Tag Archives: sahabat

Dahulu tak menyapa karena tidak kenal | Kini tak menyapa karena sesak di dada | sebut saja #sahabat #teman

_1000bulan

Advertisements

sederhana saja..

793-bahagia-itu-sederhana-sesederhana-aku-dan-kamu

bertemu denganmu adalah takdir bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
bersahabat denganmu adalah hadiah istimewa bagiku

aku ingin menjadi sahabat yang sederhana buatmu
se-sederhana matahari di pagi hari yang menyinari bumi
se-sederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
se-sederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
se-sederhana hujan yang membasahi rerumputan

aku tidak ingin menjadi yang istimewa buatmu
seperti raja dengan segala dayang-dayangnya
seperti jendral dengan segala tentaranya
seperti presiden dengan segala jajarannya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita dipertemukan dengan cara-Nya
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita berpegangan tangan dan berlari untuk merasakan ke-Agungan-Nya
semudah kita saling memberikan kepercayaan dan menjaganya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita bertengkar dan merebutkan sesuatu
semudah kita menangis dan mengalah (mendahulukan sahabatnya)
semudah kita melepaskan untuk saling menguatkan
semudah kita menyembunyikan rasa sakit hati untuk kebahagiaan sahabatnya
semudah kita mendahulukan ego untuk sebuah rasa atau logika

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

seperti pertemuan kita..
seperti perpisahan kita..
seperti goresan kisah yang telah kita lalui bersama..
seperti kenangan yang tiada bosan untuk tetap tinggal..

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

seperti nasehat yang mengiringi curahan hati
seperti piutang yang menjadi sebuah “budi”
seperti teladan yang mempengaruhi perubahan diri
seperti tangisan yang menyayat hati

kita..
adalah sebuah kisah yang belum sampai pada cerita akhirnya
adalah perjalanan waktu yang dipisahkan oleh jalan kisah-Nya
adalah sebuah pulau yang siap untuk dikunjungi namun tidak dikotori
adalah sekuntum bunga yang tidak mekar merekah dengan sendiri

kamu..
adalah bagian dari proses pencarian jati diri
adalah puzzle kehidupanku, jika tanpamu maka tak akan pernah menjadi lengkap
adalah lukisan yang belum usai dengan segala warnamu diatas kanvas diri
adalah kehangatan dan kenyamanan dalam setiap pelukan lembutmu

aku..
adalah orang yang Allah kirimkan untuk bertemu dan menjalin kisah denganmu
adalah orang yang ingin mengingatimu dalam kesederhanaan
adalah orang yang peduli dan tak lepas mendo’akan kebaikan untukmu
adalah orang yang sederhana untuk menuliskan tulisan yang sederhana ini..

sahabat..
maukah kamu berbagi kasih denganku?
maukah kamu menyebut namaku dalam untaian doamu?
maukah kamu mengingatku dengan sederhana?

walau..
entah sedalam apa dan bagaimana kamu menyimpan rasa kesal dan benci padaku?
entah bagaimana kamu dapat memaafkan segala khilaf dan salahku?
entah sejauh dan sedalam apa kamu mengenalku..
entah sebesar apa pengorbanan dan rasa sayang yang telah kamu lakukan dan berikan untukku..
entah kapan, dimana, dan dengan cara apa (mungkin) kita akan dipertemukannya kembali…

Senin, 1 April 2013

Jakarta

Yang ga perna sama

ngga akan pernah sama lagi..
dan ngga akan pernah terulang..
memang itu esensinya..
waktu ngga akan pernah bisa dibalik..
memori di dalamnya pun juga..
karena semuanya bergerak..
dan berubah..
dan berbeda..
manis.
pahit.
bahagia.
sedih.
suka.
duka.
rasanya ngga akan sama..
dan ngga akan terulang..
walaupun mirip..
pasti beda..
orangnya.
lingkungannya.
atmosfernya.
bahkan diri kita sendiri pun..
mungkin bukan kita yang dulu lagi..
bukan kita yang sama..
itulah makanya..
rasa rindu tercipta..
mengingat masa-masa..
yang hanya abadi dalam memori..
dan sekarang pun..
nanti akan pergi..
dan ngga bisa kita panggil lagi..
jadi.
hargailah.
setiap milidetik.
yang terjadi di hidup kita..
supaya waktu semuanya kita ingat lagi..
yang ada..
cuma kebahagiaan.
dan keharuan.
yang membuncah.
dan keinginan.
dan harapan.
untuk suatu saat nanti.
bertemu.
lagi.

