupakan sesuatu yang penting untuk meraih sukses. Untuk sukses perlu konsentrasi.
#SFS #ShalatForSuccess
8. Shalat melatih kita untuk memiliki kebiasaan berkonsentrasi, akhirnya konsentrasi menjadi mudah.
#SFS #ShalatForSuccess
9. Dan konsentrasi kita makin tajam dan terus meningkat menjadi semakin tajam.
#SFS #ShalatForSuccess
10. Tapi konsentrasi bukanlah khusyu, keduanya berbeda. Khusyu bukan konsentrasi.
#SFS #ShalatForSuccess
11. Konsentrasi adalah salah satu bagian dari khusyu. Orang khusyu dalam shalat, kemudian konsentrasi.
#SFS #ShalatForSuccess
12. Banyak yang salah paham bahwa khusyu adalah konsentrasi. Mereka bilang susah khusyu, maksudnya susah konsentrasi. #SFS
13. Mereka mengatakan: saya susah khusyu, pikiran saya kemana2. Jika kita khusyu, maka mudah untuk konsentrasi. #SFS
14. Dalam shalat, pikiran fokus ke arah bacaan shalat. Pikiran membutuhkan sasaran fokus. Susah fokus tanpa sasaran. #SFS
15. Membaca bacaan dalam shalat, ada tujuannya. Bukan agar bibir bergerak, tapi ada tujuan besar di balik itu. #SFS
16. Pada suatu hari, Muslim bin Yasar shalat di masjid Basrah, tiba2 ada bangunan masjid runtuh.
#SFS #ShalatForSuccess
17. Tetapi Muslim bin Yasar masih tetap dalam shalatnya. Rupanya dia tidak mendengar apa-apa.
Hanyut dalam shalat. #SFS
18. Dia baru tersadar setelah menyelesaikan shalatnya, setelah selesai menghadap Allah.
#SFS #ShalatForSuccess

[21 Jan]

1. Sudahkah kita memperhatikan kisah-kisah dalam Al Qur’an? Atau kisah-kisah itu tak ada artinya? #SFS #ShalatForSuccess
2. Salah satu isi Al Qur’an adalah kisah-kisah, baik kisah para Nabi, maupun kisah lainnya. Semuanya sarat makna. #SFS
3. Perhatikanlah kisah-kisah Al Qur’an, jangan hanya membaca tanpa mengerti maknanya. #SFS #ShalatForSuccess
4. Tanpa kita merenungi dan menggali kisah-kisah Al Qur’an, kita akan ketinggalan banyak sekali pelajaran. #SFS
5. Pelajaran Al Qur’an bukanlah pelajaran biasa, tapi pelajaran yang membawa kita menuju hidup lebih bermakna. #SFS
6. Pelajari kisah-kisah dalam Al Qur’an, kisah-kisah itu mengandung pelajaran berharga untuk hidup. #SFS
7. Ingat, bagaimana anda hidup di dunia menentukan nasib anda di akhirat nanti. #SFS #HidupkanShalatmu
8. Ingat, bagaimana anda hidup anda di dunia menentukan nasib anda di akhirat untuk selamanya. #SFS #ShalatForSuccess
9. Salah satu kisah Al Qur’an adalah tentang orang-orang yang bahagia dan sengsara di akhirat nanti. #SFS
10. Mari bersama kita cermati tujuh ayat surat Al Insyiqaq, surat ke 84 yaitu ayat 7-17. #SFS #ShalatForSuccess
11. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, #SFS
12. dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, #SFS
Syarif Ja’far Baraja ‏@syarifbaraja Jan 21
13. maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). #SFS
14. Sesungguhnya dia di dunia bergembira di tengah keluarganya.Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali. #SFS
15. Perhatikan kisah orang yang masuk sorga, yang menerima buku catatan amalnya dengan tangan kanan. #SFS #ShalatForSuccess
16. Dia akan kembali berkumpul bersama keluarganya, bergembira dengan keluarganya di sorga. #SFS #ShalatForSuccess
17. Sebaliknya, orang-orang yang celaka dan masuk neraka, yang menerima catatan amal dari balik punggung, #SFS #ShalatForSuccess
18. Apa yang membuat mereka celaka dan menerima catatan amal dari balik punggung? Perhatikan sekali lagi sebabnya. #SFS
19. Mereka dulu hidup di tengah keluarga mereka dengan gembira. Mereka mengisi hidup dengan bersenang-senang. #SFS
20. Mengapa mereka hidup senang di dunia? Karena mereka mengira bahwa mereka tidak akan kembali kepada Allah. #SFS
21. Akibatnya mereka mengisi hidup di dunia dengan gembira dan bersenang-senang. Tidak beramal untuk akhirat. #SFS
22. Ibnu Katsir mengatakan: mereka gembira, tidak takut akan akibat perbuatan mereka, tidak takut akhirat yang ada di depannya. #SFS
23. Tidak takut akan akhirat yang menghadang mereka setelah mereka mati. Akibatnya mereka tidak bersiap-siap. #SFS
24. Sebuah petuah bagi suami dan istri, yang patut disadari oleh para pemuda yang hendak melangkah ke gerbang pernikahan. #SFS
25. Bahwa keluarga bukanlah tempatnya untuk gembira. Hidup di dunia bukanlah untuk bersenang-senang. #SFS
26. Mereka yang selalu mengingat akhirat tak akan bisa bersenang-senang di dunia ini. Akan menggunakan hidup dengan baik. #SFS
27. Salah satu investasi waktu yang paling berharga adalah dengan menggunakan waktu untuk shalat. #SFS #ShalatForSuccess
28. Shalat adalah amalan yang mendekatkan kita ke arah sorga. Karena dengan shalat kita meningkatkan iman kita. #SFS
29. Ketika iman meningkat, amal shaleh pun meningkat seiring dengan meningkatnya iman. #SFS #HidupkanShalatmu
30. Sedangkan amal shaleh adalah sarana bagi turunnya rahmat Allah bagi kita di dunia dan akhirat. #SFS #HidupkanShalatmu
31. Semoga Allah mencurahkan rahmatNya bagi kita, hingga kita bisa menerima buku catatan amal dengan tangan kanan. #SFS

