Tag Archives: taushiyah

kematian

disadari atau (mungkin) lebih sering diabaikan,

kamu selalu mengejarku,
kamu selalu ada disana, menanti..
menanti waktu yang tepat untuk datang menjemputku.

tapi suatu saat nanti,
kamu akan menghampiriku bahkan (mungkin) beberapa kali,
untuk mengingatiku lebih dulu,
bahwa akan tiba waktunya untuk kamu benar-benar menjemputku,
tapi..
hanya dengan imanlah, kamu dapat dikenali..

aku,
seringkali mengabaikanmu,
berbuat sepuasnya dan kamu tetap mengawasiku, disana..
dan,
ketika aku mengingatimu,
bersimpuh pada-Nya, kamupun tetap mengawasiku, disana..

aku berharap ketika itu kamu menghampiriku,
tapi lalu aku sadar,
aku belum siap untuk bertemu denganmu,

bekalku pastilah belum cukup,
tapi kamu juga tak menungguku hingga siap,

kamu pasti akan datang kepadaku,
itu pasti..
kamu selalu siap kapanpun saat perintah itu datang.

***

Cukuplah kematian menjadi sebaik-baik nasihat untukmu.

Sungguh kematian terus mendekati kita,
sadar atau tanpa kita sadari,
ia terus mengejar kita..

ianya menunjukkan Keperkasaan-Nya,
bahwa kematian itu tak siapapun bisa menghindarinya.

lantas, apa yang sudah kita siapkan?
untuk menyambutnya,
menyambut kehidupan yang sesungguhnya,
kekal di dalamnya

bagi ia yang yakin akan pertemuan akan Tuhannya,
akan bahagia di akhir umurnya,
walau yang ditinggalkan menangisinya,
ia tenang dan telah menemukan tempat terindahnya,
DIA,
Maha diatas segala-galanya,
maka,
hanya kepada-Nya-lah
sebaik-baik tempat kembali kita,
dengan Cinta-Nya,
yang sering kali kamu aniaya,
namun,
murka-Nya tidak mendahului Kasih-Nya.

dari yang penuh dosa..
–C Alfi Syahria–

Jum’at, 26 April 2013
Jakarta

#tulisan ini lahir ketika menyaksikan berita di televisi atas wafatnya Ust. Jefry Al Bukhori  26/4/2013 dini hari.

untuk mengenang silahkan Googling,  jika ingin melihat di Just Alvin, temanya “Berdakwah dengan hati”.. ada Uje dan Yusman disana.

Semoga Bermanfaat.

Advertisements

Nikmatilah Cobaan

Banyak orang yang mengeluh saat mendapat cobaan. Banyak pula yang sedih berkepanjangan, bahkan ada yang menuduh Tuhan tidak adil kepada dirinya. Padahal, seandainya ia tahu, melalui ujian itu Sang Pencipta bertujuan menjadikan ia orang yang hebat. Nabi pernah bersabda, “Siapa saja yang dikendaki Allah menjadi orang baik maka diberikan cobaan kepadanya.” (HR Bukhari)

Berhati-hatilah bila hidup Anda nyaman, tiada cobaan dan tantangan. Karena boleh jadi dalam kondisi seperti ini justru hidup Anda sedang menurun. Ibarat naik sepeda, saat jalan menurun Anda tak perlu berkeringat mengayuhnya. Hidup yang tenang, dalam zona nyaman, sering melenakan orang tanpa disadarinya.

Cobaan datang dengan wajah yang sangat beragam. Ada yang berupa rezeki yang tak pernah cukup, sahabat yang tega-teganya menipu, pasangan yang tidak memahami perasaan Anda atau kesulitan-kesulitan lain yang datang silih berganti. Bagaimana cara kita menyikapi jika ujian datang? Lihatlah selalu sisi positif dari ujian itu.