didekasikan untuk semua yang pernah ada dalam hidup saya..
saya sangat sayang kalian..

Writer: Dwi Julya Fatmasari

Inspirasi dari sebuah perumpamaan

IMG03r109-1238

perumaan yang unik,
namun tetap menyakitkan.

bukan gunting
yang lurus tapi memisahkan yang satu.
tapi,
bagai jarum
walau tertusuk dan menyakitkan
tapi dapat menyatukan yang terpisah.

apakah tidak ada perumpamaan lain?
sungguh, bila cinta dan benci karena Allah
keduanya tak ada yang menyakiti..
hanya menguji..
hanya menguji..

bukan orangnya,
tapi sifatnya.

bukan fisiknya,
tapi hatinya.

bukan kata-katanya,
tapi do’a-do’anya.

bukan kesalahannya,
tapi kebaikannya.

bukan hartanya,
tapi kemuliaan hatinya.

bukan karena budinya,
tapi karena imannya.

begitu banyak asam garam,
berbagai macam badai,
bahkan terperosok kedalam lumpur,
telah kita lalui bersama.

tapi,
apakah kau telah mengenalku dengan baik?
apakah kau bisa membaca kebisuan ini?
apakah kau bisa mengerti dan merasakan?

bukan kesakitan yang aku teriakkan,
bukan keluhan yang aku rintihkan,
bukan kesedihan yang aku tumpahkan.
atau
keceriaan dibalik kesedihanku?
senyuman dibalik kemurunganku?
ketegaran dibalik kerapuhanku?

bisa-kah?

semua bila disandarkan pada Kuasa-Nya,
yang tak mungkin menjadi mungkin.
yang tak bisa menjadi bisa.
yang tak mampu menjadi mampu.

adakah kau rasa bersamaku?

ikatan hati takkan pernah salah,
itu menunjukkan dalamnya kau mengenal.

sudahkah kau berkorban?
memberikan hal/barang/sesuatu yang sangat kau cinta dan sayang kepadaku?
memberikan cinta kasih setulus hati?
mengorbankan harta bahkan jiwamu?
memberikan yang terbaik yang kau punya?

tak usah kau jawab,
cukup kau renungi..

aku hanya ingin kau tau,
seberapapun kau menyakiti
kali keberapa kau mengecewakan
sayang dan maafku lebih besar
dari rasa sakit yang telah kau torehkan dalam kehidupanku.

11 Oktober 2011

.: api3 :.