[16 feb]

1. Sudahkah kita peduli pada diri kita sendiri? Sudahkah kita peduli pada Islam dan Iman kita? #ShalatForSuccess #SFS
2. Sudahkah kita peduli pada Islam dan Iman kita, seperti kita peduli pada pekerjaan kita? #ShalatForSuccess #SFS
3. Bila diibaratkan kemah, maka bagian terpenting dalam Islam dan Iman kita adalah yang menjadi tiang. #SFS
4. Tiang adalah bagian terpenting dari bangunan. Ketika tiang roboh, maka bangunan pun akan roboh. #SFS
5. Ketika tiang keropos, maka bangunan menjadi berbahaya untuk dihuni. Karena terancam roboh sewaktu-waktu. #SFS
6. Sudahkah kita menyadari apa yang menjadi tiang dari iman dan Islam kita? Itulah shalat, tiang bagi Islam kita. #SFS
7. Nabi mengibaratkan shalat dengan tiang bangunan, karena begitu pentingnya shalat bagi Iman dan Islam kita. #SFS
8. Ketika shalat bermasalah, maka iman akan bermasalah. Ketika iman bermasalah, maka hidup manusia akan bermasalah. #SFS
9. Sudahkah kita sedih ketika iman kita bermasalah? Atau kita hanya sedih ketika dunia kita bermasalah? #SFS
10. Tanda-tanda iman bermasalah adalah ketika melakukan apa yang dilarang oleh Allah. #ShalatForSuccess #SFS
11. Juga ketika kurang melakukan ketaatan, maka itulah salah satu tanda ada masalah dalam iman. #ShalatForSuccess #SFS
12. Kita senang membereskan bangunan dan pekerjaan kita, tapi sudahkah kita tertarik membereskan hidup kita? #SFS
13. Membereskan hidup adalah dengan membereskan iman. Membereskan iman adalah dengan membereskan shalat. #SFS
14. Ketika shalat individu menjadi beres, maka keimanannya pun menjadi beres. Dan hidupnya akan beres.
15. Kumpulan individu yang beres akan membentuk keluarga yang beres, karena shalatnya begitu bagus. #SFS
16. Kumpulan keluarga yang shalatnya bagus akan menghasilkan masyarakat yang beres. #ShalatForSuccess #SFS
17. Inilah kunci dari memperbaiki masyarakat, yaitu dengan mengajak semua individu untuk memperbaiki shalat. #SFS
18. Menghilangkan penyakit masyarakat adalah dimulai dari memperbaiki shalat, karena shalat memperkuat jiwa. #SFS
19. Ketika shalat masyarakat berkualitas bagus, maka shalat akan mencegah perbuatan keji dan munkar. #SFS
20. Apakah jiwa bisa menahan diri dari perbuatan keji dan munkar sementara shalat masih berkualitas buruk? #SFS
21. Akhirnya masyarakat hidup tenang dan tenteram, karena penyakit masyarakat berhasil diatasi. #ShalatForSuccess #SFS
22. Begitu jelas isyarat dari Nabi –alaihisshalatu wassalam- tentang cara memperbaiki masyarakat, yaitu dengan shalat. #SFS
23. Isyarat ini ditangkap oleh bapak Walikota Bengkulu, yang ingin menggalakkan shalat di tengah masyarakatnya. #SFS
24. Dengan shalat yang tegak di masyarakat, maka masyarakat bisa mencegah dari perbuatan keji dan munkar. #SFS
25. Saya ingin sekali mengontak dan memberi dukungan untuk Walikota Bengkulu, semoga Allah memperkenankan. #SFS