Yakinilah bahwa saat ujian dan cobaan datang itu pertanda bahwa kita hendak naik kelas. Ibarat kita sekolah atau kuliah, setiap hendak menuju jenjang yang lebih tinggi kita pasti diuji. Bedanya, ujian saat kita sekolah atau kuliah itu bisa kita pelajari di buku sedangkan ujian kehidupan terkadang harus kita hadapi tanpa panduan. Tetapi itulah yang menyebabkan hidup lebih indah, bermakna dan penuh kejutan.

Sebagai orang yang beriman, kita harus menyakini bahwa cobaan dan ujian itu bisa mengurangi dosa. “Seseorang yang tertimpa penyakit, atau tertusuk duri maupun lebih dari itu maka Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya dan menghapus dosa-dosanya sebagaimana daun-daun yang berguguran dari pohon,” begitu janji sang Nabi.

Jadi tidak perlu takut menghadapi cobaan, ujian dan tantangan. Bila saat ini Anda hidupnya nyaman, tentram atau dengan kata lain berada di zona nyaman, bersegeralah menghadirkan tantangan baru. Lakukan pekerjaan-pekerjaan menantang yang terukur. Jangan biarkan hidup Anda terlalu lama di zona nyaman, karena itu bisa menjerumuskan Anda di masa yang akan datang.

Anda harus gelisah bila sudah lama tidak menemukan ujian, cobaan dan tantangan. Mengapa? Karena itu tanda-tanda kehidupan Anda tidak “naik kelas” dan Anda juga kehilangan salah satu pintu yang bisa mengurangi dosa. Jadi, hadapi dan nikmatilah setiap cobaan yang datang kepada Anda…

Salam SuksesMulia!

BY JAMILAZZAINI ⋅ NOVEMBER 28, 2012

sumber : http://www.jamilazzaini.com/nikmatilah-cobaan/#.ULV1YAxpj34.twitter

taushiyah shubuh

Posted on September 26, 2010 by aphie3

 