masih peduli

  • kamu masih aja bisa peduli sama perasaan mereka, kamu ga bisa berhenti peduli sama mereka apah?
  • … #senyumgetir
  • kamu pernah ga sih mikirin untuk perduli sama diri kamu sendiri?
  • #senyumgetir aku hanya tidak ingin menggadaikan persahabatan demi kebahagiaan semu pribadi..
  • tapi kamu liat sendiri kan apa yang udah mereka lakuin ke kamu??
  • iya
  • masih ya, bisa2nya kamu khawatirin mereka? heran??
  • #senyum belum dikatakan jika kamu menyayangi sahabat kamu, jika kamu belum menyayangi mereka seperti diri kamu sendiri..
  • itsar kamu udah kelewat tinggi! bisa2nya ngorbanin diri sendiri, kebahagiaan kamu, hati kamu, orang yg kamu cinta, harga diri kamu, hal yang paling berharga dalam hidup kamu, atau bahkan masa depan kamu sendiri..?!!
  • aku tidak cukup kuat untuk mendahulukan perasaanku. aku tidak tau apakah aku harus mempertahankan kebahagiaan aku, tapi kedepannya dia merasakan kesedihan, penderitaan atas kasih tak sampainya itu? bahkan aku ga tega ngerusak betapa sumringahnya ketika dia cerita tentang “dia” sama aku..
  • kamu tuh kenapa sih? ini bukan kejadian yang pertama kalinya loh, dulu kamu juga pernah melakukannya waktu SMP, sadar gak sih?
  • aku ga bisa menyukai orang yang sama dengan yang disukai sahabatku..
  • kalau begini terus, kamu kapan “dapet” nya? selalu mendahulukan orang lain, kamu juga butuh.. hm?
  • aku yakin, jodohku tak akan tertukar, sekalipun aku mempersilahkan kepada sahabatku atau siapapun, jika memang “dia” jodohku, kami pasti akan menjalani “proses” itu..
  • aku harap kamu bisa lebih tegar, dan jangan salah memberikan “cinta” (lagi)..
  • : ‘) bismillah…

Sabtu, 26 Januari 2013

Kebagusan

Sahabat?

dipertemukan bukan karena sebuah keinginan untuk menjalin ikatan bersamamu, bukanlah unsur kesengajaan, namun kau telah ditakdirkan untuk bertemu dan “mengisi” hidupku, kau.. perantara yang Dia kirimkan untuk aku belajar (sedikit) arti kehidupan selama bersamamu..

sahabat..?

darimu aku belajar menghargai kebaikan seseorang, namun darimu pula aku belajar bagaimana merendahkan orang lain.

darimu aku belajar indahnya arti sebuah kasih sayang, namun darimu pula aku belajar untuk menyakiti.

darimu aku belajar arti pentingnya sebuah kesetiaan, namun darimu pula aku memahami arti sebuah pengkhianatan.

darimu aku belajar bagaimana untuk mengerti dan empati, namun darimu pula aku belajar arti dari ke-egois-an diri dan antipati.

darimu aku belajar merasakan arti kehangatan dari sebuah pelukan, namun darimu pula aku belajar sesak, kasar, dan dinginnya tangan itu.

darimu aku belajar arti pentingnya sebuah perhatian, namun darimu pula aku belajar bagaimana diabaikan.

darimu aku belajar bagaimana untuk bisa peduli, namun darimu aku belajar arti dari ketidakpedulian (cuek).

darimu aku belajar arti sebuah ketulusan, namun darimu pula aku belajar arti pamrih dibalik itu semua.

darimu aku belajar untuk sebuah kemandirian, namun darimu pula aku belajar ditinggalkan tanpa pertolongan.

darimu aku belajar arti dari apa itu ketegaran, namun darimu pula aku belajar arti dari kerapuhan dan ketergantungan.

darimu aku belajar bernilainya arti dari sebuah pengorbanan, namun darimu pula aku belajar arti disia-siakan.

darimu aku belajar arti kesungguhan dalam sebuah perjuangan, namun darimu pula aku belajar arti bagaimana menghancurkannya secara instan.

darimu aku belajar untuk selalu mengalah, namun darimu pula aku belajar bagaimana cara untuk menang sendiri.

darimu aku belajar arti dari menjaga sebuah rahasia, namun darimu pula aku belajar membicarakannya pada yang lain.

darimu aku belajar betapa berharganya kesempatan yang datang itu, namun darimu pula aku belajar menutup untuk memberikan kesempatan lagi.

darimu aku belajar arti dari kebersamaan, namun darimu pula aku belajar arti dari kesendirian.

darimu aku belajar santunnya bertatakrama, namun darimu pula aku belajar kasarnya bersikap dan tuturkata.

darimu aku belajar untuk menaruh/memberi harapan, namun darimu pula aku belajar untuk selalu dikecewakan.