Kisah penggembala Sudan [12 mar]

1. Alkisah seorang syaikh pergi ke padang pasir yang jauh dari kota. Dia bertemu dengan penggembala asal Sudan.
2. Lalu dia ingin mengetes si gembala, dia mau membeli salah satu kambingnya. Si gembala menolak dengan tegas.
3. Syaikh itu tidak menyerah begitu saja, dia terus membujuk si gembala untuk menjual satu ekor kambingnya.
4. Ternyata salah seorang kawan syaikh merekam dialog itu dengan kamera HPnya. Si gembala tetap menolak menjual.
5. Kata syaikh: Jika majikanmu bertanya, katakan saja ada kambing yang hilang. Apa jawab si gembala?
6. Jawaban si gembala sungguh menggetarkan: nanti di dalam kubur, saya tidak bisa mengatakan hilang pada malaikat.
7. Dia takut pada siksa di dalam kubur nanti jika dia menjual kambing majikan yang diamanatkan padanya.
8. Syaikh tidak menyerah dan tetap membujuk, kata syaikh: Ayo lah, saya akan memberimu uang dua ratus reyal Saudi.
9. Si gembala dengan mantap menjawab: walaupun kamu memberiku 200 ribu reyal, aku tidak akan memberikan kambing padamu.
10. Padahal kejadian itu adalah di padang pasir, tidak ada orang lain. Jika si gembala mau menerima, tidak ada yang tahu.
11. Tapi si gembala tetap pada pendiriannya. Biarpun di padang pasir tidak ada orang yang tahu, tapi Allah Maha Melihat.
12. Dia tetap menolak memberikan kambing majikannya pada orang lain, meski diberi uang 200 ribu reyal Saudi.
13. Jika dikurskan ke rupiah, berapa nilai 200 ribu reyal Saudi? Kurang lebih senilai 600 juta rupiah. Ya, 600 juta.
14. Akhirnya syaikh menyerah dan meninggalkan si gembala dengan kambingnya. Tapi peristiwa itu terrekam dalam HP.
15. Kemudian rekaman itu diupload ke twitter, dan membuat gempar banyak orang. Banyak orang memuji kejujurannya.
16. Si gembala tidak tahu dengan apa yang terjadi. Dia tetap menjalankan tugasnya, menggembala kambing milik majikannya.
17. Kemudian banyak orang simpati pada gembala tadi, dan memuji kejujurannya. Suatu yang langka di zaman ini. Kejujuran.
18. Meskipun menghadapi godaan dunia, si gembala tidak bergeming dan tetap pada prinsipnya, sesuai aturan Allah.
19. Akhirnya ada yang tergerak untuk memberikan penghargaan bagi si gembala. Sebuah perusahaan memberikan 20 ribu reyal.
20. Berita ini sampai ke pemerintah Sudan, lalu Presiden Omar Bashir memberikan hadiah uang pada si gembala. Berapa?
21. Menurut cerita, nilai hadiah Presiden Sudan kepada si gembala adalah lebih dari 300 ribu reyal Saudi. https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=taV9XeR_MkU
22. Ada lagi yang memberikan hadiah uang sebanyak 40 ribu reyal. https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=ySBUJjTb77w
23. Si gembala tidak berharap untuk meraih uang dari kejujurannya. Dia hanya takut kepada Allah yang melihat segalanya.
24. Si gembala tidak pernah membayangkan akan dapat uang sebanyak itu. Dia hanya melaksanakan perintah Allah.
25. Dia hanya berharap ridho Allah dengan amanatnya. Tetapi Allah berkehendak membalas kebaikannya di dunia juga.
26. Kisah ini mengandung banyak sekali pelajaran berharga. Banyak sekali. Insya Allah kita kupas.
27. Ini rekaman video ketika si gembala menolak uang 200 ribu reyal Saudi karena melanggar perintah Allah. https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=X7nGlIZQ738
28. Ternyata uang bisa datang dari mana saja. Tidak melulu dari kerja. Maka bertawakallah pada Allah, bukan pada pekerjaan.
29. Allah sudah berjanji akan memberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka, bagi orang bertakwa. Allah Maha Benar.
30. Jangan kita terlalu percaya pada rencana kita. Percayalah kepada Allah yang mampu memberi lebih baik daripada rencana kita.

