Tag Archives: syukur

Tidak ada alasan untuk tidak BerSyukur!

_1000bulan

Advertisements

Pagi ini, ketika menunggu bis kuning (bus trayek Kp. Melayu – Tn. Abang) seperti biasa saya menunggu di pangkalan ojek depan Gd. Bank Danamon Mega Kuningan. Tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuh motor yang berhenti tidak jauh dari tempat saya berdiri, mereka suami istri saya rasa.

Sang suami mengantar istri kerja setiap harinya, bagian yang paling saya suka dari pasangan ini adalah, setelah turun dari motor istrinya melepas helmnya, sang suami menerima helmnya dan memberikan tas istri yang digantungkan di dasbor motor, istri memberikan tas suami yang dipakainya, tak lama sang suami ini mengeluarkan uang, saya lihat uang itu ada lembaran Rp 50.000, Rp 20.000, dan Rp 10.000. Suami itu memberikan uang lembaran Rp 50.000 dan Rp 20.000 sisanya dimasukkan kembali ke dalam kantong, tak lama sang istri pun mencium tangan suami dengan patuh dan bersiap untuk menyebrang, suami menunggunya hingga menyebrang dan pergi dengan motornya.

Dari kejadian itu, pesan yang dapat saya ambil adalah ;

  1. Bersyukur, apapun yang kita dapatkan hari ini, itulah rejeki kita yang harus kita syukuri. Seperti yang dikatakan oleh mas Ippho, Nafkah dan rezeki itu relatif. Bisa meluas, bisa menyempit. Kalau berkah, maka akan meluas. Segala sesuatu jadi cukup”
  2. Wujud kasih sayang suami terhadap istri, pengorbanan suami mengantar istri bekerja dan rela memberikan uang yang lebih ke pada istri sedangkan dia hanya mengantongi sedikit (walau saya tidak tahu, apakah itu uang Rp 10.000 satu-satunya ataukah ada lagi uang di sakunya, hehe)
  3. Rasa hormat dan patuhnya istri terhadap suami, dengan mencium tangan suami dan senyum sebelum pergi itulah point of view yang saya selalu suka melihatnya, hihihii.. apalagi kalau suami juga mengecup kening sang istri atau sedikit mengusap kepala sang istri, sedikit yang melakukannya. Banyak pasangan suami istri yang saya lihat ketika dijemput ataupun diantar oleh suaminya malah cuek, seperti diantar oleh tukang ojek atau temannya saja. mungkin ada benarnya omongan ustad jamaah oh jamaah, mau tau engga caranya ngebedain orang yang naik motor itu pasangan suami istri atau orang yang pacaran? caranya, lihat cara perempuan itu pegangan, kalau setengah lingkaran berarti itu suami istri, jika dipeluk erat maka itu orang yang berpacaran, mengapa? karena masa bermesraannya sudah berkurang ketika telah menjadi suami istri,, saya spontan tertawa, tapi setelah itu saya berfikir, semoga saya bisa sebaliknya, aamiin 😀

Selain itu, ketika di jalan sebelum sampai di tempat biasa saya menunggu bis, cuaca pagi hari yang cerah disambut terpaan angin yang menyentuh wajah, membuat daun-daun rapuh jatuh dari rantingnya, seketika saya lewat sembari menikmatinya dengan memejamkan mata sejanak, saya pun berimajinasi, seperti jalan disebuah taman yang indah dan daunnya pun berubah menjadi bunga sakura yang gugur menyentuh wajah saya.. Indahnya pagi ini, seketika mood saya yang buruk ketika macet di depan rumah oleh motor-motor pendatang yang kerja di sekitar Mega Kuningan, dan orang yang merokok jalan di depan saya, asapnya mengganggu saya yang jalan tepat di belakangnya, “pagi-pagi udah ngasih racun!” –ngedumel dalam hati.

21 Maret 2013, Kamis

R. Monitoring CDC Karet Tengsin, Jakarta