darimu aku belajar arti sebuah kerjasama, namun darimu pula aku belajar mengerjakan semuanya sendiri.

darimu aku belajar arti sebuah kepercayaan, namun darimu pula aku belajar merusak kepercayaan itu.

darimu aku belajar memaafkan kesalahan, namun darimu pula aku belajar bagaimana menyimpan dendam kesumat (sulitnya memaafkan).

darimu aku belajar mengingat tentang kamu dan kita, namun darimu pula aku belajar untuk menghapus kenangan (melupakan).

darimu aku belajar arti menjalin sebuah komitmen (janji), namun darimu pula aku belajar bagaimana mengingkarinya.

darimu aku belajar untuk saling menghargai, namun darimu pula aku belajar bagaimana untuk saling menguasai.

darimu aku belajar arti saling mencintai, namun darimu pula aku belajar arti saling membenci.

darimu aku belajar arti menutupi aib, namun darimu pula aku belajar membongkarnya ke publik.

darimu aku belajar untuk Percaya diri dihadapan publik, namun darimu pula aku belajar menanggung malu dihadapan publik.

darimu aku belajar untuk apa adanya kepada siapapun, namun darimu pula aku belajar mengenakan topeng kepada mereka.

darimu aku belajar arti sebuah profesionalitas dan proporsionalitas dalam mengerjakan tugas dan peran, namun darimu pula aku belajar mengerjakan semauku dan menindas yang lain.

darimu aku belajar arti dari menjaga sebuah impian, namun  darimu pula aku belajar untuk melepaskan impian-impian itu.

darimu aku belajar menjaga perasaanmu dengan kejujuran, namun darimu pula aku belajar untuk terus melukai dengan semua kebohongan dan kepura-puraanmu.

darimu aku belajar untuk mengasihi, namun darimu pula aku belajar apa itu ego diri.

darimu aku belajar arti dari kesabaran yang tiada batasnya, namun darimu pula aku belajar menuntut serba cepat.

darimu aku belajar arti sebuah penantian (menunggu), namun darimu pula aku belajar untuk meninggalkan.

darimu aku belajar untuk mendengarkan, namun darimu pula aku belajar sibuk dengan diriku sendiri (tidak fokus dan memperhatikan).

darimu aku belajar untuk terus tersenyum dan menjadi periang, namun darimu pula aku belajar eksprsi cemberut dan pemurung.

darimu aku belajar merasakan kebahagiaan, namun darimu pula aku belajar arti dari kesedihan berkepanjangan.

darimu aku belajar bagaimana tertawa lepas, namun darimu pula aku belajar bagaimana tersiksanya ketika aku depresi.

darimu aku belajar menyukai hal-hal baru dan penasaran untuk mencobanya, namun darimu pula aku belajar untuk takut memulai dan trauma.

darimu aku belajar arti keterbukaan dalam segala hal, namun darimu pula aku belajar kebisuan dan hanya airmata yang ditampakkan.

darimu aku belajar bagaimana mengungkapkan isi hati, namun darimu pula aku belajar bagaimana memendam perasaan dan apa yang ada dihati ini.

darimu aku belajar mengerti akan filosofi (latarbelakang) dirimu, namun darimu pula aku belajar tidak mau mengerti bagaimana filosofi (latarbelakang diri) mu.

darimu aku belajar menerima kamu apa adanya, namun darimu pula aku belajar menerima kamu ada apanya.

darimu aku belajar menumbuhkan kepercayaan untuk masa depanku, namun darimu pula aku belajar menjatuhkan harapan akan masa depan itu.

darimu aku belajar nikmatnya berpetualang, namun darimu pula aku belajar bagaimana dikurung tidak boleh keluar tanpa ijinmu.

darimu aku belajar berbagi, namun dari dirimu pula aku belajar untuk diri sendiri.

darimu aku belajar untuk diam dan tak banyak bicara, merasakan keindahan, kepedihan, manis-pahit, kegetiran, serunya berdiskusi, damainya rasa hati, hingga pada akhirnya aku belajar bagaimana mati rasa (tidak merasakan apapun).