Pesan Umar tentang Shalat [13 mar]

1. Umar bin Khattab menyebarkan pesan kepada kaum muslimin ttg shalat. Iya, ttg shalat. Bukan tentang pajak. #SFS
2. Umar bin Khattab adalah contoh bagi pemerintah yang tdk hanya memperhatikan ekonomi. Tapi memperhatikan shalat. #SFS
3. Mari kita simak pesan Umar bin Khattab kepada masyarakat muslim. Pesan ini juga untuk kita. Untuk kita juga. #SFS
4. Sesungguhnya urusan yang terpenting bagi kalian adlh shalat. Siapa menjaga shalat, dia menjaga agamanya. #SFS
5. Siapa meremehkan shalat, maka dia akan meremehkan perkara lainnya. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
6. Dan tidak ada bagian Islam dalam diri mereka yang meninggalkan shalat. #SFS #ShalatForSuccess #HidupkanShalatmu
7. Akhir dari pesan ini yang menggetarkan jiwa kita. Tidak ada Islam bagi mereka yang meninggalkan shalat. #SFS #ShalatForSuccess
8. Shalat adalah barometer keIslaman. Umar memahami ini dari Nabi Muhammad ﷺ, bukan dari pikirannya sendiri. #SFS
9. Ketika shalat bagus, maka keislaman kita akan bagus. Begitu juga ketika shalat bermasalah, keislaman kita bermasalah. #SFS
10. Apa arti keislaman kita bermasalah? Apa yang terjadi ketika keislaman kita bermasalah? #SFS #ShalatForSuccess
11. Iman kita bermasalah, iman kita berkualitas rendah. Ini berdampak langsung pada kehidupan kita. #SFS #ShalatForSuccess
12. Iman kita bermasalah, artinya hidup kita juga bermasalah. Hidup kita akan berkualitas rendah. #SFS #ShalatForSuccess
13. Ketika kualitas hidup rakyat sebuah negara rendah, maka kualitas hidup sebuah negara akan rendah. #SFS #ShalatForSuccess
14. Ketika orang melakukan shalat dengan benar, maka kualitas iman akan menjadi tinggi. #ShalatForSuccess #SFS
15. Kualitas iman yang tinggi artinya kualitas hidup yang tinggi. Umar memahami hakekat ini. #SFS #ShalatForSuccess
16. Ketika kualitas hidup rakyat di sebuah negara tinggi, maka kualitas hidup negara itu menjadi tinggi. #SFS #ShalatForSuccess
17. Umar bin Khattab memahami hakekat ini dari Nabi ﷺ , maka Umar memperhatikan shalat rakyatnya. #SFS #ShalatForSuccess
18. Sebuah negara yang ingin maju, hendaknya memulai dengan perbaikan shalat sebagai langkah pertama. #SFS #ShalatForSuccess
19. Apa hubungan shalat dg kualitas hidup? Ini tidak bisa dipahami oleh mereka yang ingkar pada Allah. #SFS
20. Kaum liberal yang ingkar pada Allah, mereka tidak memahami hubungan Allah dengan alam semesta ini. #SFS
21. Mereka percaya bahwa tidak ada hubungan antara Allah dan alam, mereka percaya Allah tidak bisa mengatur alam. #SFS
22. Akibatnya mereka tidak percaya bahwa ada hubungan iman dan kehidupan manusia. #SFS #ShalatForSuccess
23. Tapi mengapa ada yang melakukan shalat tapi kualitas hidupnya masih rendah? Tanyakan kualitas shalatnya. #SFS
24. Umar bin Khattab menjadi contoh bagi pemimpin negara yang peduli pada rakyatnya. #SFS #ShalatForSuccess
25. Tidak hanya peduli pada nasib ekonomi rakyat, tapi peduli pada shalat rakyatnya. #SFS #ShalatForSuccess
26. Umar bin Khattab menjadi contoh bagi setiap penanggung jawab untuk ikut peduli pada shalat bawahannya. #SFS
27. Ini mencakup keluarga juga, salah satu tanggung jawab kepala keluarga adalah shalat keluarganya. #SFS
28. Begitu juga pribadi kita, jika kita ingin kualitas hidup kita meningkat, maka awali dengan meningkatkan kualitas shalat. #SFS
29. Tapi sudahkah kita percaya tentang kaitan antara kualitas shalat dan kualitas hidup? #SFS #ShalatForSuccess
30. Sudahkah kita percaya pada berita-berita Allah? #SFS #ShalatForSuccess