Liburan lebaran lalu, aq ikut ipar ke kampungnya di Tegal (kali ke dua aq kesana).. ada beberapa yang dapat q share disini.
ketika sehabis sholat shubuh berjamaah dengan ipar q (coz kk q sedang haid), aq berniat sekali untuk tidur selepas sholat waktu itu namun ternyata ipar q membalikkan badan’a dan bertanya kepada q..
“sering baca almatsurah?”
“hmm.. (senyum2)”
“kalo sering baca bagus, kalo enggak.. kan suka sibuk tuh kadang jarang baca. Dalam almatsurah itu ada tiga bacaan yang istilahnya jadi pamungkasnya. Pertama, saya ridha dengan Allah sebagai Rabb dan dengan Islam sebagai jalan hidup, dan dengan Muhammad sebagai nabi dan rasul ; menyatakan kalo qt Ridho. Kedua, syahidul istighfar Ya Allah Engkau adalah Rabb saya, tidak ada Illah yang erhak disembah kecuali Engkau, Engkau menciptakan saya, dan saya adalah hamba Engkau, dan saya di atas perjanjian Engkau dan janji Engkau sesuai dengan kemampuan saya. Saya berlindung dengan Engkau dari kejahatan apa yang saya perbuat; saya mengakui dengan nikmat Engkau ke atas saya; saya mengakui dengan dosa saya, maka ampunilah saya karena sesungguhnya tidak ada yangg mengampuni dosa kecuali Engkau ; ini ibarat kate garansi klo qt baca pagi hari maka ketika qt meninggal sebelum sore maka insya Allah husnul khatimah, dan begitu juga ketika qt baca disore hari, ada hadits’a –nanti klo sy dapet saya update–. Ketiga, dzikir yang memperberat amalan qt subhanallah wa bihamdih subhanallah-il adziim. Kalo ada yang bilang almatsurah itu bid’ah, sebenernya almatsurah itu bukan buatan’a Hasan Al Bana tapi Hasan Al bana membukukan dan terkesan mengurutkan, mungkin itu yang mereka tekankan untuk bilang klo almatsurah itu bid’ah. Karena dzikir itu kan mengingat, dan bebas mau dzikir apa aja tidak harus habis baca ini lantas baca bacaan itu.. gitu, dan untuk berapa2 kali dalam dzikir itu misalnya 3x, 10x, 100x itu memang ada hadits’a”
“hmm.. begitu”
dan lupa bahas apa tiba2 deh nyambung ttg sholat..
“Dalam sholat itu kan ada 3; berdzikir, berdo’a –atu lg lupa–. Ketika qt sholat, qt berusaha untuk khusyu’ karena akan berdampak dalam kehidupan sehari2 qt –iya ya, mungkin itu yg dibilang Sholat adalah tiang agama– dan ketika qt sholat, hadirkan qt benar2 menghadap kepada Allah jadi ketika qt membaca bacaan sholat, qt bukan membaca tapi qt sedang berbicara langsung dengan Allah. Ketika qt sholat maka perbanyaklah do’a dalam sujud2 qt, sebenernya ada juga yang berpendapat kalo berdo’a itu juga bisa ketika qt berdiri tapi ini tidak banyak yang menggunakan pendapat ini, kenapa ketika sujud atau duduk diantara dua sujud? karena itu saat2 terdekat qt dengan Allah, makanya ketika qt sholat pasti beda lama’a ya karena tergantung do’a2 qt itu. Tapi kalo ini dipraktekkan saat berjamaah, sulit.. karena kan qt ngikutin imam, nah imam juga kan macem2 ada yang cepet bacaan’a ada yang lama, yang utama qt dahulukan dulu Al Fatihah karena Al Fatihah itu kan wajib, jangan sampe gak dapet. Nah, karena saat berjamaah qt sulit menerapkan itu maka sempurnakan dengan sunnah. Mindset ketika qt sholat juga harus dirubah, bukan hanya menggugurkan kewajiban tapi bentuk rasa syukur qt, ketika shubuh, dzuhur, ashar dsb”
“hmm.. ya”
dan lupa juga bahas ini itu tiba2…
“Nah, kek nanti alfi menikah misalnya; alfi taat sama suami bukan karena alfi cinta ato sayang sama dia, tapi karena Allah yang menyuruh dan Rasul mencontohkan.. jadi akidah qt harus diluruskan kembali. Niatan untuk berrumahtangga, bukan karena ingin mempunyai keturunan atau yang lainnya tapi karena Allah, jadi ketika berumahtangga tidak mendapatkan keturunan atau yang lain2nya itu tidak putus asa atau merasa Allah seakan tidak adil padanya. Sama halnya berbakti dengan orang tua, bukan karena orang tua qt telah melahirkan dan membesarkan qt lantas qt berbakti dan sayang pada mereka, tapi karena Allah menyuruh untuk berbakti kepada orang tua qt, bahkan Ridho Allah tergatung Ridho’a orang tua, tapi.. ketika orang tua itu menyuruh atau mengajak qt kepada kemungkaran maka qt boleh tidak mentaatinya seperti dalam surat Al Luqman.. dan Rasulullah juga mencontohkan, jadi ibadah qt bukan karena orang tua kita tapi karena Allah dan Rasul Nya yang mencontohkan.”
dan akupun meng-angguk2 iya..

subhanallah, begitu cepat Engkau menjawab do’a2 ku Rabb.. alhamdulillah,
ketika akhir ramadhan, q sedih berpisah.. merasa belum banyak berbuat apa2 di bulan nan suci itu.. dan aq pun berdo’a agar tidak lepas amalan2 ketika bulan Ramadhan saja tapi terus kedepan’a. Subhanallah Allah punya cara’a sendiri untuk mengingatkan hamba2Nya..

ada banyak hikmah atau pelajaran hidup yang q dapat setiap harinya ketika liburan, dari orang2 sekitar q.
Alhamdulillah, aq bersyukur pada Allah.. aq bisa mengambil hikmah dari setiap hari yang ku lewati, ini juga karena Allah yang menggerakkan qolb, akal dan pikiran q.