kamu yang dapat menghilangkan rasa dan logika berfikirku untuk positif, yang mengajarkanku untuk berhenti dan merusak diriku sendiri, membuat aku kehabisan dan kehilangan kata untuk bicara maupun menulis.

namun darimu pula aku belajar untuk bangkit, dan menumbuhkan rasa keyakinan dalam diri dengan kekuatan Tuhanku untuk tetap melanjutkan kehidupanku yang belum sampai pada ujung waktunya dengan belajar menumbuhkan dan menguatkan rasa cinta kepada sesama dengan tulus, berharap hanya kepada Dia.

cukuplah Allah mengenalimu fi lebih dari yang lain..

aku yakin, kamu adalah perantaranya untuk aku belajar dan berproses dalam mencari arti dan nilai kehidupanku dengan orang-orang disekelilingku (termasuk kamu), dan untuk aku dapat merasakan betapa besar dan dalamnya kenikmatan itu. Ya, itu karena kamu begitu dalam menghujam luka dan duka terlalu dalam dalam diriku. Kini, aku hanya ingin membebaskan diri dan jiwaku dengan memafkanmu.

benar apa kata seorang motivator di twitternya, hanya orang-orang yang merasakan cinta kasih dan sakit hati ia dapat membuat sebuah karya yang indah, berterimakasihlah kepadanya.

selamat beristirahat para tumblr-is, semoga postingan ini bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya..

sungguh kebahagiaan hanya ada pada Pemilik Diri dan Jagat Raya ini, perbaikilah hubungan dengan Tuhanmu, dan rasakan keajaiban-keajaiban dalam hidupmu.

salam, penuh cinta selalu untukmu.

16 maret 2012

.:api3:.

Now and After

sedih?
mungkin.
hidup itu berputar
dan terus berjalan
harus tegar!
setiap orang punya ujian’a masing-masing

itu pilihanmu?
pilihanku beda

aq hanya punya harapan
yang digantungkan pada Rabb ku
tempat dimana aq selalu meminta
dan memohon pertolongan

yang lain?
hanya perantara
hanya tamu
sekedar mampir

yang selalu ada?
hmm.. gak sadar ada Allah?
orang yg istimewa bukan yang selalu disisi qt
tapi yg selalu mendo’akan qt dalam simpuhnya

menyesal?
menyesal-lah jika tidak pernah sadar
bersyukur Allah masih ngasih kesadaran

kasian?
dia aja bisa tega..
tapi jangan dibalas dengan perlakuan yang sama.
do’ain aja..

memaafkan..?
harus.
bebaskan hatimu dengan memaafkannya..
let it flow aja..
keep moving forward..
*ngiklan :p

cukuplah
kamu mendzholimi dirimu sendiri
jika tidak ingin keluar dari kubangan lumpur hidup itu
kalau tidak sekarang, kapan lagi?

logika itu digunakan untuk mencapai perasaan terbaik
bukan sebaliknya.
dan bukan untuk pembenaran.

kata
begitu mudah diucapkan
tidak ada yang bisa menjamin kata-kata
kecuali Firman Rabbmu.

janji
begitu mudah dilontarkan
tak ada yang bisa mendandingi
takdir-Nya.

malu..?
malu-lah pada Rabbmu
yang telah lama kau abaikan
manusia itu hanya ciptaan-Nya.

mari..
mari ikut bersamaku,
meraih energi tanpa batas
bersama-sama memperbaiki
untuk mendapatkan warna yang baru.

Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah

bismillah..

mulai hari ini,
mulai detik ini,
teruslah..
dan jangan pernah lelah,
jangan pernah mengeluh,
jangan takut berharap,
hanya orang-orang beruntung yang mempunyai harapan.

semoga kita bisa!

aamiin [-o<

23 September 2011

.: api3 :.

my special stuff

Posted on December 1, 2011 by aphie3

aq pernah memberikan barang2 kesayanganku kepada beberapa orang yg aq anggap sangat dekat denganku dan aq sayagi.