InsyaAllah bila berlanjut saya akan update lagi.

Jazakallah khair atas ilmunya ustadz, semoga menjadi jalan kebaikan bagi kita semua yang masih awwam tentang sholat, dapat memperbaiki ibadah sholat kita yang masih jauh dari khusyu’. Barakallah.. barakallah..

kematian

disadari atau (mungkin) lebih sering diabaikan,

kamu selalu mengejarku,
kamu selalu ada disana, menanti..
menanti waktu yang tepat untuk datang menjemputku.

tapi suatu saat nanti,
kamu akan menghampiriku bahkan (mungkin) beberapa kali,
untuk mengingatiku lebih dulu,
bahwa akan tiba waktunya untuk kamu benar-benar menjemputku,
tapi..
hanya dengan imanlah, kamu dapat dikenali..

aku,
seringkali mengabaikanmu,
berbuat sepuasnya dan kamu tetap mengawasiku, disana..
dan,
ketika aku mengingatimu,
bersimpuh pada-Nya, kamupun tetap mengawasiku, disana..

aku berharap ketika itu kamu menghampiriku,
tapi lalu aku sadar,
aku belum siap untuk bertemu denganmu,

bekalku pastilah belum cukup,
tapi kamu juga tak menungguku hingga siap,

kamu pasti akan datang kepadaku,
itu pasti..
kamu selalu siap kapanpun saat perintah itu datang.

***

Cukuplah kematian menjadi sebaik-baik nasihat untukmu.

Sungguh kematian terus mendekati kita,
sadar atau tanpa kita sadari,
ia terus mengejar kita..

ianya menunjukkan Keperkasaan-Nya,
bahwa kematian itu tak siapapun bisa menghindarinya.

lantas, apa yang sudah kita siapkan?
untuk menyambutnya,
menyambut kehidupan yang sesungguhnya,
kekal di dalamnya

bagi ia yang yakin akan pertemuan akan Tuhannya,
akan bahagia di akhir umurnya,
walau yang ditinggalkan menangisinya,
ia tenang dan telah menemukan tempat terindahnya,
DIA,
Maha diatas segala-galanya,
maka,
hanya kepada-Nya-lah
sebaik-baik tempat kembali kita,
dengan Cinta-Nya,
yang sering kali kamu aniaya,
namun,
murka-Nya tidak mendahului Kasih-Nya.

dari yang penuh dosa..
–C Alfi Syahria–

Jum’at, 26 April 2013
Jakarta

#tulisan ini lahir ketika menyaksikan berita di televisi atas wafatnya Ust. Jefry Al Bukhori  26/4/2013 dini hari.

untuk mengenang silahkan Googling,  jika ingin melihat di Just Alvin, temanya “Berdakwah dengan hati”.. ada Uje dan Yusman disana.

Semoga Bermanfaat.