“Salinglah memberi hadiah antara kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” [H.R. Al-bukhari dala Adabul Mufrod, dishahihkan oleh Syaikh Al-albani rahimahullah]

check this out

1. alqur’an Syaamil (terjemahan) *sejak lama udah gak dicetak lagi
Al – Qur’an kesayanganku ini aku berikan pada Feby Nur Fattah.
dulu selepas liqo dia pernah bilang pengen banget punya Al Qur’an Syaamil seperti yang aku punya. sampai ketika nginep dirumahku dan dirumahnya dia masih ngomong itu, setiap ngeliat Al Qur’an gw kali haha lupa, intinya sering dia ngomong gitu.
sempet mikir, masa’ sih udah gak ada? pengen sih ngasih tapi sayang banget gw.. satu2nya Al Qur’an yang gw beli sendiri dan itu warna kesayangan gw (cover hitam, dalamnya hijau). berat banget wat ngelepasnya. walaupun ada Al Qur’an Usmani pemberian k’ia (cover hijau non terjemah).
akhirnya pada akhir tahun di SMK Telkom SPJ itu aq memberikannya ketika nginep di rumahnya.
dia seneng buangeet, dia juga tau klo itu Al Qur’an kesayangan aq.
dulu (sudah sama2 kuliah ketika itu) dia pernah sms ketika aq masih di bandung, “Fii.. kaaangen, abis ngaji liat nama kamu di Al Qur’an  ” kurang lebih gitu lah, akhirnya liburan aq alokasikan waktu untuk main ke rumahnya.. eeh, seperti biasa malah ditahan nginep.
semoga Al Qur’an itu masih terus dibaca sampai sekarang dan seterusnya.

2. buku why not “Fiqih itu asik”
Buku ini salah satu buku kesayanganku. praktisnya dulu, buku ini tidak terlalu tebal, terdapat tentang wawasan 4 mazhab, bahasanya ringan. pas lah wat kalangan pelajar ketika itu.
Rama Permana, dia pernah meminjamnya dan pernah bilang, dari dulu pengen banget punya fiqihnya imam malik, tapi tak mengapa buku ini cukup mewakili.
dari situ aq berpikir, hmm.. gitu. dan berniat untuk memberikannya ketika dia mengembalikannya. aq memberikannya pas di ruangan bu Renni (menjabat sbg kepala Lab pada masa itu) berbarengan mengembalikan bukunya bu Renni dari pak Awi.
entah sekarang buku itu masih dia simpan ato enggak.
pernah pula aq memberikan dia buku (sengaja, dia nitip tapi aq hadiahkan saja) “The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order” <– versi terjemahan. aq titipkan ke Gunawan (klo ndak salah) buku itu ketika syuro L-Syami, dibungkus dengan kertas merah tertulis “to Rama Permana”. sempet dibecandain, “ekhem.. buat ane gak ada?”
pasalnya, buku itu dia cari2 dan minta tolong carikan, aq cari ke beberapa toko buku dan ketemu di Gramedia, buku itu nyalip ketutupan sama buku lain, tinggal dua stoknya.
dua buku itu aq beli dengan uangku sendiri.

3. emblem Palestine
Emblem ini aq beli di toko buku El-fanny, dulu masih di kebayoran lama, pas SMK pindah di kebayoran baru.
emblem ini pun sama, sudah tidak diproduksi lagi. nyari sampe tua juga gak bakalan ketemu. aq suka desainnya, soft dan jahitannya pun tidak kasar. mantep dah. aq juga sayang menjahitnya di jaket. jadi aq pajang saja di binder kuliahku.
aq berikan emblem ini kepada Anissa Puspa Juwita.
dia tertarik dan ingin memilikinya, sama seperti Feby. sama, butuh proses untuk aq melepasnya (semua barang kesayanganku deh kek’a). berkali2 dia merayu untuk memberikan kepadanya. pada akhirnya aq pun me-re-la-kan-nya.
ekspresi wajahnya sama seperti Feby ketika ku berikan Al Qur’anku, senang sampe berkaca-kaca. dan bilang, yang bener nih? inikan emblem kesayangan lu?. iyaa, mau gak? kalo enggak gak jadi ngasih nih. iya maulaah  . persis sama kata2′a juga.
ku berikan di kost pertamaku, lalu dibawa emblem itu ke makassar dan ditempel di jaketnya disana. ternyata teman2nya pun sama naksirnya, eheheeuu. c bebi sahabat karibnya di makassar juga kepingin.
semoga emblem itu bisa terus melekat seperti kenangan qt saat2 bersama dahulu.
banyak yang cemburu akan ukhuwah yang terjalin antara aq dan dia, teman2 di kammi, lsyami, prisma, kelas, senior2, bahkan MR2. seperti saudara kandung dan begitu mesra. sampe ada yang bilang kayak orang pacaran, ahay.

4. sarung *warna hitam
Kain sarung ini yang paling sering aq bawa kemana2. diantara kain sarungku lainnya, ini yang paling aq sayang. lupa merek apa. udah dari jaman SMK kek’a. biasa memang (alm) Bang Maman sering ngasih sarung ke rumah, terserah buat siapa aja, aq tertarik pada beberapa sarung dan langsung aq masukkan ke kamarku  .
aq suka coraknya yg kotak2, bahan dasar warna hitam dan garis merah kotak2, bahan tidak tipis namun ringan dan nyaman dipakai. makannya sering aq bawa kemana2.
ku berikan sarung ini kepada Tri Jaya Sakti. dia sangat baik padaku, temen begadang klo malem.
dia angkatan 2008 continuing (dari pepro itt), pemahaman salaf.
mungkin dulu aq yg ge-er karena kebaikannya, ternyata dia baik sama yang lain juga kata’a. tapi tak mengapa, itung2 balas budi baiknya karena aq tak punya apa2 yang bisa ku berikan ketika itu.
saat ini kabarnya sarung itu masih dia pakai untuk shalat, alhamdulillah.

gak sengaja kepikir dalam benak, tahun ini ya.. 2011.
begitu banyak cerita dan pengalaman serta pelajaran ditahun ini.
3 sahabat terdekatku yang pernah ku berikan barang kesayanganku talah menyakitiku ditahun ini.
ya, semua kejadiannya ditahun ini..
tak perlu lah aq tuliskan kembali apa yang membuatku sakit dan benar2 terpukul.
namun, aq tetap sayang mereka..
ingin tahu bagaimana kabarnya, semoga baik2 saja, aq selalu mendo’akan mereka yang telah berbuat baik padaku dengan sebaik2 balasan..
Allah selalu punya rahasia dibalik rahasia takdirnya.
tentunya sarat makna dan hikmah disana..
tapi…
masihkah ada yang ingin bersahabat denganku?
menemaniku kala duka, kala suka..
kala lapang, kala sempit..
kala diam, kala tertawa bahagia..
ada sedikit rasa trauma..
tetaplah dibalik ketegaran sebenarnya dia rapuh..
aq hanya belajar dan terus berusaha Allah is enough for me
aq tak ingin kecewa lagi,
tak ingin sakit hati lagi,
tak ingin terjatuh lagi,
tak ingin terpuruk lagi,
terluka lagi..
sudah cukup air mata yang jatuh dan fisik yang dikorbankan.
aq hanya ingin mengenang mereka dengan kebaikan2 yang telah mereka perbuat atasku..
seperti barang2 kesayanganku, sebagai wujud kasih sayang terdalamku untuk mereka..
semoga mereka sadar akan hal itu..

satu hal, ketika aq sakit atau sekarat nanti..
tolong sampaikan maafku jika ku tak sanggup untuk berkata lagi.
sungguh kalian adalah orang2 istimewa yang Allah berikan kepadaku,
bagiku kalian adalah hadiah istimewa.