Bank Syariah, dan Transaksi Ekonomi Kontemporer dalam Islam

  • felixsiauw
    26. begitulah yg bisa kami bagikan dalam masalah #bank syariah dan transaksi2 ekonomi kontemporer, semoga memberikan manfaat
  • felixsiauw
    27. perlu disampaikan pula, bahwa seperti inilah Islam bila dipegang saat negeri tak terapkan syariah, semua susah, laksana bara api
  • felixsiauw
    28. susah punya rumah, susah punya motor, susah nikah dll, begitulah ketika #bank dan riba jadi jantung ekonomi, hidup bukan di habitat kita
  • felixsiauw
    29. maka yg sudah terlanjur dlm transaksi2 yg ribawi, buatlah segala cara untuk keluar darinya, cara halal tentunya
  • felixsiauw
    30. bila kita menginginkan, Allah akan beri jalan | bila Muslim lain bisa, kitapun bisa | hanya perlu pengorbanan di dunia kok 🙂
    sumber : http://chirpstory.com/li/6679

Ya Allah Tolong Aku

Buku ini sangat bagus untuk dibaca, benar-benar buku motivasi islami yang dibuat untuk orang-orang yang ingin move-on. Dalam kehidupan kita pasti pernah merasakan sakit hati, kecewa, nelangsa, stress, dan lain sebagainya. Bagaimana kita menghadapi hidup kita dengan semua rasa itu pastilah hari-hari kita begitu kelabu. Buku ini solusi untuk menyembuhkan hati kita dan membuat kita dapat belajar untuk menerima apa yang Allah telah gariskan untuk kita…

selamat membeli/meminjam dan membaca 🙂

Menjaga Aqidah Ketika Sakit

 

Posted on December 30, 2010 by aphie3

 

Setiap orang yang beriman pasti akan diberikan ujian oleh Allah subhanahu wata’ala. Ujian tersebut beragam bentuknya, sesuai kondisi dan kadar keimanan seseorang. Ujian bisa berupa kesenangan dan bisa pula berupa kesusahan. Dan salah satu dari bentuk ujian tersebut adalah tertimpanya seseorang dengan suatu penyakit yang menggerogoti dirinya.

Sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala sebutkan dalam surat Al-‘Ankabut ayat 1sampai 3, bahwa hikmah diberikannya ujian kepada kaum mukminin adalah untuk mengetahui[1] siapa yang jujur dan siapa yang dusta dalam pengakuan iman mereka tersebut.

Demikian juga ketika sakit, seseorang akan teruji tingkat kejujuran iman dan aqidah dia. Sangat disayangkan, ternyata di sana masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran syari’at yang dilakukan oleh orang yang sedang tertimpa penyakit. Di antara mereka ada yang tidak menerima bahkan menolak takdir Allah yang sedang dia rasakan tersebut. Bahkan ada yang mengatakan dan mengklaim bahwa Allah tidak adil kepada dirinya, Allah telah berbuat zhalim kepadanya, dan sebagainya, na’udzubillah min dzalik.

Ada pula yang tidak sabar dan putus asa dengan keadaannya tersebut sehingga dia sangat berharap ajal segera menjemputnya. Dan bahkan ada pula yang nekad melakukan upaya bunuh diri dengan harapan penderitaannya segera berakhir. Ini semua menunjukkan lemahnya iman dan kurang jujurnya dia dalam ikrar keimanannya tersebut.

Lalu bagaimana bimbingan syari’at yang mulia dan sempurna ini dalam menyikapi permasalahan-permasalahan seperti itu? Solusi apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap hamba yang mengaku beriman kepada Allah ‘azza wajalla, Rasul-Nya dan hari akhir jika tertimpa suatu penyakit agar iman dan aqidah ini senantiasa terjaga? Maka kali ini insya Allah akan kami tengahkan kepada anda, bagaimana syari’at membimbing anda tentang sikap yang seharusnya dilakukan oleh seseorang yang sedang mengalami sakit agar dia dikatakan sebagai seorang yang jujur dalam keimanan dan aqidahnya. Di antara sikap tersebut adalah[2]:

1. Hendaknya dia merasa ridha dengan takdir dan ketentuan Allah subhanahu wata’ala tersebut..

bersabar dengannya dan berbaik sangka kepada Allah subhanahu wata’ala dengan apa yang sedang dia rasakan. Karena segala yang dia terima adalah merupakan sesuatu terbaik yang Allah subhanahu wata’ala berikan padanya. Ini merupakan sikap seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh sangat menakjubkan urusan seorang mukmin, karena segala urusannya adalah berupa kebaikan. Dan tidaklah didapatkan keadaan yang seperti ini kecuali pada diri seorang mukmin saja. Ketika dia mendapatkan kebahagiaan, dia segera bersyukur. Maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan ketika dia mendapatkan kesusahan dia bersabar. Maka itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim dari shahabat Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu)