ada orang2 istimewa lainnya yang tidak mendapatkan hadiah itu.. (spt; Renni rahmiyani, Maulida Mazaya, Yesi Puspita Sari, Fhira Nhita, Yossi Yosalina [och], Ahmad Affandi, Ahmad Budian SIMH, Hendro Lukito)
hanya kalian, kalianlah orang2 yang beruntung itu..
sahabatku…
saudaraku…
sayangku…

01 Desember 2011, Kamis
Lenteng Agung, Lubna room

trauma

Posted on July 21, 2011 by aphie3

kota metropolitan memang penuh dengan kerlap kerlip,
kilau’a lampu yang berpijar dari gedung-gedung pencakar langit, papan reklame, lampu jalanan, maupun kendaraan yang lalu lalang tak hentinya melintas..
ibukota, ya.. ibukota
ditengah megahnya kehidupan kota, ada sebuah perkampungan kumuh ditengah kawasan segitiga emas..
kuningan timur, ya.. disanalah aq dilahirkan..
keluarga kecil dari bagian keluarga besar “rahmat-yanci”
sejak lahir hanya 2 bulan (kurang lebih) q dirawat oleh tangan lembut mama’ q, setelah itu dirawat oleh k’erna (adik mama’ q)..
mengapa? karena aq harus mengalah oleh adik q ridwan..
aq dan ridwan berjarak tepat 13 bulan.
aq selalu caper, karena aq merasa perhatian semua diberikan pada ridwan.. selalu disalahkan ketika bertengkar dengan’a..
mengapa aq lebih dekat dan percaya orang lain (teman dekat) ketimbang orang tua/saudara kandung q sendiri?
mungkin benar artikel2 itu, anak tengah memang lebih dekat dan percaya sama teman2nya..
dan karena itu pun, aq tak segan’a membuka diriku ke teman2 q..
tapi..
hal itu jua yg membuatku trauma..
ya, mereka bukan saudara sedarah sudah pasti jika mereka membuatku sakit hati aq pun meninggalkannya..
aq sudah mewanti-wanti dari awal menjalin hubungan, tapi itu tetap pilihan mereka..
maaf, mengapa baru sekarang kau tanyakan?
“aq ingin alfi yg dulu..”
enough!
apa kau sadar?
ketika q mulai bercerita dan menceritakan semua tentang diriku maupun apapun yg ku alami, q telah menanamkan rasa percaya kepadamu!
sama halnya, ketika seekor laba2 membuat sarangnya dan dirusak oleh makhluk lain.. maka laba2 itu pun akan berpindah dan membuat sarang’a kembali..
tapi, hal itu sulit bagiku kini..
q tak bisa terus berpindah dan membuat jaring itu terus menerus..
kalian telah membuat q trauma..
ya, mungkin memang salah pandanganku selama ini..
keluarga yg aq kesampingkan dan kalian yg q dahulukan, membuatku menyesali kebodohanku selama ini.
tapi trimakasih teman.. kalian telah membuat q melihat lebih luas.. mendengar lebih jauh..
ku sadar, ketika q jatuh.. sakit.. semua kembali ke keluarga q.
bukan untuk dikasihani ketika aq mengeluh padamu, bukan..
usah lah peduli dengan kehidupanku, aq sudah terbiasa hidup tanpa kalian.. tak ingin q merepotkan kalian lagi..
aq ingin sendiri..
pergi kalian dari hadapanku..
usah kau tanyakan kembali..
usah kau utarakan lagi..
cukup..
maaf..
aq tak bisa seperti yang kau inginkan..
aq tak bisa kembali seperti yg dulu lagi..
kehidupanku bukan masa lalu, bukan pula esok hari..
kehidupanku adalah apa yg sedang ku jalani hari ini..
kan ku coba tetap berkomunikasi, tapi hanya seperlu’a saja..
maaf..

SBU, PS room
Kamis, 21 Juli 2011

2 Responses to trauma