Beliau juga bersabda:

لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ

“Janganlah salah seorang diantara kalian meninggal kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah.” (HR. Muslim dari shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma)

2. Hendaknya dia memiliki sikap raja’ (berharap atas rahmat Allah subhanahu wata’ala) dan rasa khauf (takut dan cemas dari adzab Allah subhanahu wata’ala)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ فَقَالَ كَيْفَ تَجِدُكَ قَالَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنِّي أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ

“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendatangi seorang pemuda yang sedang sakit. kemudian beliau bertanya kepadanya: “Bagaimana keadaanmu?” Pemuda itu menjawab: “Demi Allah ya Rasulullah, sungguh saya sangat mengharapkan rahmat Allah dan saya takut akan siksa Allah dikarenakan dosa-dosa saya.” Maka kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua sifat tersebut ada pada seorang hamba yang dalam keadaan seperti ini, kecuali Allah akan memberikan apa yang dia harapkan dan akan memberi rasa aman dengan apa yang dia takutkan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu).

3. Tidak diperbolehkan baginya untuk mengharapkan kematian segera menjemputnya ketika penyakitnya ternyata semakin menjadi parah dan memburuk.

أأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى الْعَبَّاسِ وَهُوَ يَشْتَكِي فَتَمَنَّى الْمَوْتَ فَقَالَ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّ رَسُولِ اللَّهِ لَا تَتَمَنَّ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتَ مُحْسِنًا تَزْدَادُ إِحْسَانًا إِلَى إِحْسَانِكَ خَيْرٌ لَكَ وَإِنْ كُنْتَ مُسِيئًا فَإِنْ تُؤَخَّرْ تَسْتَعْتِبْ خَيْرٌ لَكَ فَلَا تَتَمَنَّ الْمَوْتَ قَالَ يُونُسُ وَإِنْ كُنْتَ مُسِيئًا فَإِنْ تُؤَخَّرْ تَسْتَعْتِبْ مِنْ إِسَاءَتِكَ خَيْرٌ لَكَ

“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi pamannya ‘Abbas yang sedang sakit. Dia mengeluh dan berharap kematian segera datang menjemputnya. Maka beliau bersabda kepadanya: “Wahai pamanku, janganlah engkau berharap kematian itu datang. Jika engkau adalah orang baik, maka engkau bisa menambah kebaikanmu, dan itu baik untukmu. Namun jika engkau adalah orang yang banyak melakukan kesalahan, maka engkau dapat mengingkari dan membenahi kesalahanmu itu, dan itu baik bagimu. maka janganlah berharap akan kematian.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim dari shahabiyyah Ummul Fadhl radhiyallahu ‘anha)

Namun ketika ternyata dia tidak bisa bersabar dan harus melakukannya, maka hendaknya dia mengucapkan:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Ya Allah hidupkanlah aku apabila kehidupan itu lebih baik bagiku. Dan matikanlah aku apabila kematian itu lebih baik bagiku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

4. Hendaknya dia berwasiat ketika merasa ajalnya telah dekat untuk dipersiapkan dan dilakukan pengurusan jenazahnya nanti sesuai dengan bimbingan syari’at dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah. Hal ini sebagai bentuk pengamalan firman Allah subhanahu wata’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (At-Tahrim: 6)

Dan di sana banyak kisah- kisah para sahabat yang mereka berwasiat dengan hal ini ketika merasa ajal segera menjemputnya. Salah satunya adalah kisah shahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu yang pernah berwasiat ketika dia merasa ajal telah dekat. Dia berkata:

إِذَا مِتُّ فَلَا تُؤْذِنُوا بِي إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَكُونَ نَعْيًا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ النَّعْيِ

“Jika aku mati, janganlah kalian mengumumkannya. aku takut kalau perbuatan tersebut termasuk na’i (mengumumkan kematian yang dilarang sebagaimana dilakukan orang-orang jahiliyyah), karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah melarang perbuatan na’i tersebut.” (HR. At-Tirmidzi)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkar: “Sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk berwasiat kepada keluarganya agar meninggalkan kebiasaan atau adat yang ada dari berbagai bentuk kebid’ahan dalam penyelenggaraan jenazah. Dan hendaknya dia menekankan permasalahan itu.”

Wallahu A’lam.

http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=1603